πŸŽ‰ Dapatkan Transkrip Cepat dan Murah Hanya Rp10rb/rekaman πŸŽ‰

DeSpace Anies (Unofficial) w/ Pak Anies #AnieSpace (by @aniesbubble)

Transkrip.id1 Jam 39 Menit

Transkrip berikut dihasilkan secara otomatis dari aplikasi Transkrip.id. Ubah audio/video menjadi teks secara otomatis hanya Rp10rb dengan durasi tak terbatas. Coba Sekarang!

00:00:0000:00:12

Oke, jadi kayaknya dari teman-teman kayaknya masih lima menit lagi untuk join. Jadi mungkin aku bisa... Oh, ini udah ada Pak Anies nih. Halo, Pak Anies. Halo,

00:00:1400:00:15

halo. Assalamualaikum.

00:00:1600:00:26

Waalaikumsalam. Selamat malam. Iya, selamat malam, Pak. Selamat datang di The Space Anies, Pak. Jadi, Bapak ini lagi di mana nih, Pak?

00:00:2700:00:38

Saya di rumah nih, Abel. Di Joglo. Di pendokor rumah. Terus udah siap-siap nih dari tadi sore. Look forward.

00:00:3900:00:47

Oh, gitu. Kira-kira, Bapak pas tahu ada space gini, Bapak gimana, Pak? Reaksi Bapak?

00:00:5000:02:41

Reaksinya, pertama, tanya-tanya. Apa ini? Gimana caranya? Gimana obrolannya? Terus saya sempat tanya juga. Saya kira terlihat ini kayak live TikTok, gitu. Audiovisual. Terus dia bilang, enggak, ini tuh cuma suara aja. Oh, oke. So, it's like a teleconference. Ya, gitu. Tapi saya senang sih bisa ngobrol. Terus akhirnya, ini cuma pertama kali nih. Dan... I'm happy to try something new. And I like trying something new. So, this is another new thing I'm learning. Gitu, Abel. Dan... Apa, ya? Ini juga, Abel. Saya juga pengen denger nih. Kan bisa ngobrol nih. Kenapa teman-teman kan aktif, ya, terlibat beberapa waktu ini dalam proses demokrasi kita. That's very interesting. Saya juga pengen denger. Mungkin berantakan. Nanti teman-teman bisa ngomong. Why you're interested? Why you're involved? Mudah-mudahan itu bisa memperkaya juga buat pengetahuan saya. So, saya lihat space ini tuh dua arah. Satu, I'm interested on learning, listening, and I'm interested on sharing. Jadi, ini platform, mudah-mudahan ya, saya belajar, saya mendengar, sambil saya berbagi, saya bercerita. Gitu, Abel.

00:02:4300:02:51

Gitu, Pak. BTW, kira-kira Bapak ini lagi luang berarti ya untuk dia tanya-tanya gini ya, Pak?

00:02:5200:02:53

Iya, sengaja diluangkan.

00:02:5400:03:04

Oke. Oke. Kira-kira kalau dari pertanyaan-pertanyaan yang... mau ditanya sama teman-teman, Bapak kira-kira mau milih yang pertanyaan yang kayak gimana nih, Pak?

00:03:0600:03:14

Yang gimana ya? Bisa ya milih pertanyaan. Kalau di debat kemarin nggak bisa milih pertanyaan. Apa aja ditanyain.

00:03:1600:03:18

Yang santai dulu atau gimana nih, Pak?

00:03:1900:03:33

Yang santai. Yang barangkali yang relevan dengan... dengan apa... yang relevan sama... sama your daily ya, sama teman-teman, kegiatan keseharian teman-teman juga.

00:03:3400:03:35

Ada yang nanya gini nih, Pak.

00:03:3600:03:40

Kalau sebelum ini... Sebelum saya jawab nih, boleh nggak saya tanya duluan?

00:03:4300:03:45

Boleh dong, Pak. Boleh, Pak. Kenapa, Pak?

00:03:4700:04:01

Yang tadi saya bilang, N. Abel sama teman-teman terlibat nih, dua bulan terakhir ini. Terus, gimana ya rasanya? Gimana pengalamannya ya? Gimana kesannya ya? Can you share?

00:04:0200:04:17

Oke, mungkin dari saya dulu... Sejujurnya saya senang sih, Pak, di barisan perubahan ini. Dan saya harap teman-teman bisa ikut terinspirasi gitu dari sini. Gitu sih, Pak, kalau dari saya.

00:04:1800:04:25

Apa yang membuat ini paling membahagiakan berada di barisan perubahan?

00:04:2700:04:45

Menurut saya... Menurut saya... Dari antusias teman-teman dan juga teman-teman itu banyak yang bilang yang awalnya itu sama sekali tidak tertarik dengan politik. Terus kemudian ada Anies Babel. Kemudian mereka jadi ingin terlibat, gitu. Itu membuat saya terharu, sejujurnya.

00:04:4600:05:17

Iya sih, memang saya juga lihat. Jadi banyak orang yang... Banyak ya, teman-teman muda yang pengen terlibat. Dan saya juga suka dengar nih. Oh, saya ternyata baru tahu. Ternyata saya baru dengar, baru lihat, baru... Jadi, thanks to... Anis Bubble nih, Bel Jadi Bikin Ada sesuatu Diminati yang sebelumnya enggak Yaitu wilayah politik Wilayah demokrasi Abel Hendrik ngerasain gak Suasana itu

00:05:1800:05:32

Iya Pak, saya sangat merasakan Apalagi saya pertama kali Memilih tahun ini Sangat merasakan Mungkin dari teman-teman lain Ada Kak Leo mungkin Mau bercerita

00:05:3400:05:40

Halo Selamat malam Pak Anis Selamat malam Apa kabar Pak

00:05:4100:05:43

Alhamdulillah Happy, healthy A

00:05:4400:06:47

little bit hectic Alhamdulillah Oke mungkin perkenalan Pak Perkenalkan saya Leo Pak dari Bimanis Project Yang sebelumnya Dalam kegiatan Kampen kemarin kita Support di LED Truck Terus ada balon udara Waktu di JIS juga Terus kita juga support buat Teman-teman di JIS Kita kirim 11 ribu minuman Terus kita juga Support beberapa project lagi Dan saat ini Humanis Project Kita lagi fokus nih Pak Untuk mengembangkan lagi Agar gerakan perubahan ini Tidak terhadap Henti setelah Pemilihan kemarin Namun kita lanjutkan Gerakan perubahan kemarin Dengan membantu sesama Kemarin kita baru aja Dari Demak Baru selesai di hari Kamis kemarin Pak Dan Jumat ini Jumat kemarin kita Langsung lanjut ke Rancakekek Dan sampai hari ini Kita masih di Rancakekek Untuk melakukan Tribusi bantuan Pak Seperti itu

00:06:4800:07:02

Luar biasa Iya Apresiasi sekali itu Saya dengar yang ke Demak Ya You guys you're super Terima kasih banyak Pak Apa yang paling satisfying Dari jalan ini semua

00:07:0600:08:20

Kebetulan ini Dari tim kita kebanyakan inilah Kali keduanya kita Memilih Pak Punya kesempatan untuk milih Dan ikut aktif dalam pemilu ini Kita merasa bahwasanya Sebagian dari kami adalah mahasiswa Pak Jadi kami Belajar betul Bagaimana Proses demokrasi Sampai Seenggaknya kita tahu bagaimana Kehidupan Di Indonesia ini Dan Kami merasa Selama ini Banyak yang perlu dirubah Namun Sampai Tahun kemarin Sampai detik kemarin Sebelum kampanya Kita tidak merasakan ada hawa-hawa perubahan Seperti itu Pak Maka Dengan tagline Panis Untuk membawa suatu perubahan Kedalam Kedalam Dunia Perpolitikan Indonesia Maupun Untuk Indonesia Tersendiri Kami merasa Kita harus Turut Berkontribusi Untuk Mewujudkan perubahan tersebut Karena Kami merasa bahwasanya Ya Kalau misalnya Begini-begini terus Indonesia Tidak bakal Bukan tidak bakal maju Tapi Majunya akan lebih lama Seperti itu Sifat kita merasa Seperti itu

00:08:2100:08:21

Iya Betul sih

00:08:2200:10:23

Indeed Setuju sih Dan Saya juga Merasa bersyukur Bahwa Ide tentang Perubahan Itu Ide yang sesungguhnya kan Bukan baru ya Itu sesuatu yang sudah dari dulu juga ada Tapi Tahun ini itu kita merasakan Bisa menjangkau lebih luas Dan Saya Bersyukur betul bahwa Teman-teman First time voter Atau second time voters Tahun ini Terjangkau jauh lebih banyak Daripada yang kami duga Ketika Kita memulai ini Kebanyakan yang Terlibat tuh Pemilih-pemilih yang sudah Tiga kali, empat kali milih Tapi your generation Kemarin tuh Tidak banyak Sampai Ketika mulai Ada Bumanis Ada Anis bubble Terasa sekali tuh Mendadak Ada jangkauan lebih luas Mudah-mudahan Ini akan terus bisa sustainable Jadi banyak kegiatan-kegiatan Seperti yang sekarang dikerjain di Demak Di tempat-tempat lain Yang menunjukkan bahwa Your energy for change Itu Being channeled Dalam bentuk aktivitas konkret Untuk orang banyak Buat yang ngejalanin juga It makes you feel meaningful It makes you feel I'm doing something Buat masyarakat So Nambahin aja sih Tapi truly appreciate Mungkin Teman-teman yang di Opimi Project juga bisa ngomong ya Mungkin ada disini juga

00:10:2400:10:26

Iya ada disini pak silahkan Kak Dedo Su

00:10:2800:11:44

Halo Malam Pak Anief Halo Jadi perkenalkan Nama saya Andin Wakil dari Opimi Project Jadi juga Mau nambahin nih Mungkin yang udah disampaikan Sama Kak Abel dan juga Kak Leo Saya juga ngerasa Kami tuh bisa Dapat Ada kayak Kayak Sense of belonging gitu ya Karena gerakan Fandom Ataupun gerakan anak muda Yang ada di dalam Pemilu 2024 ini Jadi anak muda juga Bisa nyaman gitu ya Untuk juga terlibat Dalam gerakan politik Itu sih menurut saya soalnya Saya juga Sering banget denger dari teman-teman Ketemu sama teman-teman Fellow youth gitu ya Di lapangan Dan juga mereka banyak cerita Kalau mereka tuh bahkan Nggak nyangka bisa Ikutan gitu kayak gerakan politik Atau acara politik Dan Pak Anief itu sebagai Tokoh itu bisa mendorong Dan bisa menumbuhkan gerakan ini Begitu

00:11:4600:11:46

Ya Thank

00:11:4700:12:41

you Ini kalau boleh saya tanya juga nih Mumpung lagi pas sama-sama Kan teman-teman ini kan unik ya Buat saya Ini unik Kenapa? Karena Kita ini kan nggak pernah ketemu langsung Bener kan? Nggak pernah face to face Dan You have done so many things Teman-teman itu udah mengerjakan banyak sekali Banyak hal Teman-teman kerjakan Teman-teman itu tidak pamerin gitu Tidak tunjukin ke depan saya Teman-teman itu mengerjakan itu For the goodness Untuk kebaikan Untuk Sesuatu yang teman-teman percaya Tapi saya sendiri kan malah tidak lihat Langsung dari teman-teman nih Ini mumpung kita lagi ngobrol nih Barangkali banyak yang teman-teman kerjakan Yang saya belum lihat nih Boleh nggak cerita apa aja?

