πŸŽ‰ Dapatkan Transkrip Cepat dan Murah Hanya Rp10rb/rekaman πŸŽ‰

Ganjar Pranowo - 3 Bacapres Bicara Gagasan Mata Najwa.mp3

Transkrip.id1 Jam 25 Menit

Transkrip berikut dihasilkan secara otomatis dari aplikasi Transkrip.id. Ubah audio/video menjadi teks secara otomatis hanya Rp10rb dengan durasi tak terbatas. Coba Sekarang!

00:00:0000:00:14

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

00:00:1800:00:24

Kita ketemu lagi setelah tadi berpisah tidak terlalu lama senang sekali melihat malah tambah penuh.

00:00:2400:00:29

Malah tambah penuh dan insya Allah akan terus penuh sampai nanti jam 10 malam.

00:00:2900:00:32

Karena ini adalah sesi kedua teman-teman.

00:00:3300:00:36

Dan untuk yang tadi mungkin tidak sempat menyimak sesi pertama.

00:00:3600:00:45

Saya akan ulang sedikit lagi bagaimana alur diskusi kita malam hari ini pada tiap baca press.

00:00:4600:00:52

Oke, jadi seperti tadi saya sampaikan formatnya memang sesuai kesepakatan dengan para baca press.

00:00:5200:00:58

Formatnya bergantian, tadi yang pertama sesuai abjad sudah hadir Anies Baswedan.

00:00:5800:01:01

Dan sesi ini akan hadir Ganjar Pranowo.

00:01:0600:01:11

Untuk menyegarkan ingatan lagi, akan kita bagi menjadi tiga bagian ya dedek-dedek.

00:01:1100:01:16

Yang pertama baca press akan menyampaikan gagasan atau spill gagasan selama 10 menit.

00:01:1700:01:24

Yang kedua akan ada tanya jawab yang akan saya pandu berdasarkan urutan topik yang sudah teman-teman pilih.

00:01:2500:01:29

Dan nanti kita akan tunjukkan lagi ada aplikasi barcode di layar.

00:01:2900:01:37

Tolong di-scan dan tentukan pilihan topik apa yang kamu ingin bahas atau dibahas lebih dalam dengan baca press Ganjar Pranowo.

00:01:3800:01:46

Dan setelah itu saya akan persilahkan kepada Sivitas Akademika yang namanya sudah saya peroleh sebelumnya.

00:01:4600:01:51

Tetapi juga saya akan persilahkan secara random kepada teman-teman untuk bertanya pada baca press.

00:01:5100:01:56

Saya juga akan membuka kesempatan untuk membacakan pertanyaan yang masuk lewat live streaming.

00:01:5700:02:05

Sejak tadi tinggi sekali jumlah penonton yang menyaksikan lewat live streaming dari seluruh Indonesia bahkan dari manca negara.

00:02:0500:02:16

Baik, kita akan langsung memulai sesi kedua dengan baca press Ganjar Pranowo. Kita berikan sambutan untuk Ganjar Pranowo.

00:02:2100:02:48

Baik, sekali lagi tepuk tangan untuk bakal calon presiden.

00:02:5100:02:56

Ganjar Pranowo yang juga malam ini pulang kampus tuh UGM.

00:03:2100:03:41

Ganjar Pranowo yang juga malam ini pulang kampus tuh UGM.

00:03:5200:04:06

Sekali lagi dong Ganjar Pranowo.

00:04:0900:04:12

Apa kabar mas Ganjar? Sehat-sehat mas?

00:04:1200:04:13

Alhamdulillah.

00:04:1300:04:14

Pulang kampus ya?

00:04:1400:04:19

Ya, beberapa waktu lalu disini pas kawan-kawan Maui sudah.

00:04:2000:04:25

Pulang kampus, mas Ganjar masih ketua alumni UGM gak sih?

00:04:2500:04:27

Sampai hari ini masih alhamdulillah.

00:04:2700:04:29

Sampai hari ini masih ketua alumni UGM.

00:04:3000:04:33

Eh tapi gak boleh ada konflik of interest loh, saya Ganjar aja.

00:04:3300:04:35

Ganjar Pranowo, tapi gak apa-apa aku mau nanya.

00:04:3500:04:39

Karena ketua keagama berarti seharusnya tahu UGM luar dalam.

00:04:4000:04:43

Ya gak? Seharusnya. Jadi aku mau ngetes.

00:04:4300:04:45

Aku mau ngetes.

00:04:4600:04:49

Ketemu jodoh juga di UGM.

00:04:5000:04:53

Tunggu-tunggu, mana istriku?

00:04:5300:04:55

Itu lho mbak Tiko.

00:04:5500:04:56

Oh ada anakku juga.

00:04:5600:04:57

Halo.

00:04:5800:05:00

Wah yang teriak cewek-cewek mas.

00:05:0300:05:04

UGM juga?

00:05:0400:05:10

Ya, ikut emaknya, ikut bapaknya, beda jurusannya.

00:05:1000:05:15

Mas Ganjar, alumni, ketua keagama, harusnya bisa dites.

00:05:1600:05:18

Tempat paling romantis di kampus ini.

00:05:1900:05:20

Dimana mas Ganjar?

00:05:2000:05:23

Buat saya, gelanggang mahasiswa.

00:05:2600:05:27

Kenapa kalau gelanggang mahasiswa?

00:05:2700:05:29

Ntar dulu, aku bukan anak UGM jadi gak tau.

00:05:2900:05:31

Gelanggang mahasiswa itu tempat olahraga?

00:05:3100:05:35

Gelanggang mahasiswa itu tempat bertemunya seluruh aktifis di sana.

00:05:3500:05:40

Dari perbagai kekiatan seni, diskusi, demo, olahraga, semua dari sana.

00:05:4100:05:42

Tapi sekarang sudah gak ada mbak.

00:05:4300:05:44

Sama Bu Rektor lagi dibangun.

00:05:4500:05:48

Yang panjangnya di depan gedung ini dari ujung sana sampai sini.

00:05:4900:05:50

Kenapa itu romantis dulu?

00:05:5100:05:56

Disitulah cerita saya bertemu dengan banyak orang.

00:05:5700:05:58

Sabar.

00:05:5800:05:59

Oh jadi Bu Atiko bukan satu-satunya?

00:06:0000:06:02

Ya bukan, masa satu-satunya?

00:06:0200:06:04

Belum, kan aku nanya mohon maaf ibu.

00:06:0400:06:05

Maksudnya temen kan?

00:06:0600:06:08

Maksudnya kan ini, tempat paling romantis.

00:06:0800:06:10

Jadi sebelum Bu Atiko bertemu dengan banyak.

00:06:1000:06:14

Oh iya, saya bertemu dengan yang di sana, saya taksir gak mau sama saya.

00:06:1600:06:20

Saya ke fakultas sebelah, saya taksir gak mau juga.

00:06:2100:06:23

Temu istri saya, dia satu-satunya yang mau.

00:06:2300:06:24

I love you.

00:06:2600:06:27

Dia aja yang mau mbak.

00:06:2800:06:33

Dan akhirnya, ya cerita novel cintaku di kampus biru ya dia.

00:06:3400:06:36

Buahnya sebelahnya itu sialan.

00:06:3700:06:38

Oke tes kedua.

00:06:3900:06:40

Paling romantis di gelanggang mahasiswa.

00:06:4100:06:43

Kantin yang paling murah dan paling enak di UGM.

00:06:4900:06:51

SGPC, tapi gak murah saat itu.

00:06:5200:06:55

Saya gak terlalu murah, saya makan di SGPC.

00:06:5600:06:59

Bayar sendiri kira-kira sebulan sekali aja.

00:07:0000:07:01

Selebihnya di traktir.

00:07:0200:07:03

Tapi itu yang paling murah dan paling enak?

00:07:0400:07:06

Gak terlalu murah buat saya pada saat itu.

00:07:0600:07:09

Tapi menurut saya paling enak, paling cozy bisa ketemu dengan temen-temen.

00:07:1000:07:12

Dulu tempatnya masih di sebelah gedung pusat.

00:07:1300:07:17

Terus habis itu pindah ke sebelah selokan Mataram.

00:07:1800:07:21

Dan saya kalau datang ke sini, biasanya makan di sana.

00:07:2100:07:22

Oke, lulus tes gak?

00:07:2300:07:24

Lulus tes ya?

00:07:2500:07:26

Tes seberapa UGM kamu?

00:07:2800:07:30

Mas Ganjar, formatnya seperti tadi.

00:07:3200:07:33

Akan dibagi tiga segmen.

00:07:3300:07:35

Dan ini segmen pertama, Spill Gagasan.

00:07:4600:07:47

Dua menit untuk Anda, Ganjar Peranowo.

00:07:4700:07:48

Terima kasih Mbak Nana.

00:07:4800:07:50

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

00:07:5200:07:54

Salam sejahtera untuk kita semua.

00:07:5400:07:57

Om Swastiastu, Namo Buddhaya, Rahayu.

00:07:5800:08:04

Saya mau memulai dari cerita beberapa waktu lalu kita menjadi tuan rumah untuk KTT ASEAN.

00:08:0500:08:06

Lanjut.

00:08:0600:08:11

Di KTT ASEAN ini ternyata nama Indonesia betul-betul sangat dipercaya.

00:08:1200:08:13

Sebelumnya adalah G20.

00:08:1300:08:15

Maka kalau kita melihat, lanjut.

00:08:1600:08:23

Kita akan menunjukkan kepada dunia bahwa Indonesia adalah negara terpercaya yang berada dalam track yang benar.

00:08:2400:08:25

Optimisme ini mesti dibangun.

00:08:2500:08:28

Tentu ada mimpinya seperti yang ada di situ.

00:08:2900:08:30

Mimpinya apa?

00:08:3000:08:33

Menuju 2045, 100 tahun Indonesia.

00:08:3400:08:43

Atau kalau mundur-mundur di 2050, setidaknya ekonomi kita akan melompat dari 17, rangkainya menjadi 4.

00:08:4400:08:47

Itu akan bergantung kita dan yang duduk di depan saya.

00:08:4800:08:49

Kira-kira itu.

00:08:5000:08:55

Dan kira-kira teman-teman, kita punya PR yang tidak gampang.

00:08:5600:08:57

Apa itu climate change.

00:08:5800:09:02

Yang kemudian kita mesti betul-betul berpikir sangat-sangat serius.

00:09:0300:09:04

Sangat serius pada persoalan ini.

00:09:0500:09:08

SDM kita tidak unggul, gak akan bisa kita tangani.