00:12:4500:12:47

Dari siapa dulu nih pak? Atau

00:12:4700:12:48

Enggak Enggak, bebas

00:12:5100:12:55

Kalau dari have a nice day 2.0 udah tau pak berarti?

00:12:5700:13:03

Udah Ini kan website-nya Yang kedua pak tapi, udah lihat juga Yang kedua?

00:13:0300:13:12

Udah Oh atau kayaknya Kak Leo ya kak Yang di Bandung Gimana kak?

00:13:1400:15:32

Mungkin tadi sedikit Udah saya jelaskan Cuma mungkin lebih jelas lagi Kalau dari Humanist Project Waktu kampanye Kita itu Melakukan Kita itu bikin LED Truck pak Karena Itu bertepatan dengan Di takedown-nya Videotron Yang dilakukan oleh All Project Jadi kita mau bikin nih Satu gebrakan baru lagi Yang tidak biasa Dilakukan di Kampanye perpolitikan Indonesia Sebenernya Banyak paslon lain yang sudah menggunakan LED Truck namun Dengan Apa namanya? Metode yang politikanya Banyak banget Nah kita gunain LED Truck ini dengan Nuansa yang berbeda Yang tidak biasa ada di kampanye politik gitu pak Kita ada di 8 wilayah Ada di Jakarta Tanggerang Di Tarakan Di Palu Di Makassar Terus ada di Tegal juga Dan beberapa daerah di Sulawesi dan Sumatera pak Kita juga ada projek balon udara kemarin di JIS Selain itu kita juga ada ads project pak Jadi Kita melihat bahwasanya Masih kurangnya Apa namanya? Kampanye Yang dilakukan di Meta Baik di Facebook atau Instagram Maka kita melakukan ads project Untuk Ningkatin awareness dari Terkhususnya ibu-ibu bapak-bapak karena Di Facebook itu pemilih Ibu-ibu bapak-bapak yang sering termakan hoax Jadi kita Kita buat konten-konten yang Masuk di lingkup mereka Agar mereka setidaknya Tahu lebih jauh dan mengenal lebih dekat Dengan Pak Anies gitu dan Kemarin juga kita di JIS Kita sediain 11.000 minuman untuk Teman-teman yang datang ke JIS dan saat ini Itu fokus kami lebih ke Gerakan sosial kemanusiaan dan rencananya sebelum bulan puasa ini Kita memutuskan perjuangan Pak Anies di Kampung Bayam Jadi kita mau melakukan silaturahmi Dengan teman-teman keluarga di Kampung Bayam Seperti itu sih Pak I see Nice

00:15:3300:15:36

Thank you, thank you. Kalau Olpemi, project?

00:15:3900:16:59

Jadi kalau untuk Olpemi itu kemarin, jadi saya sendiri kan orang Medan ya Pak Anies, jadi mungkin banyak masyarakat, jadi kemarin pas kampanye akbar di Medan itu, kami itu ada buat sedikit project yang agak berbeda ya dibandingkan Food Truck yang di Jakarta. Jadi kami itu ada buat semacam banner yang isinya itu infografis kerja-kerja Pak Anies, hasil kerja Pak Anies di Jakarta. Karena mungkin masyarakat Medan itu mungkin banyak yang belum familiar sama mungkin hasil-hasil kerja Pak Anies di Jakarta. Jadi tujuan kami kalau yang untuk di Medan itu seperti itu. Juga kemarin itu di Medan juga ada kayak, jadi Olpemi ada buat kayak Capsleet event, jadi Capsleet event ini itu kayak event-event Koreaan gitu. Tapi jadi kami juga kasih makan gratis gitu, terus hostingnya kayak di cafe gitu, jadi kami nonton Nobar bareng, debat presiden kemarin bareng-bareng gitu. Jadi isinya itu yang mungkin biasanya kalau Nobar debat itu mungkin kayak orang tua, ini tuh isinya beneran anak muda gitu semua yang datang.

00:17:0000:17:04

Iya, iya, iya, iya, iya. Wow. Terima kasih. Ini udah.

00:17:0700:18:12

Luar biasa. Terima kasih buat semuanya. Dan itu semua kan jadi track record ya, your rekam jejak involvement di politik sini. Nobel, kemudian dikerjakan dengan kreativitas yang luar biasa. Enlighting, mencerahkan ya, mencerdaskan, dan punya dampak yang luas. I think you should be proud. You're young, teman-teman masih relatively sangat belia, sudah bisa membuat gerakan yang jangkauan politiknya dahsyat. That's your rekam jejak involvement in politics with nobility. Jadi ini dahsyat. Kalau kita lihat ya, teman-teman, you are making a revolution. Teman-teman ini bikin revolusi. Mungkin saat ini belum merasakan dampaknya secara langsung.

00:18:1300:18:13

Tapi

00:18:1400:19:57

saya membaca ini sebagai perjalanan sejarah anak muda. Kalau kita lihat rekam perjalanan anak muda, anak muda itu selalu terlibat dalam urusan masyarakat, atau kalau istilah sekarang, sekarang urusan politik, tapi caranya beda-beda. Dan tahun 2024 ini, teman-teman membuat inovasi yang menunjukkan keterlibatan anak muda dengan cara yang sangat berbeda. Inilah terobosan baru keterlibatan dalam politik yang belum ada sebelumnya. Kalau sebelumnya itu, anak-anak muda ikut, tapi tidak bawa cara baru, tidak bawa pendekatan baru, dan dikerjakan mengikuti style-style lama sampai dengan 2019 itu masih begitu. Anak-anak muda ikut, tapi tetap dengan gaya yang sama seperti dulu-dulu. Tahun 2024 ini baru kita lihat sesuatu yang baru. Dan teman-teman inilah yang memulai. Jadi saya yakin di waktu-waktu depan, apa yang teman-teman kerjakan itu akan jadi benchmark baru. Dan Anda adalah pemimpin. Anda memulai semuanya. Teman-temanlah pemimpinnya. Karena teman-teman yang memulai, dan nanti saya yakin akan membesar, menjangkau lebih luas lagi. Ini sangat kuat. Ini dahsyat. Anyway, saya sudah dengar ini sekarang. Sekarang mungkin bagian gantian, bagian saya mulai siap-siap ditanya nih. Gitu ya. Thank you ya semuanya. Abel, go ahead. Kalau mulai ada pertanyaan-pertanyaan.

00:19:5700:20:16

Oke, terima kasih banyak Pak. Jadi ini ada dari Pil Rice. Beliau tuh nanti, nih Abel ini kelihatannya nggak ada capeknya. Apa ada kebiasaan atau tips nih, biar istirahatnya berkualitas gitu. Dan dia nih sebagai pekerja, dia membutuhkan tips gitu sih Pak.

00:20:1800:20:19

Siapa namanya tadi?

00:20:2000:20:24

Aduh, dia pakainya username Pak. Pil Rice. Nggak apa-apa, username aja.

00:20:2500:20:27

Username. Siapa username-nya? Pil Rice kali.

00:20:2800:20:29

Bilangnya.

00:20:3000:25:17

Oke. Pil Rice. Abah kelihatan gak ada capeknya Oke ada kebiasaan Atau tips Saya juga Ketika menengok lagi ya Atas apa yang Saya kerjakan selama beberapa bulan Terakhir ini Kalau lihat jadwal itu Saya seperti Nengok ke diri sendiri dan Kok bisa ya Karena kan Non stop ya Saya itu Non stop gitu Dalam artian jadwal Itu dari satu kota-kota lainnya Dari pagi, siang, sore, malam Terus semua Kegiatannya mengharuskan berpikir Mengharuskan menjawab Semua itulah Dan Saya itu kadang-kadang juga Kok bisa ya gitu Terus saya mencoba refleksi sendiri Apa yang membuat ini semua Ya tentu kekuatan itu datangnya dari Tuhan Allah Kalau saya sebagai seorang muslim Allah yang memberikan kekuatan itu Dan prosesnya Dari kira-kira ketika kita Merasa Senang dengan apa yang kita kerjakan Kita akan merasa Gak ada beban Gak terasa melelahkan Saya misalnya nih Saya kalau datang ke toko buku Buku Atau toko elektronik Saya bisa di toko buku berjam-jam 4 jam, 5 jam Gak ada lelah Karena saya suka Saya suka baca buku Saya suka di toko buku Saya suka di toko elektronik Elektronik itu maksudnya Alat-alat elektronika Tapi ketika saya diajak ke toko pakaian Sama istri saya Itu baru setengah jam 45 menit aja udah capek Karena gak sinkronis Antara badan Dengan yang saya sukai Dengan yang saya pikirkan Tapi kalau Pikiran, perasaan Dan kegiatan itu sinkron Sama-sama suka, sama-sama nyaman Nah itu gak kerasa capek Jadi itu Terus soal istirahat Ini saya cerita dikit nih Selama kampanye kemarin itu setiap hari Saya rata-rata Ganti baju 3-5 kali Ganti baju Karena basah kuyuk Jadi setiap kali habis selesai acara Itu basah kuyuk Saya begitu masuk ke mobil Di mobil saya ganti baju Saya punya kaos banyak sekali sekarang ini Karena ganti-ganti kaos di jalan itu rutin Nah Tapi itu juga yang membuat saya merasa Walaupun istirahatnya cuman sebentar Tapi badan itu lebih fit Karena berkeringat terus setiap hari Bayangkan kalau sampai harus ganti baju Empat kali, lima kali Itu basah betul tiap hari Nah itu kayak olahraga Kayak sauna itu tiap hari Terus malam Tidur paling Tiga jam, empat jam Tapi begitu kita Saya masuk tempat tidur Langsung tidur Dan deep sleep Bangun tuh fresh Begitu juga dengan ketika antar acara Kalau misalnya satu acara ke acara lain Itu jaraknya dua jam Saya di mobil itu pasti tidur Begitu masuk mobil langsung tidur Bangun udah menyekati acara berikutnya Sama terus pindah santar kota Kalau misalnya terbang Begitu masuk pesawat Pesawatnya belum take off Saya udah take off Langsung tidur Bangun pas landing Jadi saya memanfaatkan waktu-waktu istirahat Terus yang ketiga Makanan Saya usahakan untuk makan tidak banyak Betul-betul jangan banyak-banyak Cukup aja Dan Sebisa mungkin Banyak buah Sama banyak air minum Air putih Itu yang kemarin Saya coba kerjakan Jadi Kalau sekarang nih Pil rice Mau Lupa tipsnya Barangkali tipsnya adalah Enjoy what you do Do what you enjoy Terus Get enough rest Ketika memungkinkan Yang ketiga Proper food Dan jalanin dengan ikhlas Kalau jalanin dengan ikhlas itu enak rasanya Mungkin itu ya

00:25:1800:25:18

Masih

00:25:1900:26:02

banyak Abah Ini ada lagi nih pertanyaannya Dari Kalau ini boleh gak ya dua pertanyaan sekaligus Soalnya ini kayak lumayan berkolerasi gitu Boleh-boleh Ini nama username-nya Akseno12 Sama Cozycouch101 Jadi dari Akseno12 Xeno dulu ya. Abah, bagaimana cara Abah melewati masa-masa sulit saat sedang ditimpa masalah? Nah, kemudian kasih tips dong, Mbah, agar mental jadi kuat seperti Abah. Kemudian dari CozyCouch101, Mbah, bagaimana cara menghadapi atau beradaptasi dengan lingkungan baru yang cenderung merendahkan kita? Saya baru masuk kerja dan langsung merasa down banget, tapi butuh dengan pekerjaan ini.