00:09:0900:09:11

Anggaran kita ada cukup, tidak bisa kita tangani.

00:09:1200:09:13

Kepedulian tidak ada, no way.

00:09:1400:09:15

Tidak akan bisa tertangani.

00:09:1600:09:23

Pada sisi itu, saya kira yang hadir di sini, teman-teman yang duduk di depan ini, yang di atas, di balkon semuanya,

00:09:2400:09:28

pasti akan menjadi bagian apa yang disebut sebagai bonus demografi.

00:09:2900:09:36

Di layar terpampang, kelas menengahnya ada 44% dan kemudian tenaga produktifnya 69%.

00:09:3700:09:39

Sebuah aset yang tidak main-main.

00:09:4000:09:41

Tidak main-main.

00:09:4100:09:47

Maka pada saat itu, inilah yang hari ini mesti kita siapkan betul untuk meraih itu.

00:09:4800:09:51

Meraih dengan serius, menyiapkan dengan baik.

00:09:5200:09:58

Dan hari ini saya senang diundang PUGM karena ini bagian atau menjadi center of excellence.

00:09:5900:10:06

Kampus yang betul-betul sebenarnya bisa kita ajak, kita order untuk merancang itu dengan baik,

00:10:0700:10:09

dengan data yang bagus, riset yang bagus, dan seterusnya.

00:10:0900:10:11

Dan transformasinya ada 6 pilar.

00:10:1200:10:16

Satu, soal pangan yang mesti dipenuhi, India sudah tidak mau mengeksplor lagi.

00:10:1700:10:18

India tidak mau.

00:10:1900:10:20

Vietnam, Thailand menahan diri.

00:10:2100:10:25

Indonesia yang kaya banget, apakah cukup bisa meningkatkan produktifitasnya?

00:10:2600:10:29

Apakah cukup SDM kita memberikan? Apakah cukup benda yang baik?

00:10:3000:10:31

Apakah cukup supportan yang bagus?

00:10:3200:10:35

Dan apakah ada off-taker yang bisa mengambil sehingga stabilitas saya tercapai?

00:10:3600:10:39

Pangan, termasuk diversifikasinya.

00:10:4000:10:46

Kembali lagi, yang berikutnya kemudian, kita bicara kondisi lingkungan yang tadi sepenggal saya ceritakan

00:10:4700:10:50

karena global climate change, kemudian terjadi situasi yang memburuk.

00:10:5100:10:56

Saya kira di beberapa tempat sekarang sudah mengalami gangguan ISPA karena polisi yang sangat luar biasa.

00:10:5700:11:01

Dan kita mulai pelan-pelan untuk mendorong, mengingatkan, berkomitmen.

00:11:0200:11:07

Sejak Kyoto Protokol, kemudian Paris Agreement, 190 negara saya kira,

00:11:0800:11:13

dan COP besok akan diselenggarakan di Uni Emirat Arab, semua akan ditageh komitmennya.

00:11:1400:11:18

Seserius apa, roadmapnya seperti apa, suka tidak suka, mau tidak mau.

00:11:1900:11:24

Maka mengurangi gas emisi, ekonomi hijau, ekonomi biru yang menjadi potensi

00:11:2500:11:27

untuk bisa kita kembangkan, itu yang mesti kita lakukan.

00:11:2800:11:34

Maka teman-teman, pada saat itulah kemudian, tidak cukup, ledakan penduduk yang sangat luar biasa,

00:11:3500:11:38

bumi saya kira sudah berada pada kapasitas yang berlebih.

00:11:3900:11:41

Suka tidak suka, energi sangat dibutuhkan.

00:11:4200:11:46

Tapi energi yang mencemari, rasa-rasanya, oke bro, metal dulu bro.

00:11:4800:11:52

Energi yang mencemari pasti sudah akan ditolak, pasti sudah akan ditolak.

00:11:5300:11:56

Tapi yang renewable yang mana? Apakah sudah cukup?

00:11:5700:11:59

Panas soreannya sudah cukup belum?

00:11:5900:12:01

Tenaga anginnya sampai di mana?

00:12:0100:12:03

Jio termanya sampai di mana?

00:12:0300:12:07

Ini yang menjadi PR dan ada 2 senario besar.

00:12:0700:12:12

Senario moderat, 2034 kita 31,8 persen.

00:12:1300:12:16

Di 2029 kita 23,5 persen.

00:12:1600:12:21

Tapi kalau mau skenario optimis, kira-kira 2034 kita berada di 56,9 persen.

00:12:2200:12:25

Berat, tapi kita harus lakukan.

00:12:2500:12:27

Suka tidak suka, no choice.

00:12:2700:12:29

Ini yang akan terjadi.

00:12:3000:12:39

Maka pada saat itulah, kecepatan-percepatan yang harus dibangun itu tidak cukup mengandalkan hanya human.

00:12:4000:12:42

Kita butuh alat.

00:12:4300:12:45

Apa instrumen yang bisa membantu?

00:12:4600:12:53

Artificial intelligence, dunia digital yang infrastrukturnya mulai disiapkan sejak sekarang,

00:12:5300:12:55

agar di remote area pun menjadi fair.

00:12:5600:13:00

Ada keadilan yang mereka terima sehingga dia bisa mendapatkan itu.

00:13:0100:13:04

Dan kalau itu bisa berkembang sampai dengan ekonominya,

00:13:0400:13:08

bahkan sampai ekonomi digital itu ada potensi yang bisa kita baca.

00:13:0800:13:13

Saya coba mencari teman para pakar untuk menghitung, 4.531 triliun.

00:13:1400:13:16

Tentang tantangannya sudah kelihatan.

00:13:1600:13:22

Infrastruktur, literasi digitalnya yang mesti dipenuhi dan akselerasi yang mesti kita lakukan.

00:13:2200:13:26

Kembali lagi, maka teman-teman, bapak ibu sekalian,

00:13:2700:13:31

energi sudah, digitalisasi sudah, maka pendidikan dan kesehatan.

00:13:3200:13:37

Tugas negara, tugas pemerintah adalah mengurusi orang sejak ibu hamil,

00:13:3800:13:42

sejak kita masih dalam kandungan, sampai terlahir, kemudian meninggal.

00:13:4300:13:45

Negara mengurusi semuanya yang ada di situ.

00:13:4600:13:49

Maka modal manusia sehat.

00:13:5000:13:56

Modal mereka yang sehat lahir batin adalah yang utama.

00:13:5800:14:02

Teman-teman, kalau itu kita sudah punya, gak ada standing,

00:14:0300:14:07

maka pertumbuhan jiwanya bagus, fisiknya bagus, otaknya bagus.

00:14:0700:14:10

Begitu dikasih pendidikan bagus, mereka mendapatkan itu.

00:14:1100:14:13

Pendidikan dan kesehatan yang baik.

00:14:1300:14:17

Dan kalau itu sudah berjalan terus-menerus, maka kita bisa lihat,

00:14:1800:14:21

lanjut yang tadi dari pendidikan, maka kita bisa lihat,

00:14:2200:14:25

kondisi ya bidang kerja yang tidak sesuai sekarang 53,3 persen.

00:14:2600:14:30

Ini orangnya kreatif terlalu punya talenta tinggi atau salah jurusan.

00:14:3100:14:32

Ini yang terjadi.

00:14:3200:14:38

Upah dibawah UMR masih 49, maka hari ini ini menjadi PR yang nanti mesti kita bereskan.

00:14:3800:14:41

Dan tingkat pengangguran terbuka masih 5,83 persen.

00:14:4100:14:44

Maka job creation yang hari ini betul-betul kita butuhkan.

00:14:4400:14:49

Sekolah fokasi, investasi, dan hilirisasi yang mesti kita lakukan,

00:14:4900:14:53

dan dari tenaga kita optimalkan sendiri.

00:14:5300:14:56

Kecuali kita tidak mampu, mari kita kolaborasi.

00:14:5600:14:59

Tapi transfer of knowledge, transfer of technologinya,

00:14:5900:15:01

mesti dilakukan, harus.

00:15:0100:15:03

Itu yang kita lakukan.

00:15:0300:15:06

Dan mata kuliahnya, karena kita di kampus,

00:15:0600:15:10

rasanya mesti dinamis dan menyesuaikan perkembangan zaman.

00:15:1000:15:11

Adaptif.

00:15:1100:15:14

Bu Rektor, saya kemarin menyampaikan pada teman-teman,

00:15:1400:15:17

rasanya MKDU-nya ditambah.

00:15:1700:15:20

Tidak hanya kemudian kita bercerita yang sudah ada,

00:15:2000:15:22

plus pelajaran digital.

00:15:2200:15:26

Rasanya anak-anak yang sekarang ditambahi ilmu itu,

00:15:2600:15:28

inovasinya berkembang dengan sangat luar biasa.

00:15:2800:15:30

Sangat luar biasa.

00:15:3000:15:32

Maka menjemput hilirisasi yang akan dilakukan,

00:15:3200:15:35

mesti disiapkan SDM-SDM yang unggul.

00:15:3500:15:36

Kembali.

00:15:3700:15:39

Kalau kita melihat seperti itu,

00:15:3900:15:41

ini semua berjalan dengan baik.

00:15:4100:15:44

Tidak akan bisa berjalan mulus-mulus saja,

00:15:4400:15:47

kalau penegakan hukumnya Mimbley,

00:15:4700:15:49

korupsinya Jamaah,

00:15:4900:15:52

dan sistem kemudian tidak bisa mengakomodasi itu.

00:15:5200:15:55

Akhirnya, bocorlah di mana-mana.

00:15:5500:15:58

Ini problem yang kemudian mesti kita tangani.

00:15:5800:15:59

Kita lihat saja,

00:15:5900:16:02

kalau dari grafik yang saya munculkan itu,

00:16:0200:16:04

antara yang orange dengan yang biru,

00:16:0400:16:06

berapa kasus dan berapa tersangkanya.

00:16:0600:16:10

Tapi, menghukum tidak cukup.

00:16:1000:16:12

Mencegah jahat lu lebih baik.

00:16:1200:16:14

Maka memberikan pendidikan anti-korupsi,

00:16:1400:16:18

sejak dini rasanya menjadi sebuah kewajiban.

00:16:1800:16:20

Membangun integritas dari dini.

00:16:2000:16:22

Dan tantangannya,

00:16:2200:16:24

kebiasaan korup, kebijakan korup,

00:16:2400:16:26

sistem aturan korup, dan praktek yang korup.

00:16:2600:16:28

Saya kurung di dalamnya.