00:26:0400:26:25

Iya, iya, iya. Iya, gini. Pertama soal mental supaya kuat berhadapan. Tadi nama ini siapa, Bel? Nama apa?

00:26:2600:26:28

Oh, Akseno12, Pak.

00:26:2900:26:30

Akseno12, sama

00:26:3100:26:35

satu lagi. CozyCouch101. CozyCouch.

00:26:3500:31:33

Jadi Akseno sama CozyCouch. Soal masa-masa sulit, masa-masa berat. Gini, berat, sulit, itu kan pikiran kita ya. Kalau menurut, kalau kita bilang, kita beritahu badan kita, pikiran kita ini berat, ya jadi berat. Tapi kalau badan pikiran kita nggak menganggap itu berat, ya ringan, itu persepsi. Jadi, jadi, berat ringan, sulit mudah, seringkali itu soal persepsi yang ada di pikiran kita. Nah, saya selalu mengajari diri sendiri untuk yakin bahwa di dalam kesulitan yang sedang dihadapi, pasti ada kemudahan. Dan di dalam beban yang saya jalani, pasti ada jalan, pasti ada jalan keluar. Itu, apa ya, saya selalu beritahu pada diri sendiri. Sehingga, ketika ada peristiwa apapun, ada situasi apapun, kita ini punya keyakinan, pasti ada jalan keluar, pasti ada kemudahan. Dan memang, ya, doa saya juga selalu begitu ya. Saya doa, eee, ya Allah, jangan berikan saya beban yang saya tidak sanggup untuk menopangnya. Janganlah kebebani sesuatu yang saya nggak sanggup untuk mengangkatnya. Jadi, saya yakin kalau saya dapat beban, pasti insya Allah beban yang saya sanggup untuk mengangkatnya. Nah, itu juga yang kemudian, kalau tadi bilang tipsnya apa biar mental, jadi kuat. Nah, menghadapi seperti itu kita punya keyakinan. Lalu, harus sering latihan. Jadi, akseno, sering-sering latihan menghadapi yang sulit-sulit. Sering-sering latihan menghadapi yang berat-berat. Kalau kita nggak pernah latihan, ya jangan, susah nanti kita menghadapi tantangan. Jadi, makanya saya sering bilang, pilih, kalau ada opsi, pilih yang sulit. Pilih, eee, pilih yang menantang. Jadi, karena dari situ nanti kita akan punya pengalaman. Bahwa, bersama kesulitan, itu ada kemudahan. Jadi, bukan sesudah kesulitan ada kemudahan, tapi bersama kesulitan, ada kemudahan. Itu akan nanti, apa ya, menempel di dalam diri kita lewat pengalaman. Tanpa kita mengalami berkali-kali situasi yang sulit, yang rumit, yang kompleks, maka kita nggak terlatih. Jadi, kalau sekarang nih, seperti Cozy, Cozy Couch nih, saya baru masuk kerja, langsung merasa down banget. Tapi butuh pekerjaan ini. Loh, ini ya Cozy Couch? Sebetulnya, Cozy Couch ini lagi dilatih. Lagi dilatih untuk menghadapi yang sulit, menghadapi direndahkan, menghadapi lingkungan yang tidak menghargai. Eh, Cozy Couch harus bilang terima kasih. Terima kasih saya dikasih lingkungan yang merendahkan. Terima kasih dikasih lingkungan yang meremehkan. Eh, jadi saya berlatih bagaimana menghadapi lingkungan yang meremehkan. Coba kalau Cozy Couch nggak dikasih lingkungan itu, nggak pernah aku merasakan gimana diremehkan. Terus gimana menghadapi orang yang meremehkan. Bagaimana survive. Eh, ini pengalaman luar biasa. Jadi kita melihatnya dari sisi learning bahwa coach-coach dikasih training untuk menghadapi situasi yang tidak enak. Nanti apa yang terjadi? Jadikan ini kesempatan belajar. Jadikan kesempatan untuk memperkaya diri, memperkaya diri dengan pengalaman. Jadi jangan dipandang ini sebagai the end of the world. No, this is the beginning of the world. Itulah cara pandang menghadapi situasi yang sulit. Oh, saya lagi dikasih pelajaran baru. Saya sedang diberi pengalaman baru. Gimana saya bisa melewati ini semua? Dan seperti saya sering sekali bilang, saya pasti bukan orang pertama yang melewati masalah seperti ini. Kalau orang lain bisa melewati, insya Allah saya juga bisa melewati. Jadi gitu ya, akseno dan coach-coach.

00:31:3500:31:56

Oke, terima kasih banyak, Abah. Oh iya, by the way, ini, Bah, ada teman-teman yang dia mau berterima kasih ke Abah. Soalnya, beliau pada saat itu menjadi Menteri Pendidikan tahun 2016. Kemudian beliau ini lomba FLS 2N.

00:31:5800:31:59

Oh, oke.

00:32:0000:32:32

Dan Alhamdulillah juara tiga waktu itu. Intinya mau berterima kasih kepada Pak Anies yang dulu. Dia pernah ngobrol waktu sesi menulis dan tanya jawab bareng juri. Pak Anies baik banget dan ngasih semangat. Beliau juga terharu sampai dengan puisi, Bapak ini terharu dengan puisi beliau. Dan bilang kalau ini sangat relate gitu dengan negara. Coba, Andi, saya kirimin ininya ya ke, nah ini nih, bentar, Pak. Boleh. Nah, ini nih. Saya naikin, nah ini dia. Di space bisa kelihatan ya, Pak ya?

00:32:3300:32:40

Di mana? Di space. Di mana? Nah, ini kelihatan. Nah, itu si Arum ini, Pak. Arum. Nanti, nanti, saya bukanya gimana. Nanti, saya lihat.

00:32:4100:32:42

Iya.

00:32:4500:32:50

Nah, di mana caranya lihat?

00:32:5100:32:54

Itu, Pak, di space ini ada tulisan Arum.

00:32:5500:33:05

Oh, iya, ini dia. Oke, kebacaan. Terima kasih, Pak Anies, sudah menjadi cerita perubahan hidup saya. Sebelumnya, saya bilang terima kasih.

00:33:0600:33:06

Terima kasih.

00:33:0700:33:07

Terima kasih.

00:33:0800:33:11

Dan, ya, beliau sampai sekarang tetap menulis gitu, Pak.

00:33:1200:33:51

Oh, nice. Ini namanya itu Arum ya, N Mustika. Ini Abel sama teman-teman, dia kan bilang masih terus menulis ya. Kalau boleh saya respon ya, Arum, keep writing, terus menulis. Terus menulis. Jadi, kalau... Kalau seseorang itu menulis, pasti dia membaca. Tidak ada penulis yang enggak membaca. Jadi, kalau bikin tulisan, makin sering menulis, makin sering baca, dan makin banyak menulis, makin banyak belajar.

00:33:5600:33:57

Thanks ya, Arum ya.

00:33:5700:34:20

Iya. Kemudian, ini juga ada dari Kak, yang pas itu pernah... Cafe-nya Pak Anies itu, kayak apa ya? Pas debat kemarin, itu beliau mengadakan semacam kayak cafe gitu, Pak. Ini namanya Kak Jizu Ambis. Kak Jizu Ambis. Silahkan, Kak. Kak Zia.

00:34:2200:34:23

Halo, Pak Anies.

00:34:2400:34:24

Halo.

00:34:2600:34:34

Iya, Pak. Kemarin kita yang udah pernah ketemu waktu acara di Sak Anies. Bapak ingat nggak ya? Yang dimana? Yang waktu foto mau masuk mobil itu.

00:34:3500:34:37

Yang desak Anies yang dimana waktu itu?

00:34:3700:34:38

Yang di Half Party Unes.

00:34:3900:34:42

Oh, iya. Iya, Pak.

00:34:4400:34:50

Kemarin kita udah buat event lagi, ada di... Tempatnya masih sama, cuma kita

00:34:5000:34:51

buat

00:34:5200:35:27

tiga titik. Ada di Jakarta, di Bandung, sama di Tangerang. Terus, antusiasnya luar biasa banget, Pak. Slotnya udah habis tuh, walaupun termasuknya bayar tuh banyak banget yang ikut. Jadi, kita juga terharu banget. Iya. Kita terharu banget posisinya bayar aja tuh yang mau ikut untuk meramaikan perubahan itu dan mendukung Pak Anies itu serama itu, gitu. Masya Allah. Iya, terus respon-respon dari masyarakat juga bilang, ya kampanye gaya baru, kampanye anak muda itu, ya keren banget gitu, Pak. Kita juga terinspirasi dari Bapak.

00:35:2800:35:31

Tapi teman-teman yang bikin ini keren luar biasa.

00:35:3200:35:41

Even, ya. Pada seneng-senengan banget. Di sana, Pak, kita gak sekaku itu bahas. Politik itu juga main-main games. Itu seru banget, Pak.

00:35:4200:36:00

Teman-teman, itu membuat politik jadi menyenangkan. Politik jadi fun. Jadi, apa ya, politik jadi full of creativity. Itu juga apa yang saya lihat waktu kita ketemu ya di half itu.

00:36:0000:36:01

Iya, Pak.

00:36:0100:36:09

Itu juga perasaan yang muncul di saya. Wih, ini luar biasa. Karena saya kan sudah menjalani ini beberapa waktu ya. Iya,

00:36:1000:36:10

Pak.

00:36:1000:36:11

Jadi merasakan tuh perubahannya.

00:36:1400:36:20

Terima kasih, Pak, sudah menginspirasi semua anak muda buat jadi lebih baik lagi untuk Indonesia ke depannya.

00:36:2100:37:28

Sama-sama. Sama-sama dan saya juga ngerasa bangga bahwa ketemu dengan anak-anak muda yang you are making history. Saya ini pernah bilang gini, tahu sejarah itu bagus. Memahami sejarah itu bagus. Tapi bikin sejarah itu jauh lebih bagus. Dan ini yang teman-teman kerjakan. Teman-teman bikin sejarah baru. Dan ini akan diingat nih perjalanan kita ke depan. Great work. Kita saling menginspirasi loh sebetulnya. Dan apa ya apa yang saya kerjakan tadi dia bilang apa yang saya katakan menginspirasi teman-teman muda. Dan sebaliknya apa yang teman-teman muda kerjakan itu inspiring buat saya. Jadi we are mutually inspiring one another. Cool.

00:37:3000:37:31

Oke, makasih banyak, Abah.

00:37:3300:37:33

Makasih. Sama-sama.

00:37:3300:37:35

Mungkin bisa lanjut ke pertanyaan selanjutnya ya.

00:37:3600:37:37

Yuk, boleh.

00:37:3700:37:57

Dari, ini sih, Pak. Ada yang nanya dari Ngapcani. Dia bilang, Halo, Abah. Apa proses cari kerja emang sesulit itu ya kalau nggak punya orang dalam? Saya pengen banget dapet kerjaan tetap susah banget. Solusinya apa ya, Abah? Rasanya saya udah capek dan pengen nyerah aja. Gitu katanya.

00:37:5900:43:29

Ya, Pak Ngapcani. Pertama, never give up. Jangan, jangan nyerah. Keep trying. Dan kita itu mencoba berpuluh-puluh kali. Mungkin yang sukses hanya beberapa kali. Tapi ya itulah yang disebut sebagai persistensi. Itu uji ketabahan, ketekunan, lagi-lagi. Ngapcani ketika jalanin ini itu take this as a learning proses. Ketika kita mencari pekerjaan, menawarkan apa yang jadi kompetensi kita, keterampilan kita, maka ada dua hal yang terjadi di sini. Satu, dari sisi kita, menawarkan. Dari sisi mereka, membutuhkan. Nah, dari mereka itu artinya pemberi lapangan pekerjaan ya. Nah, kan pertanyaannya, kalau nggak punya orang dalam, apa sesulit itu? Saya rasa nggak juga. Walaupun memang soal orang dalam ini sekarang itu ganggu sekali. Ini salah satu masalah yang harus dibereskan di negeri ini. Bagaimana meritokrasi, meritokrasi, itu bisa kembali menjadi penentu keputusan tentang rekrutmen dan keputusan tentang promosi dalam jabatan orang. Dalam kenyataannya, kita menemukan bahwa koneksi lebih menentukan rekrutmen dan koneksi lebih menentukan promosi. Nah, ini yang harus diubah. Itu juga semangat perubahan yang kita sama-sama bawa kemarin. Nah, sekarang buat Ngapcani ini, sebagai seseorang yang lagi mencari kerja, Ngapcani cari cara supaya Ngapcani ini menjadi menarik. Apa dari Ngapcani yang bisa ditonjolkan ketika melamar pekerjaan? Hal apa yang menjadi menarik? Itu dari mulai cara menulis. CV-nya, sampai cara menulis surat lamaran, ya gimana supaya berbeda? Gimana supaya bagian rekrutmen itu ketika melihat surat dari Ngapcani, melihat lamaran pekerjaan dari Ngapcani, begitu lihat, ah ini sesuatu yang lain. Ini yang harus dipikirkan. Supaya bisa menembus perhatian walaupun tidak punya orang dalam. Ini harus terus-menerus diubah. Pengalaman pribadi ya, saya mencoba waktu itu cari pekerjaan. Itu surat lamaran yang saya punya mungkin lebih dari 30. Dan setiap surat lamaran yang saya punya, saya bikin, setiap surat itu isinya beda. Untuk perusahaan A, saya nulisnya lamarannya begini. Perusahaan B, lamarannya begini. Perusahaan C, dan itu saya melamar berkata-kata. Kali-kali, gak dapet, gak dapet, gak dapet, sampai akhirnya dapet. Saya dipanggil beberapa, beberapa saya diterima, beberapa saya gak diterima. Ketika diterima itu artinya bukan diterima pekerjaan, diterima untuk fase seleksi berikutnya. Nah, jadi memang yang namanya mencoba itu harus menerus-menerus. Nah, saya sampai punya filenya tuh. Di dalam folder saya tuh ada folder namanya surat lamaran. Lamaran pekerjaan. Saya punya satu folder, lamaran, beasiswa. Itu kalau dilihat lagi, banyak sekali. CV saya itu sampai saya mungkin punya lebih dari lebih dari 30 format CV yang beda-beda di setiap tempat yang saya tahu. Jadi saya gak bikin satu CV untuk semua tempat. Untuk institusi yang beda, saya tonjolkan aspek kemampuan saya yang berbeda. Jadi itu salah satu cara untuk menembus. Dan akhirnya salah satu dapat. Jadi dari sisi kita sebagai menawarkan itu harus menonjolkan aspek-aspek yang berbeda-beda untuk setiap usaha. Nah, ini juga Ngapjani dipandang sebagai bagian dari training yourself, melatih diri sendiri untuk meningkatkan kemampuan secara berkelanjutan. Jadi, Ngapjani tempatkan ini sebagai learning. Lagi-lagi sebagai learning. Untuk terus-menerus punya terampilan dan tekun tabah. Karena memang yang nantinya mendapatkan ya yang tekun, yang tabah, yang tuntas, yang stamina-nya kuat. Lagi-lagi, don't give up. Don't give up. Don't give up. Gitu ya, Ngapjani.

00:43:3100:43:36

Oke, makasih. Banyak, Pak. Mungkin bisa kita lanjut, ya.

00:43:3700:43:37

Boleh, boleh.

00:43:3900:43:52

Ini, Pak. Pak Anies, tolong sebutin, oh, dari ini. Dari Clara888 underscore 888. Pak Anies, tolong sebutin satu fakta yang gak banyak orang tahu. Bisa serius atau nyeleneh, tuh, Pak katanya.

00:43:5500:44:01

Gimana? Satu fakta yang gak banyak orang tahu nyeleneh.

00:44:0300:44:14

Apa, ya? Sebentar. Abah, ini, kalau ditanyain yang gak tahu, nih, ya orang gak tahu apa, ya? Rasanya kayak semua orang udah tahu yang Abah kerjain. MBTI, Pak.

00:44:1400:44:15

MBTI, mungkin.

00:44:1600:44:35

Oh. MBTI. MBTI, ini, saya belum tes. Nanti, saya saya tes, dah. Saya segera tes. Terus, nanti saya ceritain hasilnya, MBTI-nya.

00:44:3500:44:36

Oke, baik, Pak. Boleh, Pak.

00:44:3700:44:44

Terus, hal lain, tuh, saya ini gak bisa nyanyi. Cuman, gak ketahuan orang sampai kemarin. Eh, rame pula.

00:44:4600:44:46

Iya, Pak.

00:44:4700:44:48

Sekarang, semua orang tahu saya gak bisa nyanyi.

00:44:5200:44:53

Tahu gak, Bel?

00:44:5300:45:05

Waktu saya lagi di mana tuh kemarin? Si Amis. Eh, si Amis. Eh, gak. Garut. Garut. Lagi di Garut. Di acara tuh, ada yang bawa poster besar.

00:45:0600:45:07

Tulisannya apa, Pak?

00:45:0700:45:12

Tulisannya gitu. Pak Anies, tolong jangan nyanyi suaranya jelek. MasyaAllah.

00:45:1300:45:20

Astagfirullahaladzim. Tapi, gak apa-apa, Pak. Menurut saya, gak ada yang sempurna, Pak.

00:45:2100:45:22

Iyalah. Oh,

00:45:2300:45:33

iya, Pak. Ini ada dari Anies Books juga. Pak, Lia mungkin mau menceritakan. Gimana? Boleh, Kak? Anies Books, silakan. Halo, Pak Anies.

00:45:3300:45:35

Halo Anies Bu, apa kabar?

00:45:3600:47:08

Alhamdulillah, baik Pak. Jadi, kita ini berbeda dengan teman-teman OPEMI, ataupun Have a Nice Day, ataupun Leo Humanist Project, itu kan mereka sudah jalan duluan ya. Kalau kami ini, apa ya, saya itu sebenarnya setelah melihat hasil pemilu itu, jadi mikir, apa ya, what things we could do next gitu. Jadi, apa kita gini aja nih, sayang banget gitu kan. Saya kepikiran, memang dari lama memang pengen gabung komunitas baca, terus mikir, kenapa enggak kita bikin aja gitu kan. Kan seru tuh bikin komunitas baca. Jadi, ya udah, kita ini seru bikin komunitas baca. Sebelumnya, kalau untuk akun ini tuh, saya lihat kan, Abel kan nampilin live Bapak rekomendasi buku tuh dari TikTok. Terus tuh rame banget-rame banget lah pokoknya yang mau baca aja di ikut-ikutan, terus saya mikir, iya juga ya, kenapa enggak dirangkum? Saya bikinlah akun ini gitu. Untuk, sebenarnya sih isinya hanya saat ini kayak buku-buku rekomendasi dari Bapak, terus quotes-quotes Bapak, terus sama hasil-hasil-hasil-hasil-hasil Bapak yang di media masuk gitu. Jadi, selanjutnya untuk planning kami, kami mau bikin komunitas baca. Untuk saat ini mungkin online dulu kali ya, soalnya baru mulai juga kan timnya. Online dulu, jadi ya kita seru-seruan bareng, sharing-sharing buku gitu. Jadi, goal akhirnya adalah gimana kita bisa give back ke masyarakat. Atau bikin taman bacaan kah, atau bikin lapak baca gratis gitu, misalnya di tiap CFD, kayak gitu-gitu deh.

00:47:0900:49:14

Insya Allah, Pak. Oke, bagus tuh. Ini, ini Anis Book ini bagus sekali. Apa, kan kalau saya lihat ya di akunnya ini, Anis Read, itu buku-buku yang rekomendasikan, kemudian bahkan ada promosi nih, jangan beli buku bacakan gitu ya. I think it's, ini, ini satu cara buat membuat kita punya daya baca. Dan makin banyak punya daya baca makin baik. Tapi sekaligus nih, saya mau cerita sedikit nih. Saya ini baru minggu lalu, dapat buku baru diterbitkan sama Kompas. Itu buku berisi kumpulan tulisan-tulisan saya yang pernah hadir di Kompas, Quran Kompas. Nama bukunya, judul bukunya, Memenangkan Indonesia. Kelihatannya belum keluar di toko buku. Apa udah? Udah keluar di toko buku ya? Mungkin udah sekarang. Memenangkan Indonesia, ini kumpulan tulisan. Saya baca lagi nih, ternyata ada tulisan-tulisan saya mulai tahun 90-an di sini. Sama mereka dikumpulin. Nah, ini, mungkin teman-teman di Anis Book juga bisa lihat, bisa bahas juga. Karena bukan buku yang, berisi satu topik. Ini buku yang isinya ada, ada banyak sekali topik. Di buku ini, ada dari macam-macam lah topiknya. Jadi mungkin, bisa bahan obrolan untuk diskusi. Tema-temanya beda-beda. Terus, harapannya, bisa memantik juga, untuk lebih banyak yang mau berlatih baca. Karena kalau baca satu buku, satu topik, belum tentu mudah. Tapi kalau baca satu buku banyak topik, itu, 4-5 halaman, udah ganti topik lagi. 4-5 halaman, ganti topik lagi. Jadi, memudahkan untuk berlatih daya baca.