00:16:2800:16:31

Apa karena aktor, regulasi, atau kelembagaannya.

00:16:3100:16:33

Ini yang kemudian menjadi kita tata,

00:16:3300:16:35

sehingga penguatan aparat pendekat hukum

00:16:3500:16:39

oleh jaksa KPK dan kepolisian is emas.

00:16:3900:16:42

Termasuk reform di masing-masing kelembagaannya.

00:16:4200:16:43

Kembali lagi.

00:16:4300:16:44

Maka teman-teman,

00:16:4400:16:48

kalau kita melihat dari ini, next.

00:16:4800:16:49

Ada tiga fondasi,

00:16:4900:16:52

melipat-gandakan anggaran untuk meng-cover itu,

00:16:5200:16:54

melakukan digitalisasi di dalam dunia pemerintahan

00:16:5400:16:57

agar lebih cepat dan membasmi korupsi.

00:16:5700:17:00

Ada regulasi, sistem dan kelembagaan,

00:17:0000:17:02

dan aktor yang harus dilakukan.

00:17:0200:17:03

Terakhir,

00:17:0300:17:05

maka ingin saya sampaikan bahwa lanjut,

00:17:0500:17:08

ada tujuh yang kemudian mesti kita sampaikan.

00:17:0800:17:09

Membangun SDM produktif,

00:17:0900:17:10

sebagian tadi saya sampaikan,

00:17:1000:17:13

stabilisasi harga pokok yang mesti kita lakukan,

00:17:1300:17:15

dan kemiskinan mesti dihapus,

00:17:1500:17:17

setidaknya yang ekstrim musti nol.

00:17:1700:17:19

Kerjaan sudah dimulai.

00:17:1900:17:21

Memperkuat jaring pengaman sosial,

00:17:2100:17:24

sampai dengan hilirisasi menuju industrialisasi,

00:17:2400:17:26

kelasnya dunia.

00:17:2600:17:29

Dan tingkatkan nilai tambah infrastruktur

00:17:2900:17:31

yang hari ini sudah dibangun oleh pemerintah

00:17:3100:17:33

sebagai fondasi yang kuat,

00:17:3300:17:37

dan mari kita kembalikan alam Indonesia jauh lebih baik.

00:17:3700:17:38

Terima kasih.

00:17:3800:17:40

Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

00:17:4100:17:42

Mas Ganjar Pranowo, terima kasih.

00:17:4200:17:45

Boleh dipersilakan duduk Mas Ganjar.

00:17:4800:17:50

Kita akan mulai ngobrol Mas,

00:17:5000:17:53

sambil saya menunggu hasil polling,

00:17:5300:17:56

daftar apa yang teman-teman yang hadir

00:17:5600:17:58

dan juga yang menyaksikan ini,

00:17:5800:18:00

mau dibahas bersama Anda.

00:18:0000:18:03

Tapi sebelumnya saya ingin memulai dengan isu yang rame sekali Mas,

00:18:0300:18:04

seminggu terakhir.

00:18:0400:18:05

Apa itu?

00:18:0500:18:08

Dan saya ingin dapat klarifikasi langsung dari Anda Mas.

00:18:0800:18:11

Perihal tayangan azan,

00:18:1400:18:20

yang menampilkan sosok Anda di stasiun televisi,

00:18:2000:18:22

milik Haritanu,

00:18:2200:18:25

yang kita tahu adalah seorang ketua partai

00:18:2500:18:29

yang mendukung pencalonan Anda sebagai presiden.

00:18:2900:18:33

KPI bawas lu memang sudah bilang tidak ada pelanggaran.

00:18:3300:18:36

Tapi video azan itu sudah menimbulkan

00:18:3600:18:39

banyak persepsi beragam di publik Mas.

00:18:3900:18:40

Sampai sejauh ada yang bilang,

00:18:4000:18:43

Ganjar Pranowo sedang memainkan politik identitas.

00:18:4600:18:48

Jadi saya mau tanya langsung ke Anda.

00:18:4800:18:51

Apa niatan dan maksud Anda Mas,

00:18:5100:18:56

masuk TV, berwudu, sholat, di tayangan azan?

00:18:5600:18:59

MNC punya tim kreatif, kemudian mengajak saya,

00:18:5900:19:02

dan saya pastikan dia punya kepentingan yang lain,

00:19:0200:19:05

apakah untuk company-nya, apakah untuk kepentingan yang lain.

00:19:0500:19:07

Dan kemudian dia mengajak saya,

00:19:0700:19:08

dan saya sampaikan,

00:19:0800:19:10

saya tidak punya sejarah politik identitas.

00:19:1000:19:13

Identitas saya adalah yang seperti ini,

00:19:1300:19:15

dan kita melakukan hal yang biasa,

00:19:1500:19:18

dan kemudian semuanya menilai,

00:19:1800:19:20

hasil akhirnya Mbak Nana sudah sebutkan.

00:19:2000:19:24

Mas, diajak oleh MNC,

00:19:2400:19:27

dan Anda katakan pasti punya kepentingan lain.

00:19:2700:19:28

Kalau kepentingan Anda pribadi,

00:19:2800:19:30

mau diajak apa Mas?

00:19:3000:19:33

Saya sebenarnya diajak pada banyak program berikutnya,

00:19:3300:19:35

dan nanti Mbak Nana boleh menunggu.

00:19:3500:19:37

Sudah kita siapkan program berikutnya yang lain,

00:19:3700:19:40

dan pasti akan juga tayang di sana,

00:19:4000:19:42

dan pada saat itu saya hanya mengingatkan,

00:19:4200:19:45

kalau ini nanti masuk pada wilayah kampanye,

00:19:4500:19:46

tolong dipertimbangkan.

00:19:4600:19:48

Kecuali bukan wilayah kampanye,

00:19:4800:19:50

silakan Anda pakai.

00:19:5000:19:51

Dan itu akan terjadi.

00:19:5100:19:54

Apakah berarti Anda memanfaatkan masa belum kampanye ini,

00:19:5400:19:58

ketika belum ada aturan yang spesifik akan menarget,

00:19:5800:20:01

dan juga memanfaatkan Anda belum dinyatakan resmi

00:20:0100:20:02

sebagai cawan presiden,

00:20:0200:20:05

untuk menunjukkan ganjar peranamu seorang yang religius?

00:20:0600:20:08

Saya akan menunjukkan diri saya sendiri.

00:20:1000:20:12

Saya menunjukkan saya suka lari,

00:20:1200:20:17

saya menunjukkan saya komunikasi dengan masyarakat,

00:20:1700:20:20

saya menunjukkan sikap-sikap yang lebih jelas.

00:20:2000:20:24

Sekali lagi, saya tidak ada dalam sejarah politik,

00:20:2400:20:26

menggunakan politik identitas.

00:20:2600:20:27

Boleh dicek.

00:20:2900:20:34

Jadi Anda membantah keras politik identitas bermain di azan itu?

00:20:3400:20:36

Mbak, ada identitas saya yang banyak dibaca.

00:20:3600:20:40

Mbak Sajah sudah mengidentifikasi saya dengan identitas saya.

00:20:4000:20:41

Pulang kampus?

00:20:4100:20:42

Pulang kampus.

00:20:4300:20:44

Di UGM.

00:20:4400:20:47

Tapi kemarin hari, saya orang yang pernah kuliah di UI,

00:20:4700:20:49

UI juga menyampaikan politik identitas saya.

00:20:4900:20:52

Mas Ganjar pakai batik makaradong gitu.

00:20:5200:20:56

Identitas saya kan banyak, tapi itu tidak saya jual.

00:20:5600:20:59

Karena pada sisi yang lain, saya bertemu dengan bante,

00:20:5900:21:01

saya bertemu dengan pendeta dan pastur,

00:21:0100:21:05

dan itu di-upload lebih dulu sebelum cerita-cerita ini,

00:21:0500:21:07

dan kemudian muncul statement Mbak Nana,

00:21:0700:21:08

yang saya agak terkejut.

00:21:0800:21:09

Baik.

00:21:1000:21:11

Mas Ganjar.

00:21:1400:21:16

Tadi dengan Mas Anies,

00:21:1600:21:21

saya memulai perbincangan dengan membuka LHKPN, Mas.

00:21:2100:21:22

Silahkan.

00:21:2200:21:26

Jadi saya juga ingin membuka LHKPN, Mas Ganjar.

00:21:2600:21:28

Dengan senang hati.

00:21:2800:21:31

Yang memang sudah terbuka untuk publik, kita akan tunjukkan.

00:21:3100:21:34

Dan saya sudah laporkan LHKPN terakhir saya,

00:21:3400:21:39

lima hari kurang, kurang lebih tiga hari setelah saya selesai.

00:21:3900:21:43

Mas ini yang terbaru enggak ya, ketika kekayaan Anda 13,45 miliar?

00:21:4300:21:44

Kira-kira segitu.

00:21:4400:21:45

Kira-kira segitu.

00:21:4700:21:49

Enggak, ini tahun 2022 Mbak.

00:21:4900:21:52

Ada yang lebih baru yang mungkin KPK belum melakukan,

00:21:5200:21:56

dan sekali lagi, tiga hari setelah saya pensiun sudah saya laporkan.

00:21:5600:21:58

Lebih kaya atau lebih miskin, Mas?

00:21:5800:22:03

Iya, masih segitu karena setelah itu saya punya hutang untuk bangun rumah saya di Jogja,

00:22:0300:22:06

dan saya jual rumah saya yang ada di Cibubur,

00:22:0600:22:08

sehingga kemarin harus anjlok dulu,

00:22:0800:22:14

tapi naik sedikit ketika kemudian saya menuntaskan seluruh pekerjaan saya.

00:22:1400:22:15

Masih sekitar angka-angka itu.

00:22:1500:22:22

Mas Genjar, saya tanyakan ini salah satunya karena diskusi soal betapa mahalnya

00:22:2200:22:26

kalau ingin jadi pejabat atau kalau masuk dalam kontestasi politik di negeri ini.

00:22:2600:22:28

Biaya politiknya mahal sekali.

00:22:2800:22:34

Apa rencana Anda untuk bisa membiayai, ada ilustrasi Mas Genjar,

00:22:3400:22:38

untuk TPS saja, TPS kurang lebih itu nanti akan ada 810 ribu.

00:22:3800:22:43

Jadi kalau satu TPS, satu saksi, satu saksi dikasih satu juta,

00:22:4400:22:48

itu sudah 800 miliaran lebih sendiri, baru soal TPS.

00:22:4800:22:51

Belum yang lain-lain, mahal sekali.