00:49:1700:49:18

Oke, makasih banyak, Abah.

00:49:1900:49:20

Thank you, sama-sama.

00:49:2000:49:35

Ya, makasih banyak juga, Kak Anis Book. Oh iya, ini ada juga nih, Kak. Dia ini, ada program kelas yang, inspirasi yang dulu pernah dirintis sama, Abah. Ini, mau menjelaskan nih, Kak, dari Kak Nana. Silahkan, Kak Nana.

00:49:3800:52:10

Halo, Pak Anis, selamat malam. Selamat malam. Terima kasih ya, Abel, sudah diberikan kesempatan, untuk menjadi speaker. Saya mau ucapkan, sebelumnya saya ucapkan dulu terima kasih kepada Bapak, yang telah pernah merintis Gerakan Indonesia Mengajar, tahun 2009. Ingin merefresh kembali ingatan Bapak, Indonesia Mengajar tahun 2009, dan setelah itu ada subunit dari kelas, dari Indonesia Mengajar itu adalah kelas inspirasi. Ya, betul. Yang juga turunan dari Indonesia Mengajar. Kelas inspirasi itu diadakan pertama kali di Jakarta, tahun 2012. Dan kebetulan, judo misili saya, Pak, itu kelas inspirasi Padang. Saya dari Padang. Itu diadakan tahun 2013. Hmm. Ya, dan sebenarnya saya mau ucapkan terima kasih, Sebesar-besarnya kepada Bapak Saya ingin Kasih lihat kepada Teman-teman bahwa Gerakan ini sangat bagus Tahun ini Pak, kami sudah Tahun ini adalah tahun Dari tahun 2012 13 ke tahun 2024 Itu sudah sekitar 12 tahun lebih, 10 tahun Kami masih tetap Melakukan kegiatan Kelas inspirasi yang ke-8 Tahun ini Jadi kegiatan itu masih tetap berlanjut Terhenti sebelumnya Pak, kelas inspirasi 7 itu Tahun 2020 karena COVID Dan kegiatan lain Tahun ini kami kembali lagi Untuk merintis kelas inspirasi Padang Yang ke-8 Udah 8 kali Jadi saya mau ucapkan terima kasih kepada Bapak Yang benar-benar sudah menginspirasi kami Untuk membuat gerakan-gerakan Yang sangat bagus Dan juga ketika saya lihat Bahwa anak muda Teman-teman dari Abel Teman-teman dari yang lainnya itu membuat gerakan Ubah bareng Itu saya sangat apresiasi sekali Wah ternyata sangat banyak gerakan-gerakan ini Dan ini membuktikan Saya saksi hidupnya Bahwa gerakan-gerakan yang pernah dirintis oleh Abah Itu sampai sekarang masih ada loh Pak Kelas inspirasi yang ke-8 Saya ucapkan terima kasih ya Pak Semoga menjadi amal jariah buat Bapak juga Dan inilah buktinya Ternyata gerakan ini masih ada Sampai sekarang Terima kasih ya Bapak Nana, Nana makasih ya Iya sama-sama Pak Kami lanjutkan perjuangan ya Kelas inspirasi Mencedatkan kehidupan bangsa

00:52:1100:52:14

Nana gimana rasanya Jika udah ngikutin kelas inspirasi itu?

00:52:1400:52:25

Wah itu Wah seneng sekali Karena kelas inspirasi yang pertama itu Saya menjadi inspirator Pak awalnya Saya daftar inspirator Ceritain dikit nah Mungkin sama teman-teman yang lain

00:52:2500:52:33

Ini yang mungkin belum tahu Apa sih kegiatan kelas inspirasi itu Biar teman-teman tahu Apa sih kelas inspirasi itu Jadi biar pada tahu

00:52:3300:54:01

Iya terima kasih Pak Teman-teman Jadi perbedaannya Pertama itu kita harus kenal dulu induknya Induknya itu adalah Indonesia Mengajar Nah kalau Indonesia Mengajar itu Kita harus satu tahun mengabdi Di daerah-daerah pelosok Untuk mengajar Ya mengajar ya Mengajar anak-anak SD lah Seperti itu Semuanya boleh ikut Biasanya itu Biasanya anak-anak yang sudah kuliah Lulus kuliah Bagaimana dengan orang-orang yang Sudah bekerja Kan banyak juga Tuh yang pengen Wah saya bekerja nih Gak mungkin kan Saya harus tinggal hidup Satu tahun di pelosok Seperti itu Dan ini adalah kesempatannya Kelas inspirasi Memfasilitasi Dan mewadahi teman-teman Yang ingin ikut serta Mengajar Cuti satu hari Di kerjaannya Untuk mengajar Memberikan inspirasi Pada anak-anak SD Yang ada di seluruh Indonesia Saya yakin Kelas inspirasi ini Sudah tersebar seluruhnya Dari Aceh mungkin Sampai ke yang lainnya Karena Ini mewadahi teman-teman yang Cuman cuti satu hari loh kita Kita cuman cuti satu hari Ikut serta Mengajar Di sekolah dasar Cobain deh Kalau biasanya kita presentasi Di kantor Di kampus Itu udah biasa Coba deh Kalau misalnya kita mau Ngajar anak SD Itu beda ya pak ya Beda

00:54:0200:54:03

Beda

00:54:0300:54:10

Ya mungkin begitu pak Kelas inspirasi ini Kita cuman cuti satu hari aja Cuti satu hari Udah deh Kita ngerasain

00:54:1100:54:12

inspirasinya Dan memang harus cuti kan

00:54:1200:54:50

Harus berkorban Ya benar Dan harus cuti Dan satu itu pak Yang menjadi ininya adalah Kita tuh tidak dibayar Nah bayangin nih teman-teman Kita gak dibayar loh pak Saya pernah jadi facilitator itu Teman-teman itu Saya kan di Padang ya Di Sumatera Barat Teman-teman itu ada yang datang Dari Jawa loh pak Dari Pulau Jawa Dan mereka ngeluarkan Biaya tersendiri Udah tiket pesawat bayar Nyampe disini Enggak kita bayar Penginapan mereka bayar Dan mereka mau Dan mereka mau loh Meluangkan waktu Tenaga Dan dana Untuk ngikutin Acara kelas inspirasi Begitu ya pak

00:54:5100:55:33

Nana bener Saya nerusin ya Penjelasan Ya pak boleh Nerusin ya Naya Iya pak silahkan pak Persis Nana you have explained it very well Nana udah jelasin dengan sangat baik sekali Tentang ide dasarnya Kelas inspirasi itu Untuk banyak orang-orang baik Yang kepengen berbagi pengalaman Di depan anak-anak sekolah Tapi gak mungkin pergi selama satu tahun Jadi akhirnya kita bikinin program yang satu hari Nah ini ada Ada peristiwa unik nih Saya pernah ngalamin Jadi waktu itu pak Menteri Menteri BUMN Menteri BUMN

00:55:3300:55:33

Waktu

00:55:3300:58:49

itu Pak Dahlan Iskan ya, dengar soal program kelas inspirasi ini, terus diharuskan semua direksi BUMN itu untuk kembali ke SMA-nya masing-masing dan bercerita tentang profesinya di SMA-nya masing-masing. Terus saya waktu itu diminta datang untuk menjelaskan kepada semua direksi BUMN sebelum mereka berangkat. Nah, ratusan direksi BUMN pada dikumpulin di gedung Pertamina waktu itu. Jadi saya cerita kepada mereka apa yang harus dikerjakan. Nah, kira-kira seminggu kemudian, saya lihat seorang Indonesia mengajar, kedatangan satu orang direksi dari satu perusahaan BUMN. Datang, ketemu. Terus dia cerita gini, Pak Anies, Pak Anies, waktu Bapak menjelaskan tentang kelas inspirasi, terus waktu Pak Menteri mengharuskan kita semua ke SMA kita masing-masing, terus terang saya itu sebel. Terus terang saya itu nggak senang. Kita lagi repot-repotnya, lagi kerja banyak-banyak pekerjaan, tau-tau saya itu disuruh ke SMA saya yang di kotanya itu nggak ada bandara. Jadi untuk pulang ke kotanya aja, itu jauh. Jadi repot sekali. Tapi karena ini perintah, yaudah saya jalanin. Lalu ketika saya sampai di SMA itu, saya baru sadar, saya cerita hari itu, betapa semua guru saya di sana, kan masih ada sebagian guru-gurunya, itu menceritakan tentang dirinya dengan kebanggaan. Lalu dia berbagi cerita pada anak-anak SMA itu, saya merasakan kepuasan yang luar biasa. Saya belum pernah berbagi cerita di mana saya itu merasa puas sekali. Dan sekarang saya baru sadar bahwa selama saya itu sudah berkarir, saya tidak pernah lagi memikirkan sekolah-sekolah yang dulu pernah saya ikutin. Saya nggak pernah mikirin SD, SMP, SMA. Saya mikirin pekerjaan aja. Padahal saya bisa begini. Itu kan karena dulu SD, SMP, SMA ya. Dengan pulang ke sekolah itu membuat saya sekarang rasanya pengen ngerjain banyak hal untuk pendidikan. Jadi dia datang ke kantor itu cuma mau bilang terima kasih sekarang saya mau terlibat di usaha pendidikan karena pengalaman itu. Nah, buat teman-teman semua, inilah kata kunci yang disebut gerakan. Apa sih bedanya dengan program? Kalau program itu tidak membuat seseorang yang terlibat merasa memiliki. Tapi kalau gerakan, itu orang yang terlibat merasa memiliki. Merasa memiliki masalahnya, merasa bertanggung jawab atas masalahnya.