00:22:5100:22:55

Bagaimana strategi Anda untuk bisa membayar biaya yang besar itu Mas?

00:22:5500:23:00

Ada yang lupa Mbak Nana sampaikan, seolah-olah saya sedang berjalan sendiri.

00:23:0000:23:01

Tidak.

00:23:0200:23:05

Ada partai yang mengusung, dan besok itu Mbak,

00:23:0500:23:09

untuk pertama kalinya pilpres dengan pilihan legislatif bersama.

00:23:1000:23:14

Maka sekarang soal pembiayaan dari partai menyiapkan sehingga nanti,

00:23:1400:23:18

saksinya kan tidak sendiri-sendiri, saksinya bersama.

00:23:1800:23:21

Maka secara sistematis kami melakukan pelatihan saksi.

00:23:2100:23:22

Siapa mereka?

00:23:2200:23:26

Ada partai-partai pengusung, kader-kader partai, termasuk para relawan.

00:23:2600:23:29

Sehingga sebenarnya pembiayaan gotong roya sudah disiapkan oleh mereka.

00:23:2900:23:32

Saya ternyata tidak diberikan tugas untuk itu.

00:23:3200:23:37

Maka perjalanan saya sesuai dengan apa yang menjadi pendugasan saya sebagai seorang capres.

00:23:3700:23:41

Itu kalau baru satu unit, ada lagi unit-unit yang lain tentunya.

00:23:4100:23:42

Betul.

00:23:4200:23:46

Dan ada sebenarnya ketentuan di dalam undang-undang pilpres,

00:23:4600:23:50

pilihan legislatif itu, donasi bisa dilakukan kok sehat terbuka.

00:23:5000:23:54

Yang penting satu, bisa transparan, bisa akuntabel,

00:23:5400:23:59

dan kemudian pasti akan diminta pertanggungjawabannya ketika kemudian mereka harus melakukan

00:23:5900:24:02

selama perjalanan kampanye sampai kemudian diakhir.

00:24:0200:24:03

Itu.

00:24:0300:24:05

Saya kira model pembiayanya sangat beragam.

00:24:0600:24:11

Seorang anak muda Indonesia yang tinggal di Amerika,

00:24:1100:24:13

tiba-tiba telpon saya, saya tidak terlalu kenal.

00:24:1300:24:17

Kemudian dia datang dan dia menyampaikan beberapa pengalamannya,

00:24:1700:24:20

dia mengikuti kontestasi dua pilpres yang ada di sana,

00:24:2000:24:23

dan ternyata dia menjadi salah satu tim suksesnya di sana.

00:24:2300:24:25

Lalu dia sampaikan kepada saya,

00:24:2500:24:27

Mas saya mau bantu, saya gak kenal tapi saya mau bantu Mas Ganjar.

00:24:2700:24:28

Apa yang kamu bantu?

00:24:2800:24:30

Saya punya aplikasi.

00:24:3000:24:35

Aplikasi ini bisa kita pakai untuk berkomunikasi dengan publik,

00:24:3500:24:38

menyampaikan gagasan, ide, dan sebagainya,

00:24:3800:24:40

termasuk bagaimana fundraising dilakukan.

00:24:4000:24:41

Ada dua.

00:24:4100:24:43

Donasi yang bisa diberikan oleh mereka,

00:24:4300:24:46

dan yang kedua kita bisa menjual merchandise di sana.

00:24:4600:24:48

Saya kira ide-ide kreatif inilah yang kelak,

00:24:4800:24:52

kemudian perlu kita akomodasi yang datang dari anak muda itu.

00:24:5200:24:54

Mas Ganjar, soal pendanaan partai politik.

00:24:5400:24:58

Anda pernah mengusulkan agar partai politik mendapat bantuan dana

00:24:5800:25:01

1 triliun setiap tahun dari APBN.

00:25:0200:25:05

Apakah Anda masih pada gagasan yang sama Mas?

00:25:0500:25:07

Ini Anda sampaikan tahun 2021.

00:25:0700:25:08

Betul.

00:25:0800:25:10

Gagasannya masih sama?

00:25:1000:25:12

Masih, sebenarnya tidak itu Mbak.

00:25:1200:25:15

Lebih jauh lagi ketika saya masih di DPR RI.

00:25:1500:25:18

Menarik sih sebenarnya, ada hu-nya tadi.

00:25:2100:25:24

Ada teman-teman saya yang menjadi dosen ilmu politik di sini.

00:25:2400:25:27

There are no democracy without political party.

00:25:2800:25:30

Tidak ada demokrasi tanpa partai politik.

00:25:3000:25:34

Tidak ada calon presiden yang tidak diusulkan oleh partai politik.

00:25:3400:25:37

Tapi kalau gubernur kepala daerah, bisa.

00:25:3700:25:39

Boleh perorangan.

00:25:3900:25:41

Apa yang mau saya ceritakan?

00:25:4100:25:45

Pernah saya menjadi tim lobby, pernah saya menjadi ketua pansus,

00:25:4500:25:47

pernah saya menjadi anggota pansus.

00:25:4700:25:51

Ketika menyusun undang-undang parpol dan pemilu, termasuk pilpres.

00:25:5100:25:53

Saya ada di dalamnya.

00:25:5300:25:55

Saat itu berbincanglah semua orang,

00:25:5500:26:00

sampai dalam sumber pembiayaan partai politik adalah badan usaha milik partai.

00:26:0000:26:03

Tapi apa yang dilakukan? Diputuskan? Tidak ada yang setuju Mbak.

00:26:0300:26:08

Lalu partai hari ini suaranya hanya digaragai sedikit sekali.

00:26:0800:26:12

Sehingga akumulasinya bergantung dari representasi seluruh jumlah yang ada.

00:26:1200:26:15

Apa yang terjadi Mbak? Duitnya sedikit.

00:26:1500:26:17

Kemudian berangkatlah dua tim,

00:26:1700:26:20

satu pergi ke Amerika, satu pergi ke Jerman.

00:26:2000:26:22

Lalu membandingkan dua.

00:26:2200:26:25

Amerika saya kira lebih pada personal yang masuk.

00:26:2500:26:29

Tapi sistem kepartai yang ada di Eropa berbeda, Jerman berbeda.

00:26:2900:26:33

Maka kenapa banyak sekali yayasan atau stiftung yang ada di sana?

00:26:3300:26:36

Konrad, Frederik Nauman stiftung.

00:26:3600:26:38

Contoh-contoh itu yang kemudian mendorong,

00:26:3800:26:40

saya tanya sama anggota parlimen sana,

00:26:4000:26:42

duit Anda gede banget?

00:26:4200:26:44

Iya, kami gede banget.

00:26:4400:26:48

Kami melakukan kaderisasi partai, itu sumber rekrutmen kader.

00:26:4800:26:50

Kami menyiapkan pemimpin,

00:26:5000:26:53

kami menyampaikan gagasan dan ideologi ke seluruh dunia,

00:26:5300:26:55

dan kami membiayai dari itu.

00:26:5500:26:59

Mbak, kalau tidak ekstrim multi partai,

00:26:5900:27:02

tapi simple multi partai yang kita lakukan,

00:27:0200:27:03

maka apa yang terjadi?

00:27:0300:27:04

Partai tidak terlalu banyak.

00:27:0400:27:06

Kalau partai tidak terlalu banyak,

00:27:0600:27:09

satu triliun untuk sebuah perjalanan demokrasi tidak terlalu banyak.

00:27:0900:27:11

Tapi ada catatannya Mbak,

00:27:1100:27:13

karena ini duit negara,

00:27:1300:27:17

maka pengelolaannya harus transparan dan akuntabel,

00:27:1700:27:19

dan BPK turun untuk memeriksa itu.

00:27:2000:27:22

Maka fair menurut saya.

00:27:2200:27:27

Dan di tengah banyaknya program yang Anda usung Mas,

00:27:2700:27:29

seberapa ini akan jadi prioritas?

00:27:3100:27:32

Karena misalnya Mas,

00:27:3200:27:36

kalau sekarang kan aturannya itu seribu rupiah per suara sah teman-teman.

00:27:3700:27:40

Jadi yang paling besar dapat APBN itu sekarang partai Anda Mas Genjar,

00:27:4000:27:43

dapat PDE Perjuangan karena suaranya terbanyak,

00:27:4300:27:46

dapat uang APBN-nya juga terbanyak, 27 miliar.

00:27:4700:27:48

Kecil.

00:27:4800:27:49

Itu kecil ya Mas?

00:27:4900:27:50

Banget.

00:27:5000:27:51

Dibandingkan dengan?

00:27:5100:27:54

Mbak, Anda mau melakukan kaderisasi seperti apa Mbak?

00:27:5500:27:59

Maka kalau partai kemudian sebagai sumber itemen kader,

00:27:5900:28:02

dia harus mengedukasi, ya kadernya, ya publik.

00:28:0300:28:07

Lalu Anda ingin mendapatkan seorang pemimpin yang tumbuh dari sana,

00:28:0700:28:09

Anda berharap 27 miliar?

00:28:0900:28:11

Untuk melakukan itu Mbak, tidak bisa.

00:28:1100:28:13

Agarnya blended.

00:28:1300:28:17

Saya umpama bagaimana cara saya mengembangkan diri saya sendiri.

00:28:1700:28:20

Bagaimana kemudian saya pernah berhubungan dengan banyak sekali,

00:28:2000:28:24

lembaga-lembaga donor yang ada di sana dan kami diskusi.

00:28:2400:28:26

Itu yang kemudian kita lakukan.

00:28:2600:28:29

Oke, dan seberapa itu akan jadi skala prioritas Anda Mas Genjar?

00:28:2900:28:32

Atau ini tidak terlalu penting dibandingkan agenda prioritas Anda?

00:28:3200:28:34

Sorry Mbak, dua hal berbeda dari pertanyaan ini.

00:28:3400:28:36

Jangan konfus dulu Mbak.

00:28:3600:28:39

Itu anggaran untuk partai Mbak, tidak untuk Pilpres.

00:28:4000:28:42

Maka kalau kemudian kita akan agendakan itu,

00:28:4200:28:44

tentu itu ranah partai.

00:28:4400:28:46

Ranah saya adalah ngurus negara.

00:28:4600:28:48

Ranah saya adalah dalam konteks Pilpres.

00:28:4800:28:52

Maka bukan dengan anggaran itu kita gunakan.

00:28:5200:28:54

Tapi yang saya ceritakan pertama.

00:28:5400:28:56

Lalu kami akan lakukan sudah yang tadi kami sampaikan,

00:28:5600:28:58

tiga fondasi Mbak.

00:28:5800:29:02

Fondasi pertama adalah bagaimana kemudian anggaran itu bisa naik,

00:29:0200:29:05

tidak bocor, kemudian kita bisa membiayai sekolah.

00:29:0500:29:09

Yang miskin bisa mendapatkan sekolah terbaik sampai di UGM ini

00:29:0900:29:11

atau di perguruan tinggi yang lain.

00:29:1100:29:15

Dan kemudian guru, dosen bisa mendapatkan penghasilan yang layak,

00:29:1500:29:19

risetnya bagus, persoalan diselesaikan oleh mereka secara kolaboratif.

00:29:1900:29:22

Digitalisasi pemerintahan agar governance lebih baik.

00:29:2200:29:25

Agar kemudian integritas terjaga.

00:29:2500:29:28

Dan sekali lagi Mbak, tidak bocor.

00:29:2800:29:31

Karena kalau kita ketemunya masih orang-orang terus menerus,

00:29:3100:29:34

tidak bisa Mbak, pasti akan terjadi negosiasi.

00:29:3400:29:35

Dan korupsinya mesti dibasmi.

00:29:3500:29:37

Tiga saja yang menjadi fondasi utama.

00:29:3800:29:43

Mas Ganjar, saya akan tunjukkan hasil polling topik yang ingin dibahas malam ini bersama Anda.

00:29:4300:29:44

Silahkan.

00:29:4400:29:46

Kita lihat ada pilihan enam topik.

00:29:4600:29:48

Yang paling tinggi korupsi dan penegakan hukum, Mas.

00:29:4800:29:49

Pasti.

00:29:4900:29:52

Jadi nyambung ke yang tadi Anda katakan soal itu.

00:29:5200:29:53

Oke, masuk ya.

00:29:5300:29:54

Masuk Mas.

00:29:5400:29:55

Masuk.

00:29:5500:29:56

Nyambung ternyata.

00:29:5600:29:57

Masuk Pak Eko.

00:29:5700:29:58

Masuk Mas Ganjar.

00:29:5900:30:01

Korupsi dan penegakan hukum, Mas.

00:30:0100:30:03

Saya mau tanya soal ini, Mas.

00:30:0300:30:05

Ketua Umum Anda, Mas.

00:30:0500:30:07

Ibu Megawati Soekarno Putri.

00:30:1100:30:14

Ibu Mega sempat mengeluarkan pernyataan,

00:30:1400:30:17

bubarin saja KPK, tidak efektif.

00:30:2000:30:23

Saya mau tanya, Anda sependapat dengan Ibu Ketua Umum?

00:30:2300:30:25

Dalam konteks penegakan hukum,

00:30:2500:30:27

boleh nggak ada slide yang bisa ditampilkan ya,

00:30:2700:30:29

dari sisi hukum tadi.

00:30:2900:30:34

Baik dari jumlah penindakan kasus korupsi yang ada di Indonesia 2018-2022,

00:30:3400:30:37

biar semua publik audiens tau sikap saya.

00:30:3700:30:39

Sebagai capres.

00:30:4100:30:43

Agar tidak terjadi konfus,

00:30:4300:30:45

siapa berpendapat,

00:30:4500:30:46

siapa yang sedang duduk di sini.

00:30:4600:30:48

Kita sambil tunggu slide-nya disiapkan, Mas.

00:30:4800:30:49

Silahkan.

00:30:4900:30:50

Baik, lalu saya tanya,

00:30:5000:30:52

tantangannya tadi sudah saya sampaikan pada teman-teman.

00:30:5200:30:55

Yang pertama, kebiasaan kita korup.

00:30:5600:30:59

Kerja nyogok, mau dapet proyek nyogok,

00:30:5900:31:03

dan kemudian ketemu seseorang, ketangkap OTT, KPK,

00:31:0300:31:06

siapa? Aktor, analis aktor.

00:31:0600:31:08

Atau barangkali kebijakan yang korup,

00:31:0800:31:11

karena regulasi menguntungkan sebagian,

00:31:1100:31:15

dan kemudian itu dijadikan seolah-olah ini untuk kepentingan bersama,

00:31:1500:31:18

tapi yang bermain itu beberapa orang saja.

00:31:1800:31:21

Atau sistem aturan yang korup dari kelembagaannya.

00:31:2100:31:24

Jangan-jangan memang aturannya kurang bagus.

00:31:2400:31:27

Atau terakhir, ya prakteknya yang tiap hari tertoler,

00:31:2700:31:29

itu sudah biasa kok, gak apa-apa.

00:31:2900:31:32

Namanya juga orang kuasa, power tends to corrupt.

00:31:3200:31:34

Gak bisa. Ini tantangannya.

00:31:3400:31:37

Maka saya tuliskan, Mbak, di dalam solusi ini.

00:31:3700:31:41

Penguatan kejaksaan KPK dan kepolisian yang disebut sebagai APH.

00:31:4100:31:42

Clear?

00:31:4300:31:46

Jadi tidak sependapat bahwa KPK harus dibubarkan,

00:31:4600:31:48

malah justru harus dikuatkan.

00:31:4800:31:49

Sepakat dikuatkan.

00:31:4900:31:50

Sepakat dikuatkan.

00:31:5000:31:52

Artinya, Mas,

00:31:5300:31:56

saya mau follow up dengan pertanyaan yang lebih konkret.

00:31:5600:32:00

Artinya, apakah ketika nanti Anda menjabat presiden,

00:32:0000:32:05

KPK akan dikembalikan lagi independensinya?

00:32:0500:32:06

Tidak seperti sekarang?

00:32:0600:32:08

Dikuatkan.

00:32:0800:32:10

Revisi, Mas?

00:32:1000:32:13

Revisi, apakah kemudian akan dikembalikan?

00:32:1300:32:15

Karena revisi undang-undang KPK di nilai banyak pihak,

00:32:1500:32:16

itulah problem utama.

00:32:1600:32:19

Kenapa KPK kita sekarang melempem?

00:32:1900:32:21

Harus saya jawab ketiga kalinya.

00:32:2100:32:23

Satu, dikuatkan.

00:32:2300:32:25

Dua, revisi regulasi.

00:32:2500:32:27

Revisi regulasi, Mbak,

00:32:2700:32:31

itu membutuhkan satu treatment sendiri.

00:32:3100:32:33

Political interplay.

00:32:3300:32:37

Mbak, kenapa kemudian dalam konteks politik,

00:32:3700:32:39

ketika seseorang berkuasa,

00:32:3900:32:41

di sana ada yang mengontrol, namanya parlement.

00:32:4100:32:45

Orang boleh sinis soal parlement,

00:32:4500:32:50

tapi ilmu paling dasar check and balance system dalam trias politika itu ada.

00:32:5000:32:52

Bukan tidak.

00:32:5200:32:55

Para ilmuwan pendahulu filosof sudah melakukan itu.

00:32:5500:32:57

Maka yudikatifnya yang akan melakukan,

00:32:5700:33:01

tapi yang memproduksi regulasi adalah parlement.

00:33:0100:33:06

Maka kenapa dalam sebuah kekuasaan yang kemudian sedang berjalan,

00:33:0600:33:08

kepemimpinan yang sedang berjalan,

00:33:0800:33:10

seringkali terjadi lobby.

00:33:1000:33:13

Seringkali terjadi, seperti praktek Pak Jokowi,

00:33:1300:33:15

yang kalah pun diajak.

00:33:1500:33:16

Partai yang lain pun diajak.

00:33:1600:33:19

Kenapa? Agar terjadi penguatan sistem.

00:33:1900:33:23

Meskipun kuatnya itu bisa tertuduh nanti itu oligarki.

00:33:2300:33:25

Tapi itulah effort yang bisa dilakukan.

00:33:2500:33:28

Kalau kemudian semua dalam satu barisan sepakat,

00:33:2800:33:31

maka apa yang akan dilakukan itu bukan hal yang sulit.

00:33:3100:33:35

Penguatan lembaga, KPK, Anda sudah memberikan komitmen akan memperkuat KPK.

00:33:3500:33:37

Bagaimana dengan polisi, Mas Ganjar?

00:33:3700:33:38

Sama, Mbak.

00:33:3800:33:41

Polisi kurang kuat, Mas, sekarang.

00:33:4100:33:42

Sangat.

00:33:4400:33:45

Sekarang orang...

00:33:4500:33:46

Terlalu kuat?

00:33:4600:33:47

Bukan.

00:33:4800:33:51

Hari ini orang membicarakan polisi secara terbuka kok, Mbak.

00:33:5100:33:52

Betul.

00:33:5200:33:53

Secara terbuka.

00:33:5300:33:56

Saya kira sudah ada tim reformasi kepulitan yang dilakukan.

00:33:5600:34:01

Orangnya juga banyak yang representatif dari banyak kelompok masyarakat.

00:34:0100:34:05

Dan salah satu nama yang saya ingat adalah Nachwa Shihab.

00:34:0600:34:10

Anda tim reformasi percepatan reformasi hukum.

00:34:1100:34:13

Dan rekomendasi kami memang seperti itu, Mas.

00:34:1300:34:14

Salah satunya itu.

00:34:1400:34:20

Dan menurut saya rekomendasi dari kelompok independen yang dibentuk oleh negara,

00:34:2000:34:22

mewakili negara kan Mbak ya,

00:34:2200:34:24

mestinya dipakai dong.

00:34:2400:34:27

Suka atau tidak suka, tinggal kita berbicara.

00:34:2700:34:30

Ketika itu iya, maka bagaimana caranya?

00:34:3000:34:36

Cara kemudian diberikan kepada publik sebagai bentuk partisipasi dan accountability.

00:34:3700:34:41

Maka kemudian semuanya akan didorong bagaimana itu bisa lahir.

00:34:4100:34:45

Maka pada saat saya sekolah, diajarkan oleh profesor saya,

00:34:4500:34:49

apa itu political interplay dan apa yang dimaksud sebagai political appraisal.

00:34:4900:34:51

Agar kemudian itu bisa berjalan.

00:34:5100:34:54

Sesuai kehendak rakyat.

00:34:5400:34:56

Kehendak rakyat, Mbak.

00:34:5600:34:57

Tinggal itu saja.