00:58:4900:58:49

Karena

00:58:5001:01:17

itu saya mau berbuat untuk menyelesaikan masalahnya. Jadi, dan saya mendapatkan kepuasan, kebahagiaan. Karena saya... Bisa mengerjakan yang menurut saya baik. Nah, itulah yang menjelaskan yang tadi Nana bilang. Ada yang mau datang jauh-jauh ke kampung halamannya, pulang ke Padang, tiket sendiri, hotel sendiri, tempat tinggal sendiri. Untuk melakukan sesuatu yang dia merasa bermanfaat, dia merasa baik. That's movement. Jadi, kelas inspirasi itu menjadi gerakan. Dan kalau tidak salah sekarang, terus kota, Nana yang kelas inspirasi itu, dan jalan sendiri-sendiri. Saya sudah tidak pernah terima lagi update, laporan. Karena memang sudah jalan mandiri. That's movement. Seperti juga hari ini kita lihat nih, teman-teman nih. Anies Bubble, kemudian... Kemudian Book Anies, lalu semuanya lah. Puma Anies, dan... Apa yang teman-teman kerjakan. Di sini, itu menggambarkan ini adalah sebuah movement itu, bukan sebuah program. Kalau program itu kan kita yang mengatur ya. Nah, ini dahsyat kalau movement itu tumbuh. Dan saya merasa pemerintahan itu harusnya mengembalikan semangat movement. Dimana... Ajak seluruh masyarakat untuk punya kepemilikan atas tantangan yang dihadapin Diajak terlibat, diajak berbuat bersama Supaya jadi movement seperti kasus yang sekarang kita hadapi ini Bukan kasus, pengalaman yang kita hadapi Dan juga seperti cerita kelas inspirasi itu Dan saya yakin ribuan, mungkin puluhan ribu yang terlibat di dalam kelas inspirasi itu Sekarang punya perasaan saya telah berbuat Kami telah berbuat, buat pendidikan kita Itulah tambahannya Nana, buat your interesting story

01:01:1801:01:22

Luar biasa sekali Pak, kelas inspirasi ini saya juga baru tahu ini

01:01:2301:05:19

Jadi kelas inspirasi itu dimulai 2012 By the way, waktu kami memulai 2012, susah sekali cari sekolah yang mau Lucu nih, kalau saya ceritain ya Jadi waktu itu saya minta izin ke kantor, ini lucu nih Ke dinas pendidikan di Jakarta Saya sampaikan, kami mau datang ke sekolah-sekolah, mau ngirim itu Itu dikiranya kita mau jualan alat peragam pendidikan Kami ini mau jualan barang, kami ini gak mau jualan barang Jadi diduga mau datang ke kelas-kelas, mau ketemu Terus jualan alat peragam pendidikan Kami bilang ini adalah profesi beda-beda yang akan datang Jadi akhirnya kami gak dapat izin Kami tuh gak dapat izin untuk melakukan itu di Jakarta Terus akhirnya saya nyebarin semacam email ya waktu itu Siapa kepala sekolah yang sekolahnya bersedia didatangi oleh para profesional Jadi kepala sekolahnya, akhirnya kita ketemu beberapa kepala sekolah yang mau Terus udah kita mulai dari kepala sekolah yang mau aja dulu Kepala sekolahnya mengizinkan, kan ini keputusan dari kepala sekolah Karena kita datang berbagai profesi Dimulailah itu dari beberapa kepala sekolah Begitu beberapa sekolah ngalamin, kan kepala sekolah itu punya Waktu itu kayak BBM ya, BBM Group lah, belum B.A. Group waktu itu sih Mereka berbagi cerita itu Kemudian mulai tuh kepala-kepala sekolah di Jakarta pada mau Di situ kemudian kita mulai sesuatu yang baru banyak Pengalaman saya, setiap kali memulai gerakan itu selalu dicurigai gitu Dulu waktu BIKI Indonesia mengajar, datang ke kabupaten-kabupaten Ketemu dengan para dinas, menjelaskan Itu beberapa bilang, gak mungkin ada anak-anak sarjana mau di tempat ini pak Wongga Yang orang sini aja gak mau ditempatin di desa-desa di pelosok sana Terus dikira kita ini auditor yang mau meriksa dana bos Ya ampun pak Ini bukan, ini adalah sarjana-sarjana terbaik, terseleksi Yang mau jadi guru Mereka bilang gak mungkin pak, gak ada sarjana terbaik mau kesini pak Mau orang sini aja gak mau kok gitu Jadi ini kasus di Lampung nih, ini true story Kami ke Lampung, ke Tulang Bawang Kabupaten Tulang Bawang Di Kabupaten Tulang Bawang itu ditolak Gak boleh, bukan gak boleh, gak usah gitu Ya ampun, sedih banget Terus kami, gimana nih kita nih mau datang berbuat baik gitu Cuman karena ada kecurigaan Gak mau, akhirnya ke kabupaten tetangga Tulang Bawang Barat itu kabupaten yang pemekaran waktu itu Jadi kita datang kesana, nah kabupaten pemekaran itu justru lebih open minded Oh ada yang mau kesini? Boleh dah disini, namanya juga kabupaten baru Orangnya serba baru Boleh gitu, jadi kita mulai dah Tulang Bawang Barat Sampai akhirnya Tulang Bawang Barat itu sampai dengan sekarang Masih punya gerakan Indonesia seperti gerakan yang bisa mengajar sampai sekarang Namanya TBB Cerdas, Tulang Bawang Barat Cerdas Itu program merekrut guru-guru untuk mengajar di pelosok-pelosok Kabupaten Tulang Bawang Barat Jadi di awal tuh selalu ketemu dengan situasi begitu Kecurigaan lah Ini yang tadi tuh Kita bilang, kalau kita ketemu yang sulit Ketemu tantangan Dicurigai Jangan khawatir, maju terus aja Gak kebayang tuh Itu kita mulai 2009 Terus dieksekusi pertama 2010 Kalau sampai sekarang udah 14 tahun Dan by the way ngomong ini saya jadi inget peristiwa di Ternate Saya cerita dikit boleh gak ini?

01:05:1901:05:20

Boleh lah pak, boleh lah

01:05:2101:11:18

Boleh ya Jadi waktu kemarin kegiatan kampung Di Ternate itu Ada hal yang mengharukan sekali buat saya Peristiwa ini terjadi juga ketika di pekan baru Jadi waktu saya sampai di Ternate Lalu datang disitu sekitar 700 orang nyewa kapal dari Halmahera Selatan Dan kapalnya itu berangkat dengan dibawain poster sebesar kapal Tulisannya terima kasih Pak Anies Baswedan Kenapa 14 tahun yang lalu Mulai 14 tahun yang lalu Kami itu mengirim guru-guru ke desa-desa yang terpencil, tersulit di Halmahera Selatan Desa-desa yang tidak ada sinyal telepon, tidak ada listrik Yang gak ada orang yang mau ditugaskan kesana Terus ditugaskan tuh teman-teman kesana Dan waktu itu yang paling banyak sarjannya Dari ITB yang dikirimkan kesana Bayangkan dari sekolah, salah satu sekolah teknologi terbaik Indonesia Anak-anaknya mau jadi, udah pada sarjana Mau jadi guru di pelosok-pelosok terjauh gitu Dan mereka disana itu gantian kami Indonesia Mengacara 5 tahun Nah terus kemarin 700 orang itu suka rela Nyewa kapal rame-rame untuk datang, ketemu Terus coba bayangin Ketemu dengan anak-anak yang sekarang udah dewasa Yang dulunya anak SD yang diajar oleh guru-guru yang kami kirim Dan mereka cuma mau bilang Terima kasih Pak, kami bisa seperti ini Karena dulu guru-guru yang datang kesini That was one of the most touching pengalaman Luar biasa Saya pernah ngalamin hal yang sama Waktu itu saya ke Pekanbaru Lagi di Pekanbaru Diskusi dengan mahasiswa Waktu diskusi mahasiswa itu Terus ada salah seorang penanya Angkat mikrofon, dia bilang Pak Anies, ini kami berdua disini Kami ini berasal dari pulau Rupat Pulau Rupat itu pulau kecil di Kabupaten Bengkalis Yang lebih dekit dengan daratan Malaysia Daripada dengan daratan pulau Sumatera Itu pulau yang tertinggi Kami ini bisa sekarang seperti ini Kuliah Karena guru-guru yang dikirim Indonesia Mengajar ke desa kami di tempat itu Sekarang kami bisa kuliah Kebayang gak? Betapa mengharukannya Buat saya pribadi ya Lihat anak-anak yang mereka bisa bilang Saya ini karena guru-guru yang datang Bukan saya loh yang kesana Yang kesana itu adalah Anak-anak muda Sarjana-sarjana Sarjana terbaik Terpilih Yang bersedia untuk setahun Berada di tempat-tempat sulit Tempat-tempat yang menantang Dan itu membuat perubahan nasib Ratusan anak-anak di tempat itu Dan sampai kapanpun mereka akan selalu ingat Bahwa saya bisa seperti ini Karena datang seorang anak muda Yang mau jadi guru Di desa kami Yang tidak ada satu orang pun Yang waktu itu bersedia Untuk mengajar di tempat ini Yang dari luar Itu mengubah nasib Dan ini terjadi di semua tempat Dari mulai Aceh sampai Papua Makanya saya ini kalau ketemu dengan Teman-teman muda yang bersedia berangkat Saya selalu bilang Anda ini luar biasa Kalau saya, saya menggagas Saya memulai inisiasi gerakannya Tapi tanpa anak-anak muda yang luar biasa Itu tidak terjadi Inspirasi di ribuan anak-anak di seluruh Indonesia Yang sekarang sudah berjalan 14 tahun Bisa dibayangkan Berapa banyak anak-anak yang sudah Terangkat masa depannya Terbuka pintunya Karena datangnya anak-anak seperti ini Ini ya teman-teman Ini akan bisa terjadi di banyak hal Bukan hanya rusan pendidikan Tapi ini membuat Kita menjadi saling Saling menyayangi Saling menghargai Saling menghormati Yang itu dimulai dari Kerelawanan, ketulusan Dan kemauan berbuat Itu pengalaman saya kemarin ketika Di Ternate Ketemu langsung Dan by the way yang unik nih Ketika mereka sewa kapal Untuk berangkat, perjalannya dari sana dari Halmahera itu sampai ke Ternate itu kira-kira satu malam, pakai kapal jadi mereka pakai poster dipasang di kapalnya itu, di luarnya kan posternya poster yang dicetak biasa untuk kegiatan indoor jadi ketika dipasang di kapal itu kena air, kena angin rusak, padahal maksud mereka mau ditunjukin fotonya itu ke saya gitu ketika udah di Ternate, tapi udah rusak di jalan, kasihan jadi akhirnya saya lihatnya fotonya pada saat kapal itu mau berangkat, masih utuh banner yang besar sekali yang dipasang di kapal it was one of the most touching moment kemarin anyway, jadi cerita banyak nih dari mulai Nana cerita kelas inspirasi jadi cerita Indonesia mengajak

01:11:1801:11:25

sangat mengharukan juga, ternyata gerakan satu orang ini bisa sangat berefek gitu ya, kebanyakan orang oh iya,