00:34:5700:35:04

Adakah satu ide konkret, Mas, soal reformasi kepolisian,

00:35:0400:35:08

hal yang akan Anda lakukan spesifik, apakah dalam penguatan kelembagaan,

00:35:0800:35:12

atau dalam hal seleksi masuk menjadi polisi,

00:35:1200:35:15

atau dalam hal peningkatan kualitas profesionalisme mereka,

00:35:1500:35:18

dari sekian banyak reformasi yang diperlukan di tubuh kepolisian ini,

00:35:1800:35:20

mana menurut Anda yang jadi urgent sekali?

00:35:2000:35:21

Dua.

00:35:2200:35:24

Satu sistem, dua aktor.

00:35:2500:35:31

Tidak ada yang tidak pernah mendengar pendekar keadilan yang luar biasa dikejaksaan.

00:35:3100:35:33

Baharudin Lopah.

00:35:3500:35:37

Itu yang teriak mahasiswa hukum.

00:35:3800:35:41

Mahasiswa hukum dan orang makassar seperti saya.

00:35:4100:35:44

Idola Almarhum Pak Lopah.

00:35:4500:35:47

Saya mengidolakan beliau.

00:35:4700:35:48

Apa yang terjadi?

00:35:4800:35:52

Ketika sistemnya baik, aktornya gak baik, ternyata gak jadi, Mbak.

00:35:5300:35:58

Ketika sistemnya kurang baik, aktornya lebih dominan, itu bisa lebih mendrive.

00:35:5800:35:59

Maka ada dua.

00:36:0000:36:03

Maka yang mesti dilakukan adalah sistem yang kemudian diperbaiki,

00:36:0300:36:04

dan memilih aktor.

00:36:0400:36:08

Tentu ini bukan sesuatu yang mudah seperti ketika saya mengucapkan hari ini.

00:36:0800:36:10

Tapi harus saya sampaikan karena Anda bertanya.

00:36:1100:36:12

Mas Ganjar, kita akan lihat lagi.

00:36:1200:36:14

Boleh tadi nomor duanya apa ya?

00:36:1400:36:16

Nomor satu kalau tidak, tadi kan sudah.

00:36:1600:36:19

Nomor duanya soal lapangan kerja, Mas Ganjar.

00:36:1900:36:20

Silahkan.

00:36:2000:36:21

Lapangan kerja.

00:36:2100:36:23

Mas, Anda menyebut divisi Anda salah satunya.

00:36:2300:36:27

100 persen lulusan terserap dunia kerja atau berusaha.

00:36:2700:36:29

Konkretnya apa Mas Ganjar?

00:36:2900:36:33

Apa strateginya ketika Anda menyebut 100 persen lulusan terserap dunia kerja?

00:36:3300:36:40

Siapa sih Mbak yang bisa menentukan bahwa calon tenaga kerja ini kualifikasinya seperti ini?

00:36:4100:36:42

Industri dong?

00:36:4300:36:44

Perusahaan dong?

00:36:4500:36:46

Pertanyaan berikutnya.

00:36:4600:36:50

Teori lama mengatakan adakah link and match dengan dunia pendidikan?

00:36:5100:36:52

Teori lama Mbak.

00:36:5200:36:54

Diomongkan terus sih tapi.

00:36:5500:36:59

Maka konkretnya adalah bagaimana link and match ini betul-betul bisa dilakukan?

00:37:0000:37:02

Berapa kebutuhan tenaga kerja?

00:37:0200:37:04

Spesifikasinya apa?

00:37:0400:37:05

Kapan dibutuhkan?

00:37:0600:37:10

Maka seperti cerita manpower planning, itu bisa dilakukan dari awal kok.

00:37:1100:37:14

Buat saya, kasih aja penugasan di kampus.

00:37:1400:37:17

Kasih penugasan di sekolah vokasi.

00:37:1700:37:19

Saya punya cerita kecil.

00:37:1900:37:22

Saya tidak tahu apakah cukup bisa mewakili ya Mbak ya.

00:37:2300:37:29

Saya berasal dari orang keluarga tidak mampu dan kami bersusah payah untuk bisa kuliah dan lulus dari sini.

00:37:3000:37:32

Dan itu merubah nasib keluarga kami.

00:37:3400:37:35

Dendam, jelek ya Mbak dendam.

00:37:3500:37:39

Tapi harus saya ungkapkan jujur, saya dendam pada kemiskinan.

00:37:3900:37:43

Maka pada saat saya menjadi gubernur, saya buat SMK Jateng.

00:37:4300:37:45

Tiga Mbak sebagai ujucoba.

00:37:4600:37:48

Hanya menerima dari kelompok miskin.

00:37:4900:37:53

Tetap, kami bayar penuh boarding school.

00:37:5400:37:58

Mbak sampai hari ini 100% lulusannya terserap.

00:37:5900:38:02

Dan pada saat itu di tengahnya, kita bekerja sama dengan industri.

00:38:0200:38:04

Industrinya saya izinkan Mbak.

00:38:0500:38:09

Sebagai teaching industry dan mereka boleh merubah kurikulum.

00:38:0900:38:13

Pertanyaan saya, apakah kita di dunia pendidikan mau?

00:38:1400:38:21

Dan mampu untuk melakukan fitting, adjust, adaptasi dengan kondisi itu.

00:38:2200:38:25

Mbak kalau itu terpenuhi, maka ya kita siapkan.

00:38:2600:38:28

Saya ingat teman saya yang sekolah di Australia.

00:38:2800:38:30

Mungkin temannya Mbak Nana juga ya.

00:38:3000:38:37

Mas Ganjar di Australia itu, tren kebutuhan tenaga kerja itu disesuaikan selalu dengan dunia pendidikan.

00:38:3700:38:44

Kalau trennya hari ini mining, maka banyak sekali perkuruan tinggi menambah kerja fakultas mining.

00:38:4400:38:49

Tapi sekarang sudah dengan IT, banyak sekali yang kemudian miningnya dikurangi,

00:38:4900:38:52

sosial politiknya dikurangi, dia kembangkan itu.

00:38:5200:38:54

Maka itu menjadi sesuatu yang dinamis.

00:38:5400:38:57

Inilah yang kemudian kita harus siapkan untuk menuju ke sana.

00:38:5800:39:00

Mas Ganjar, karena kan kalau melihat datanya,

00:39:0000:39:05

faktanya tingkat pengangguran saat ini justru dijenjang yang lebih tinggi.

00:39:0500:39:10

SMK, SMA apalagi universitas lebih banyak yang nganggur daripada lulusan SD.

00:39:1100:39:14

Masuk kampus cuma menunda pengangguran 4 tahun adek.

00:39:1500:39:19

Jadi sarjana tidak membuat kemungkinan kalian diterima kerja lebih tinggi.

00:39:1900:39:21

Itu faktanya, itu datanya.

00:39:2100:39:23

Itu problem yang tadi anda sebutkan.

00:39:2300:39:26

Dan bagaimana kemudian Mas Ganjar, ini bisa dibalik.

00:39:2700:39:31

Bagaimana kemudian lewat agenda prioritas yang anda lakukan, ini bisa berbalik Mas Ganjar.

00:39:3100:39:33

Satu investasi.

00:39:3300:39:35

Enggak bisa dipungkiri.

00:39:3500:39:39

Investasi akan membuka lebih banyak lapangan kerja.

00:39:3900:39:41

Tapi jangan salah Mbak,

00:39:4100:39:46

anak-anak sekarang, apalagi mereka yang mau untuk tidak terikat,

00:39:4600:39:49

dan dia masuk dalam gig ekonomi,

00:39:4900:39:51

saya enggak mau kok Mas diikat Mas.

00:39:5200:39:54

Dan saya kira sebagian ada di sini.

00:39:5400:39:57

Siapa ingin jadi PNS angkat tangan teman-teman?

00:39:5800:40:00

Hanya sedikit Mbak.

00:40:0000:40:05

Siapa yang ingin bekerja sebagai buruh di perusahaan?

00:40:0600:40:08

Tidak ada yang mengaku.

00:40:0800:40:10

Siapa mau jadi pengusaha?

00:40:1000:40:12

Mbak, anda lihat ini.

00:40:1300:40:16

Entrepreneurship yang mesti dibangun hari ini.

00:40:1700:40:19

Ruang itu yang hari ini mesti dibuka.

00:40:2000:40:22

Fasilitasi negara yang mesti diberikan.

00:40:2300:40:25

Kreatif hub mesti dimasukkan.

00:40:2500:40:29

Kenapa infrastruktur digital dan digitalisasi proses yang ada itu mesti disiapkan?

00:40:2900:40:31

Karena saya tahu persis,

00:40:3100:40:35

generasi muda hari ini sangat lekat dengan peralatan ini.

00:40:3500:40:38

Dia punya talent yang dia miliki,

00:40:3800:40:42

dan kemudian dia bisa melakukan matching proses,

00:40:4200:40:45

dan kemudian pada saat itu dia putuskan.

00:40:4500:40:47

Dan saya tiba-tiba kaget.

00:40:4700:40:49

Ada games developer,

00:40:4900:40:51

tiba-tiba menjadi designer,

00:40:5100:40:55

atau tiba-tiba pasar tanah abang itu tidak laku,

00:40:5600:40:59

pedagangnya marah-marah karena semuanya jualan di TikTok.

00:41:0000:41:03

Mbak, ini dilakukan mereka,

00:41:0300:41:05

dan mereka sebagian angkat tangan.

00:41:0500:41:07

Tapi kami negara, pemerintah,

00:41:0700:41:08

mustinya mesti bersikap.

00:41:0800:41:10

Mari kita buka investasi,

00:41:1000:41:13

tapi mari kita biarkan ruang untuk membangun entrepreneur kepada mereka.

00:41:1400:41:16

Mas Gencar, saya ingin klarifikasi satu hal.

00:41:1600:41:19

Dari statement yang sempat anda katakan kemarin,

00:41:1900:41:21

dan itu bikin rame mas.

00:41:2100:41:23

Ketika anda bicara soal tenaga kerja Cina.

00:41:2400:41:27

Anda bilang, ya sudah kita usir besok pagi.

00:41:2700:41:29

Tapi kamu bisa gantikan? Enggak.

00:41:3000:41:32

Ini kemudian banyak orang rame,

00:41:3200:41:34

mungkin juga tidak paham konteksnya.

00:41:3400:41:36

Karena saya ingin kasih kesempatan anda untuk menjelaskan.

00:41:3600:41:39

Ketika anda bilang, memang bisa menggantikan TKA Cina.

00:41:3900:41:42

Itu anda meragukan kualitas SDM?

00:41:4200:41:44

Atau apa maksud anda mas Gencar?

00:41:4600:41:49

Ini pertanyaan yang bagus,

00:41:4900:41:51

yang irah-irahnya,

00:41:5100:41:53

irah-irah tau pasti mbak iya.

00:41:5300:41:55

Kalau sekolah hukum biasanya tau irah-irah.

00:41:5500:41:57

Yang pendahulunya sudah mbak katakan tadi,

00:41:5700:42:01

berapa sarjana yang bekerja pada bidangnya,

00:42:0100:42:03

berapa yang pengangguran,

00:42:0300:42:05

dan mbak Nana sampaikan kepada mereka kok tadi,

00:42:0500:42:08

Anda yang sudah belajar ini belum tentu dapat pekerjaan.

00:42:1000:42:12

Statementnya tadi.

00:42:1200:42:15

Suatu ketika saya didemo gede-gedean,

00:42:1500:42:17

karena ada investasi di banyak negara,

00:42:1700:42:19

tidak hanya di Tiongkok.

00:42:1900:42:21

Ada di Amerika, ada di Korea Selatan,

00:42:2100:42:23

ada di Jepang, ada di Eropa,

00:42:2300:42:25

ada di Tiongkok.

00:42:2500:42:27

Ramailah demo itu di depan.

00:42:2700:42:29

Saya lihat dari atas ada kawan-kawan buruh,

00:42:2900:42:31

ada aktivis macam-macam.

00:42:3100:42:34

Teriakannya itu, usir itu, usir itu.

00:42:3400:42:36

Ada gak beritanya itu?

00:42:3600:42:38

Ada.

00:42:3800:42:40

Lalu suatu ketika saya undang saja dialog,

00:42:4000:42:41

buruh apa?

00:42:4100:42:43

Kami pak yang harus bekerja.

00:42:4300:42:45

Anda yang harus bekerja.

00:42:4500:42:46

Masuk.

00:42:4600:42:48

Anda Syarbites?

00:42:4800:42:50

Gak lolos mbak?

00:42:5000:42:53

Apakah Anda meragukan hari ini dengan prosentase yang tidak terserap?

00:42:5300:42:55

Ya saya ragukan dong mbak.

00:42:5700:42:59

Saya ragukan dong.

00:42:5900:43:01

Terbukti kok angka penganggurannya seperti itu.

00:43:0100:43:03

Masa kita masih percaya?

00:43:0300:43:05

Kita harus ragu dong.

00:43:0500:43:07

Kalau kita gak ragu melihat itu tidak terserap tenaga kerja,

00:43:0700:43:09

eh pemerintah kamu ngapain?

00:43:0900:43:11

Kamu tidur.

00:43:1200:43:14

Apa artinya mbak?

00:43:1500:43:17

Vokasi mesti masuk.

00:43:1700:43:19

Bagaimana agar bisa cepat?

00:43:1900:43:23

Agar kita bisa menjadi tuan rumah di negeri sendiri.

00:43:2300:43:25

Agar kita bisa bekerja sendiri.

00:43:2500:43:29

Agar kita tidak hanya menyalahkan orang lain.

00:43:3000:43:32

Dan kemudian seolah-olah kita anti investasi,

00:43:3200:43:34

dan kita bicara,

00:43:3400:43:36

usir mereka, usir kelompok itu,

00:43:3600:43:38

masuk pada isu sara, isu etnis,

00:43:3800:43:39

dan dikembangkan semuanya.

00:43:3900:43:41

Gak mau mbak.

00:43:4100:43:43

Investasi masuk ke Indonesia harus ada jaminan.

00:43:4300:43:45

Maka saya sampaikan,

00:43:4500:43:47

jangankan yang itu,

00:43:4700:43:49

kalau mereka sudah tidak anda kendaki,

00:43:4900:43:51

kita usir besok pagi, tapi kita bisa apa enggak?

00:43:5100:43:53

Jangankan membuat.

00:43:5300:43:55

Anda nginstall alat itu bisa apa enggak?

00:43:5500:43:57

Mbak, ini sebuah dialog proses panjang,

00:43:5700:43:59

yang seringkali muncul,

00:43:5900:44:01

dan tidak ada orang yang berani menjelaskan dengan tegas,

00:44:0100:44:03

apa sebenarnya yang terjadi.

00:44:0300:44:05

Maka kenapa kemudian saya bicara,

00:44:0500:44:07

vokasi mesti disiapkan,

00:44:0700:44:09

infrastruktur pendidikan disiapkan,

00:44:0900:44:11

anggaran ditambah,

00:44:1100:44:13

guru pengajar diberikan penghasilan yang baik,

00:44:1300:44:17

Mbak, 10 lulusan terbaik itu jadi dosen.

00:44:1900:44:21

Ya dong, masa jadi MC?

00:44:2300:44:25

Siapa mas MC saya? Jurnalis bukan MC.

00:44:2500:44:27

Jurnalis lah kalau gitu.

00:44:2700:44:29

Dan jurnalis profesi yang membanggakan loh mas.

00:44:2900:44:33

Oh iya, maksud saya kalau mbak lulusan 10 terbaik,

00:44:3700:44:39

kalau kemudian lulusan terbaik, kan sebuah harapan,

00:44:3900:44:41

bahwa dia kembali ke kampus,

00:44:4100:44:43

dan kemudian mengajarkan ilmunya.

00:44:4300:44:45

Itu aja sebenarnya.

00:44:4500:44:47

Mas Ganjar, kita akan lihat pertanyaan berikutnya,

00:44:4700:44:49

yang diminta oleh teman-teman untuk disampaikan.

00:44:4900:44:51

Silakan.

00:44:5100:44:53

Ini kebebasan berpendapat mas Ganjar.

00:44:5300:44:55

Silakan.

00:44:5500:44:57

Jadi tadi pertanyaan ini juga saya tanyakan ke mas Anies mas.

00:44:5700:44:59

Saya waktu itu, kok kemarin,

00:44:5900:45:01

baru tadi mas,

00:45:0100:45:03

2 jam yang lalu bertanyaannya,

00:45:0300:45:05

dengan meminta bakal calon presiden yang lain,

00:45:0500:45:07

untuk memberikan skala penilaian.

00:45:0700:45:09

Bagaimana menilai

00:45:0900:45:11

atmosfer kebebasan berpendapat di negeri ini.

00:45:1100:45:13

Mas Anies kasih nilainya tadi,

00:45:1300:45:15

5 atau 6.

00:45:1500:45:17

Dan memberikan contoh,

00:45:1700:45:19

kalau kita masih menyebut

00:45:1900:45:21

Wakanda dan Kohona sebagai

00:45:2100:45:23

pengganti Indonesia dalam berpendapat,

00:45:2300:45:25

maka masih ada problem.

00:45:2500:45:27

Itu tadi kata mas Anies.

00:45:2700:45:29

Saya ingin tanya pendapat anda,

00:45:2900:45:31

berapa nilainya mas kalau anda kasih?

00:45:3100:45:33

Kita bicara kebebasan berpendapat.

00:45:3300:45:35

7,5.

00:45:3500:45:37

Lebih baik, 7,5.

00:45:3700:45:39

Mbak, saya tiap hari dibully kok mbak.

00:45:4100:45:43

Saya menuntut mereka? Tidak.

00:45:4300:45:45

Karena paradigma berpikir saya,

00:45:4500:45:47

mereka yang meneriaki saya,

00:45:4700:45:49

mereka membully saya,

00:45:4900:45:51

saya waktu itu sebagai gubernur,

00:45:5100:45:53

mereka sedang memberikan koreksi dan energi buat saya,

00:45:5300:45:55

tidak saya penjarakan kok.

00:45:5700:45:59

Mereka yang menyebut

00:45:5900:46:01

dan takut itu, karena pasti memang ada

00:46:0100:46:03

tekanan.

00:46:0300:46:05

7,5%.

00:46:0500:46:07

Mari kita lihat,

00:46:0700:46:09

yang keras kayak apapun, yang ngomongnya

00:46:0900:46:11

sekasar apapun sampai hari ini,

00:46:1100:46:13

dipenjara mbak? Tidak.

00:46:1300:46:15

Diterima? Diterima.

00:46:1500:46:17

Kalau kita melihat

00:46:1700:46:19

seperti itu, oh mbak,

00:46:1900:46:21

hari ini yang namanya

00:46:2100:46:23

medsos, aku keluarin dulu dong.

00:46:2500:46:27

Ini ngomong

00:46:2700:46:29

sebebas-bebasnya.

00:46:2900:46:31

Setelah saya acara ini,

00:46:3100:46:33

aku yakin nanti,

00:46:3300:46:35

satu jam setelah ini, banyak

00:46:3500:46:37

omongan-omongan yang dipotong dan kemudian

00:46:3700:46:39

dikomentari. Apakah saya akan menuntut?

00:46:3900:46:41

Tidak. Karena kemarin terjadi

00:46:4100:46:43

setelah saya bicara di UI.

00:46:4700:46:49

Pada saat saya bicara di UI,

00:46:4900:46:51

dosen pembimbing saya semuanya,

00:46:5100:46:53

Mas Ganjar, terima kasih. Anda menjelaskan

00:46:5300:46:55

dengan jelas, ada yang kami setuju,

00:46:5500:46:57

sebagian kami

00:46:5700:46:59

tidak setuju, oke.

00:46:5900:47:01

Saya terima kasih, inilah kampus,

00:47:0100:47:03

inilah mimbar,

00:47:0300:47:05

inilah kebebasan.

00:47:0500:47:07

Ada catatan ini, catatan ini.

00:47:0700:47:09

Mas Ganjar, masa digituin? Anda jelaskan dong.

00:47:0900:47:11

Saya tidak perlu, karena dia

00:47:1100:47:13

anonim, dia pengecut, bukan

00:47:1300:47:15

seorang pemberani.

00:47:1500:47:17

Mas Ganjar, itu kalau bicara

00:47:1700:47:19

Mas Ganjar sebagai pribadi dan pejabat publik

00:47:1900:47:21

menanggapi itu. Tapi kalau

00:47:2100:47:23

bicara data, lain lagi datanya Mas Ganjar.

00:47:2300:47:25

Silakan. Kontras misalnya bicara

00:47:2500:47:27

data dalam kurun waktu Juni 2022

00:47:2700:47:29

sampai Juli 2023

00:47:2900:47:31

setidaknya ada

00:47:3100:47:33

183 peristiwa pelanggaran

00:47:3300:47:35

hak terhadap kebebasan

00:47:3500:47:37

berekspresi, mulai dari serangan fisik,

00:47:3700:47:39

digital, penggunaan perangkat hukum,

00:47:3900:47:41

hingga intimidasi.