01:11:2501:15:27

saya bisa cerita banyak soal itu ada ada kejadian ya, ini yang pulau rupat saya cerita lagi ya, pulau rupat boleh pak, boleh kira-kira tahun 2011 waktu itu ada satu orang pengajar muda yang tugas di pulau rupat, namanya Roy Roy ini dia sarjan ekonomi dari UI very bright man young man dia diterima bekerja di bank Indonesia untuk bisa seleksi bank Indonesia itu sangat ketat dan gak ada model ordal-ordalan di bank Indonesia itu seleksinya sangat meritokratik dia lulus, diterima di bank Indonesia terus setahun kemudian ada kesempatan Indonesia mengajar jadi dia ikut seleksi dia lulus Dan dia harus mundur dari Bank Indonesia Karena aturan di sana tidak bisa cuti kalau baru mulai kerja Setelah kerja berapa tahun baru bisa ada cuti panjang Jadi dia pilih mundur Kemudian dia dapat tugas di Pulau Rupat Pulau Rupat itulah yang tadi saya cerita Pulau-nya jauh di Kabupaten Bengkalis Nah di sana dia menemukan, bukan menemukan murid-murid yang diajar Itu ada salah satu yang anaknya cerdas Dilatih untuk ikut Olimpiade Matematika Oleh keluarganya, oh lingkungan itu tidak dibolehkan Jadi lingkungan itu bilang, jangan, anak kami jangan di bawah Nanti takut anak kami bikin malu Nanti di sana dia kalah Kalau kalah nanti desa kami malu, pulau kami malu Tapi pengajar muda ini kekeh Bisa, jadi di bawah Dibawalah ikut kompetisi Kabupaten Eh di Kabupaten menang Dibawa lagi ke Provinsi Di Provinsi menang Ranking atas, sampai akhirnya dibawa ke Jakarta Dan di Jakarta dia ikut final Saya lupa tuh ranking berapa Tapi termasuk ranking yang tinggi Dan Saya waktu itu kami di sini Lihat seperti itu kita Kita bicarakan dengan Waktu itu ada morning show ya di Metro Bisa nggak anak ini sama gurunya ikut morning show Terus muncullah di Metro Dia di morning talk show tuh datang cerita pengalamannya Sebagai siswa dari daerah yang sangat terpencil Dan berhasil masuk Olimpiade Matematika Nasional Pulang Akhirnya kembali ke Keluarupat Apa yang terjadi? Anak ini jadi inspirasi Ke tahun berikutnya Yang ikut Olimpiade Matematika Nasional Olimpiade dan lolos Itu 52 atau 56 orang Lebih dari 50 anak Tahun sebelumnya satu Dan dibilang anak Desa anak-anak desa kami ini bodoh Gara-gara satu anak itu Tahun berikutnya lebih dari 50 orang Wih itu luar biasa Terus ketika 50 orang ini Mau berangkat Nggak ada kapal Di tempat itu dermaga aja nggak ada Dermaga itu nggak ada di Keluarupat itu Problem Gimana bawa 50 anak lebih ini Ke kota Untuk final Olimpiade Nah disini terus Saya ketemu sama Panglima TNI Pada waktu itu bukan ketemu Saya minta waktu ada sebuah acara Saya datang acara itu ada Panglima Terus saya ngomong Pak Panglima Ini saya ada Anak-anak di pulau terpencil Perlu diangkut bisa nggak pinjem kapal

01:15:2801:15:28

Saya

01:15:2901:19:47

ceritain sedikit Bisa, bisa, pasti bisa Terus dia panggil Panglima Armada Barat Panglima Armada Barat Dikasih tau ini perlu ini Terus kapal limanya tanya Perlunya berapa pak? Ya perlunya kira-kira 70 Untuk tangkut 70 orang Karena 50 siswanya Terus tambah pendamping guru-guru Kira-kira 70an Oke dikirim Terus berapa waktu kemudian dikirimlah kapal Itu satu pulau Pulau Rupat itu Semua mengantarkan anak-anak Ke tepi pantai Lalu bikin tarian-tarian pelepasan Kebanggaan orang satu pulau Melepas 50 anak ini Lalu di depan mereka ada kapal perang Yang berjarak beberapa 10 meter mungkin Sekitar 100-200 meter Karena gak bisa merapat Yang sekocinya itu bolak-balik Hangkat anak Jadi kapalnya gak bisa mendekat Karena gak ada derajat Jadi kapalnya Berhenti di tengah laut Kemudian sekoci Kapal kecil-kecil dikirim Untuk ngambil anak-anak itu di pantai 70 orang dibawanya kapal perang Dan satu pulau Melepas dengan rasa bangga Semua keluarga yang ada di pulau itu Datang berkumpul melepas Anak-anak itu berangkat Satu desa, satu pulau Yang dulunya bilang anak-anak kami bodoh Hari itu melepas anak-anak Dengan rasa bangga Karena anak-anaknya berangkat ikut olimpiade Ke kota Dan TNI Pelaut-pelaut angkatan laut Yang mengangkat disitu mereka merasakan Keharuan luar biasa Menjemput anak-anak ini Untuk dibawa oleh kapal perang Dibawa ke pulau Bengkalis Dibawa ke kabupaten Untuk bisa ikut final Dan orang-orang di desa itu Di pulau itu Mereka bilang selama ini kami nontonnya TV3 TV Malaysia Lebih banyak barang-barang dari Malaysia Hari ini kami merasakan Bahwa kita dihargai Kita punya bagian Republik Indonesia Tidak pernah membayangkan sebuah kapal perang Yang datang ke situ menjemput anak-anaknya Dan buat anak-anak SD itu Yang naik kapal itu Seumur hidup Dia tidak akan pernah lupa sampai kakek nenek Bahwa di saat mereka Dan SD Bawa naik kapal perang TNI Angkatan Laut Karena mereka akan Ikut final Olimpiade Itu dahsyat betul Saya pernah ketemu dengan seorang perwira Angkatan Laut Tanpa sengaja Terus dia bilang Pak Anies Saya waktu itu perwira yang berada di kapal KRI Kujang Kalau tidak salah yang dipakai untuk Menjemput anak-anak itu Inilah movement Movement itu Sesuatu yang baik Menular Menghasilkan Sebuah Keterlibatan Secara sukarela Jadi semua Tanpa memikirkan Apa yang dikeluarkan Apa yang dikerjakan Kecuali untuk kebaikan Ini satu pengalaman Saya bisa cerita seribu satu Peristiwa-peristiwa seperti ini Tapi itu semua Menunjukkan Anak-anak muda yang dahsyat Anak-anak muda yang dahsyat Anak-anak muda yang luar biasa Dan Peristiwa ini kan 2011 ya Eh 2012 Jadi 12 tahun yang lalu Barangkali anak-anak SD itu Hari ini umurnya 25an tahun tuh Mereka mungkin udah lulus kuliah Kalau mereka kuliah Mungkin udah bekerja Dan mereka Tidak terdengar hari ini Ceritanya Karena mereka mungkin Bukan berada di pusat-pusat informasi Tapi mereka mungkin Tapi mereka Tahu persis Betapa besar dampak Perjalanan dalam hidupnya Seperti yang diceritakan seorang anak di pekan baru Pada saat saya ketemu Saya bisa seperti ini karena guru yang dudat Itu ya teman-teman Jadi Apa salah satu ceritanya Anyway Saya berhenti disinilah ceritanya

01:19:4801:19:52

Berarti bisa saya simpulkan Peran guru itu sangat penting ya pak Oh gitu

01:19:5401:20:14

Ya Guru itu sangat penting Apalagi guru yang menginspirasi Kalau guru yang hanya mengajar saja Ya barangkali Tidak akan berdampak besar ya Tapi kalau guru yang mendidik Guru yang Menginspirasi guru yang menggerakkan Wah itu pasti akan diingat seterusnya

01:20:1501:20:25

Terima kasih pak Ceritanya wah Saya terharu jujur dengarnya Ini pak By the way ini udah jam Berarti jam 9.25 Bapak gak apa-apa pak?

01:20:2801:20:31

5 menitan lagi ya 5 menitan lagi oke

01:20:3201:21:02

ini mungkin bisa jadi pertanyaan terakhir atau mungkin ya kedua dari terakhir ya jadi gini pak kalau dari shuttle kok 1412 gimana sih perasaan pak Anies atas semua fitnah yang diarahkan ke bapak pembunuhan karakter yang begitu masif gitu dan juga udah bapak jelaskan juga kebenarannya tapi mereka tetap tidak percaya apa yang di share dengan bazar ini saya izin share 3 biji boleh pak 3 ini

01:21:0401:21:04

boleh boleh

01:21:0401:21:54

ini berkaitan semua kok pak jadi saya mending jelaskan satu-satu aja oke kemudian dari heavenly heaven beliau ini awalnya tidak peduli dengan politik kemudian semenjak kerja lumayan mengerti lah mengenai politik dan beliau akhirnya menanyakan apa bapak ada solusi untuk membantu kami para netizen untuk buka mata hati orang yang mengira bahwa pemilu cuman ajang menang atau kalah terakhir ya pak satu lagi dari lemon cherry kami bisa lakukan apa apa yang harus kita bantu untuk mendukung gerakan perubahan ini dan apakah bapak akan menjadi lead gerakan ini no matter what happen later kita aja sih pak oke

01:21:5501:22:00

oke heavenly heaven terus tadi siapa lagi tadi

01:22:0101:22:07

shuttlecock 1412 emang ini username nya panjang panjang apa

01:22:1301:22:18

namanya tadi yang kedua iya yang kedua betul shuttlecock

01:22:2001:22:21

betul 1412 oh

01:22:2301:24:45

1412 1413 1415 1416 1419 1420 1431 1434 1457 1437 1449 1451 1430 1451 1453 1458 1459 1460 1470 Yakin apabila karakter yang ada adalah karakter dari diri kita sendiri, maka apapun usaha pembunuhan itu tidak akan bisa terjadi. Bisa saja ada orang yang terkecoh, terbawa karena ada bukan karakter, tapi tidak akan lama. Pada waktunya dia akan berubah juga, karena ketika lihat kenyataannya, ketika lihat faktanya, tidak seperti yang dikatakan lewat kampanye-kampanye pembunuhan karakter itu. Itu juga saya alami ketika di Jakarta. Ada segala macam fitnah dikirimkan, ada segala macam pemutar balikan fakta dilakukan. Tapi saya selalu bilang kepada semua. Saya selalu bilang kepada semua teman-teman yang menyampaikan tentang ini, bahwa saya tidak akan menjawab pernyataan dengan pernyataan. Saya akan menjawab pernyataan dengan kenyataan. Karena cara terbaik untuk mengkoreksi pernyataan adalah dengan menunjukkan kenyataan. Maka pernyataan-pernyataan yang

01:24:4701:24:47

berisi faktanya.

01:24:5601:25:11

Haluskan diri. Halo, mohon maaf pak. Tadi kayaknya aku kepencet. Halo? Halo, pak? Kayaknya belum di... Haluskan diri. Ya, Mik. Oke. Mohon maaf ya, pak. Oke, silakan dilanjutkan.

01:25:1201:25:13

Oke, keputusan di mana tadi?

01:25:1601:25:19

Dari... Haluskan diri. Dari melanjutkan kayaknya.

01:25:2101:26:17

Oke. Gini. Jadi soal karakter itu tidak bisa dimatikan kalau dia mendasarkan pada kenyataan dan cerminan dari dirinya. Tapi kalau karakter itu hasil rekayasa, PR, hasil upaya coating, maka pembunuhan karakter itu akan bisa berdampak. Karena itu, saya selama bertugas di Jakarta, saya mengalami ada banyak sekali fitnah, ada banyak sekali pemutarbalikan fakta, dalam bentuk pernyataan-pernyataan. Nah, saya jawab bahwa saya tidak akan merespon pernyataan-pernyataan fitnah pemutarbalikan.

01:26:2301:26:26

Ini kayaknya keputus lagi ya Pak ya? Mohon maaf.

01:26:3001:26:32

Iya ya, padahal nggak sentuh apa-apa ya.

01:26:3401:26:35

Soal fitnah tadi terakhir Pak.

01:26:3901:26:41

Ini off lagi nih. Oke, udah nyata lagi.

01:26:4101:26:42

Oke, sudah nyata.

01:26:4701:28:51

Jadi, pernyataan-pernyataan itu dibalasnya dengan kenyataan, bukan dengan pernyataan. Nah, terus bagaimana membuka hati mereka? Mereka tunjukkan kenyataan. Tunjukkan. Fakta. Nah, ada orang yang ketika kita tunjukkan fakta pun, masih tetap aja kekeh. Nggak mau mengikuti. Ya, kita tunggu aja. Kita sabarin. Nggak usah dipaksa. Karena sebagian itu adalah soal rasa. Sebagian itu soal emosi subjektif yang ditunjukkan fakta. Fakta juga belum tentu mau. Nih, saya kasih contoh nih ya. Disuntik itu sesuatu yang risikonya kecil. Untuk ambil darah atau untuk suntik obat. Tapi ada orang yang takut sama suntik. Dijelasin juga, ya tetap aja takut sama suntik. Ada tuh, pernah nggak lihat gambar? Oh, laki-laki kekar, pemberani gitu. Tapi begitu kena suntikan, waduh ketakutan luar biasa. Nah, ini satu contoh bahwa ada situasi di mana ya kita harus sabarin untuk menjelaskan. Dan kalau udah mengalami, cobain tuh disuntik sekali dua kali. Habis itu lewat tuh rasa takutnya. Jadi saya juga meyakini itu. Jadi kalau sedang ketemu dengan orang-orang yang masih belum teristimewa, jilahnya tadi kalau heavenly heaven dia bilang, belum terbuka hatinya, masih, itu ya, sabarin. Nanti insya Allah akan terbuka hatinya. Ada yang kelewatan nggak, Bel?

01:28:5201:29:12

Belum terjawab. Udah Pak, tadi, tapi, apa, dari, udah semua itu Pak, udah menjangkup yang heavenly heaven juga nggak ya Pak? Yang, apa Bapak ada solusi bagi netizen untuk, mau buka mata orang gitu-gitu, kalau pemilu itu bukan cuma aja yang menang atau kalah.

01:29:1301:32:36

Oh, ya, ya, ya, betul, ya, oh, ya, betul. Jadi sebenarnya kan kalau lihat pemilu itu adalah kesempatan ada interval waktu, kalau di Indonesia lima tahunan, ada yang empat tahun, ada yang tujuh tahun, itu adalah kesempatan untuk rakyat menentukan arah negaranya ke depan. Tiap lima tahunan kalau di Indonesia. Nah, jadi bukan sekedar si A menang atau si B menang, tapi arah negaranya mau bagaimana. Kalau pilih A, maka, rencananya, satu, dua, tiga, empat. Kalau pilih B, maka rencananya, satu, dua, tiga, empat. Nah, itu yang akan nanti terjadi. Jadi, pemilu itu lebih dari sekedar soal si A menang, si B menang, arah apa yang akan kita pilih kan kemarin jelas tuh misalnya ada yang mengatakan bahwa kita akan membangun IKN, kita akan meneruskan IKN, ada yang berpandangan bahwa anggarannya lebih baik dipakai untuk membangun kota-kota di seluruh Indonesia bukan cuma satu kota nah jadi memilih, ketika orang memilih itu bukan cuma memilih orangnya, tapi memilih arah kebijakannya nah itu sampai karena kadang-kadang kita itu gak menganggap itu penting pemilu itu, sampai kita merasakan dampaknya contoh kita ingin uang kuliah kita murah tapi ketika pemilu kita gak milih calon berdasarkan kebijakan dia tentang uang kuliah pokoknya saya milih yang saya sukai aja lah, yang kira-kira rasanya cocok gitu, rasanya saya suka, pilih dia lalu ketika sudah bertugas dia bikin kebijakan yang membuat uang kuliah mahal kenapa kebijakan jadi mahal pertanyaannya, nah dulu ketika pemilu, kenapa gak milih berdasarkan urusan kebijakan uang kuliah ya nah inilah sebabnya kenapa kita harus memanfaatkan pemilu untuk ikut menentukan arah kebijakan ke depan bukan sekedar untuk memilih orang, makanya saya sering bilang pilpres itu bukan cuman menentukan foto siapa yang akan dipasang di ruang kelas dan ruang-ruang kantor tapi pilpres itu menentukan kebijakan apa saja yang akan kita pilih yang itu terwakili oleh nama calonnya nah itu harus sering sering-sering digaungkan pesan itu supaya ketika memilih berdasarkan faktor-faktor kebijakan tadi gitu ya

01:32:4001:32:56

halo oke, iya pak satu lagi pak yang lemon cherry, mohon maaf pak apa tuh yang lemon cherry tadi ya saya ke apa yang berikutnya kami harus apa untuk bantu secara real dukung gerakan perubahan ini lalu apakah abah akan tetap lead gerakan ini no matter what happen

01:32:5701:37:17

yes, jadi gini untuk ke depan terus kita jaga jangka pendek ini menjaga agar pemilu kita jujur, adil fair supaya hasilnya mencerminkan aspirasi rakyat jadi jangka pendek jaga itu kemudian kalau ada yang kurang ada yang tidak sesuai maka itu harus dibantu untuk dilaporkan karena dilaporkan di sosmed aja kecatat kok sama tim-tim hukum dia satu, terus yang kedua saya bilang kan bahwa saya akan terus dalam barisan gerakan perubahan itu jadi apapun hasilnya jangan pernah menyerah terhadap Indonesia jangan pernah berhenti mencintai Indonesia jangan pernah memberikan syarat dalam mencintai Indonesia kita mencintai Indonesia secara tanpa syarat dan kita memperjuangkan Indonesia untuk lebih baik dari hari ke hari juga atas dasar kecintaan kita pada Indonesia itulah sebabnya kita yakin bahwa perubahan ini akan berhasil waktunya kapan kita belum tahu tapi kami yakin, saya yakin coba ya teman-teman kalau teman-teman lihat ya perjuangan dari mulai tahun 1908 waktu itu ada Budi Utomo dibikin terus 1928 ada Sumpah Pemuda sampai akhirnya merdeka 1945 kira-kira nih anak-anak muda yang terlibat di Sumpah Pemuda tahun 1928 kalau dia ketemu orang tahun 1935 terus ada yang bilang hei bung, hei neng, mana kemerdekaan itu mereka barangkali juga belum bisa jawab jangankan tahun 1935 tahun 1942 aja 3 tahun sebelum Indonesia merdeka memang Indonesia merdeka repot tuh Udah lebih baik gini aja sama Belanda Gak usah merdeka Terus orang-orang itu yakin Saya yakin pasti Indonesia merdeka Perjuangan ini pasti akan ada hasilnya Tapi terus berjuang Tapi terus bekerja Jadi hari ini kita juga begitu Kita terus usahakan Kita terus jangkau lebih banyak Teman-teman bikin kegiatan terus Dan katakan bahwa ini adalah gerakan Ini bukan sekedar program Dan kita serius ingin melakukan perubahan Saya juga begitu Karena saya ingin melakukan perubahan secara serius Dari mulai kampanye aja Cara kita kampanye beda Dan saya ingin Kita melewati masa perjuangan itu Dengan menjunjung tinggi Prinsip-prinsip moral Prinsip-prinsip etik Sehingga ketika selesai Satu fase kita menengok ke belakang Dengan rasa bangga Dengan rasa syukur Dan tidak ada yang harus ditutupi Karena kita kerjakannya dengan cara yang baik Jadi buat teman-teman muda Jangan menyerah Jangan pernah berhenti Mencintai Indonesia Jangan pernah memberi syarat Untuk mencintai Indonesia Kita cinta pada Indonesia Syarat tanpa syarat Dan karena cinta itulah kita ingin terus-menerus Melakukan perbaikan buat Indonesia Karena cinta kita pada Indonesia lah Membuat kita ingin terus-menerus berbuat baik Untuk Indonesia Dan siapa itu Indonesia? Ya kita-kita semua Pilihan kita untuk berbuat Itulah yang menentukan arah Indonesia ke depan Bismillah Itu ya Jawaban saya sekaligus mungkin Penutup ya Atas diskusi kita Ngobrol kita malam hari ini Kata kumpinya Jalan terus Hasil nanti akan muncul Tapi itu semua hanya bisa terjadi Kalau kita Tidak berhenti bergerak

01:37:1901:37:21

Terima kasih banyak Abah Sama-sama

01:37:2301:37:24

Terima kasih semuanya ya

01:37:2401:37:30

Maaf mengulur waktu sampai lama banget Maaf ya Pak Saya juga senang jadi reflektif

01:37:3201:38:14

Setiap kali Jangan lupa loh Setiap kali di diskusi begini tuh Sebuah saya juga belajar Buat saya juga reflektif Mutually beneficial Terima kasih ya Makasih buat semuanya Yang udah ikut dengerin Makasih semuanya yang udah ikut terlibat Ingat bahwa Teman-teman yang ikut dengerin Teman-teman bukan penonton Teman-teman adalah juga pelaku Kita sedang berbagi peran Hari ini saya berbicara Teman-teman mendengar Tapi ketika sampai pada action Semuanya yang bekerja melakukannya Gitu Makasih buat semuanya Abel makasih Terima

01:38:1501:38:16

kasih banyak Juga Abah

01:38:1701:38:18

Semuanya berbicara Terima kasih

01:38:2001:38:21

Assalamualaikum Makasih banyak

01:38:2301:38:25

Sekarang saya off ya Oke

01:38:2801:38:29

Oke

01:38:3001:38:51

baik terima kasih Semuanya terima kasih teman-teman Udah datang di Acara This Face Anis Unofficial ini Semoga teman-teman mendapatkan banyak insight Dari sini Mohon maaf karena sudah malam juga Jadi Jadi Izinkan saya mengakhiri Live Space ini Terima kasih banyak semuanya Yang sudah datang Ya

Transkrip Suara ke Teks Murah dan Cepat dengan Teknologi AI

  • Rp10.000/file, durasi tak terbatas dalam satu sesi
  • 95% akurasi