00:47:4100:47:43

Jadi, ya

00:47:4300:47:45

masih problem kalau kita

00:47:4500:47:47

bicara data, bukan hanya sekedar persepsi

00:47:4700:47:49

Mas Ganjar. Saya kasih komen. Silakan Mas.

00:47:4900:47:51

Perbandingannya berapa?

00:47:5100:47:53

Sayang tidak ada perbandingan.

00:47:5300:47:55

Umpama, sekian orang

00:47:5500:47:57

bicara.

00:47:5700:47:59

Kontras atau siapapun lembaganya

00:47:5900:48:01

melakukan riset. Inilah

00:48:0100:48:03

ujaran-ujaran umpama.

00:48:0300:48:05

Hate speech.

00:48:0500:48:07

Inilah hoax.

00:48:0700:48:09

Inilah bully. Terus

00:48:0900:48:11

kemudian dari sekian yang ada,

00:48:1100:48:13

sekian ditangkap. Kalau itu bisa dihadirkan

00:48:1300:48:15

di forum ini, maka kita bully.

00:48:1500:48:17

Kalau persentasenya itu terlalu

00:48:1700:48:19

tinggi, saya yang salah.

00:48:1900:48:21

Mas, bukankah satu

00:48:2100:48:23

saja sudah terlalu banyak kalau orang

00:48:2300:48:25

harus terintimidasi karena pendapat

00:48:2500:48:27

pandangannya? Oke.

00:48:2700:48:29

Kalau kemudian

00:48:2900:48:31

itu yang Anda, satu orang saja

00:48:3100:48:33

tidak, ketika kemudian yang lain

00:48:3300:48:35

tersinggung, apakah kita akan membiarkan

00:48:3500:48:37

seperti saya membiarkan mereka?

00:48:3700:48:39

Maksudnya, Mas?

00:48:3900:48:41

Mbak, saya tidak pernah menuntut.

00:48:4100:48:43

Tapi ketika kemudian aparat

00:48:4300:48:45

penegak hukum katakan ya, melihat

00:48:4500:48:47

Mbak Nana kemarin nyerang Ganjar, dan Anda

00:48:4700:48:49

melanggar ABCD,

00:48:4900:48:51

Anda dihukum nggak?

00:48:5100:48:53

Ini hukum atau bukan?

00:48:5300:48:55

Kalau iya, maka

00:48:5500:48:57

hukum dengan sistemnya akan

00:48:5700:48:59

punya tempat untuk mereka melakukan appeal.

00:48:5900:49:01

Dia mau banding, dia mau

00:49:0100:49:03

kasasi. Tapi kalau satu

00:49:0300:49:05

kemudian dicatat dan ya Mas, satu saja

00:49:0500:49:07

tidak, yaudah kalau gitu bebas saja.

00:49:0700:49:09

Saya mau maki kalian di depan dengan

00:49:0900:49:11

kalimat yang kasar, dengan kebun binatang.

00:49:1100:49:13

Apakah itu Mbak Indonesia?

00:49:1300:49:15

Apakah itu yang

00:49:1500:49:17

dimaksud Budi Bekerti? Apakah

00:49:1700:49:19

itu guru-guru kami mengajarkan

00:49:1900:49:21

kepada kami, sehingga kami saling

00:49:2100:49:23

tidak hormat antar sesama?

00:49:2300:49:25

Yang mana, Mbak?

00:49:2500:49:27

Kalau Anda mau ekstrim pada tingkat itu,

00:49:2700:49:29

oke, Mas satu-satu orang saja ini.

00:49:2900:49:31

Mbak, nggak ada yang sempurna, Mbak.

00:49:3100:49:33

Nggak bisa kita menjadi orang

00:49:3300:49:35

pemimpi pada soal itu. Kita mesti

00:49:3500:49:37

down to earth, dan kita katakan

00:49:3700:49:39

Bro, kamu salah.

00:49:3900:49:41

Kamu minta maaf kamu, atau dihukum.

00:49:4300:49:45

Persepsi atas

00:49:4500:49:47

orang takut berekspresi, Mas,

00:49:4700:49:49

itu juga, misalnya, ditunjukkan

00:49:4900:49:51

lewat hasil survei.

00:49:5100:49:53

Indikator politik Indonesia,

00:49:5300:49:55

tahun 2002, misalnya, menemukan

00:49:5500:49:57

62 persen masyarakat semakin takut

00:49:5700:49:59

mengeluarkan pendapat. Dan itu

00:49:5900:50:01

dikatakan mereka yang usianya di bawah

00:50:0100:50:03

40 tahun. Jadi generasi yang besar

00:50:0300:50:05

di era demokrasi. Sekali lagi, ini

00:50:0500:50:07

persepsi, tapi ini persepsi yang

00:50:0700:50:09

terangkap oleh metodologi ilmiah

00:50:0900:50:11

atau survei. Saya cuma hanya ingin

00:50:1100:50:13

apakah setelah melihat ini, mendengar data,

00:50:1300:50:15

nilainya tetap 7,5,

00:50:1500:50:17

atau Anda ingin mengubah nilainya?

00:50:1700:50:19

Saya orang konsisten, Mbak. Hitam atau putih,

00:50:1900:50:21

bukan abu-abu. Tetap 7,5,

00:50:2100:50:23

walaupun data dan menunjukkan itu?

00:50:2300:50:25

Silahkan. Karena Anda menampilkan

00:50:2500:50:27

data ini, dan Anda menampilkan data

00:50:2700:50:29

sebelumnya, dan saya challenge itu.

00:50:2900:50:31

Terima kasih, Mas Genjar.

00:50:3100:50:33

Saya akan kasih kesempatan.

00:50:3300:50:35

Kenapa saya bilang terima kasih dengan sangat imut?

00:50:3500:50:37

Karena itu penanda, bagian saya

00:50:3700:50:39

sudah selesai, Mas. Sekarang saya mau lempar ke

00:50:3900:50:41

teman-teman yang ada di

00:50:4100:50:43

audience, teman-teman Civitas Akademika.

00:50:4400:50:46

Sebelum saya lempar random,

00:50:4600:50:48

saya akan mempersilahkan

00:50:4800:50:50

para dosen ya, Mas,

00:50:5000:50:52

yang sudah kemudian juga

00:50:5200:50:54

saya dapat namanya dari teman-teman UGM.

00:50:5400:50:56

Ada Dr. Ari Sujito.

00:50:5900:51:01

Dosen Departemen Sosiologi Visipol UGM.

00:51:0200:51:04

Dr. Ari ada di mana?

00:51:0400:51:06

Hai, Mas.

00:51:0600:51:08

Silahkan, silahkan.

00:51:0800:51:10

Terima kasih, Mbak Nana.

00:51:1000:51:12

Selamat malam, Mas Genjar.

00:51:1300:51:15

Mas, dari

00:51:1500:51:17

3 dari 6

00:51:1700:51:19

pilar yang tadi Mas Genjar sebut,

00:51:1900:51:21

soal pangan,

00:51:2100:51:23

soal energi, soal perlindungan, dan kesehatan.

00:51:2300:51:25

Saya ingin juga ajak

00:51:2500:51:27

Mas Genjar, kira-kira 10 tahun lalu

00:51:2700:51:29

Anda kan sebagai

00:51:2900:51:31

Komisi 2 di DPR.

00:51:3100:51:33

Mas Genjar juga kemudian

00:51:3300:51:35

jadi Gubernur.

00:51:3500:51:37

Saya pengen Mas Genjar bicara soal

00:51:3700:51:39

masal depan desa.

00:51:3900:51:41

Problem kemiskinan, ketimbangan,

00:51:4100:51:43

dan sebagainya itu alamannya rata-rata di desa.

00:51:4400:51:47

75.400 sekian desa

00:51:4700:51:49

sejak Undang-Undang Desa nomor 6 tahun 2014

00:51:4900:51:51

ada kemajuan yang cukup serius.

00:51:5100:51:53

Tetapi problem hari ini yang

00:51:5300:51:55

mungkin menjadi PR untuk dipecahkan

00:51:5500:51:57

buat Mas Genjar

00:51:5700:51:59

adalah, dan ini menjadi problem kita

00:51:5900:52:01

masyarakat Indonesia adalah

00:52:0100:52:03

desa itu mengalami

00:52:0300:52:05

birokratisasi baru.

00:52:0500:52:07

Sampah teknokrasi

00:52:0700:52:09

yang berlebihan.

00:52:0900:52:11

Banyaknya ruang mereka untuk membuat

00:52:1100:52:13

inovasi-inovasi itu

00:52:1300:52:15

mengalami keterbatasan. Sehingga

00:52:1500:52:17

soal pangan, soal energi

00:52:1700:52:19

mereka tidak dibenahi, mereka tidak diberdayakan

00:52:1900:52:21

saya agak

00:52:2100:52:23

ragu itu.

00:52:2300:52:25

Di antaranya saya ingin catat, sekarang terjadi

00:52:2500:52:27

fragmentasi kelembagaan.

00:52:2700:52:29

Kementerian Desa, Kementerian Dalam Negeri, dan Kementerian Keuangan.

00:52:2900:52:31

Betul.

00:52:3100:52:33

Saya mau challenge Mas Genjar.

00:52:3300:52:35

Anda mau melakukan apa itu?

00:52:3500:52:37

Berubah.

00:52:3700:52:39

Berubah.

00:52:4500:52:47

Nanti dulu, Mas Gita sudah selesai belum?

00:52:4700:52:49

Silahkan dilanjut dulu.

00:52:4900:52:51

Mas Genjar.

00:52:5100:52:53

Ini demonstran dulu ini mbak.

00:52:5300:52:55

Sama kita sering demo di Bundaran.

00:52:5500:52:57

Makanya kita challenge sama-sama

00:52:5700:52:59

demonstran. Mas Genjar,

00:52:5900:53:01

saya kira, soal dana desa

00:53:0100:53:03

yang besar, Cokowi pernah bilang nih,

00:53:0300:53:05

sebenarnya perputaran dana yang mestinya

00:53:0500:53:07

kita manfaatkan itu cukup.

00:53:0700:53:09

Sekali lagi, kalau misalnya Anda presiden,

00:53:0900:53:11

ini kan capers ya,

00:53:1100:53:13

tantangan terbesar untuk menghubungkan

00:53:1300:53:15

tiga kelembagaan,

00:53:1500:53:17

tiga kementerian, itu bukan pekerjaan mudah.

00:53:1700:53:19

Tapi saya tantang,

00:53:1900:53:21

apa yang Anda lakukan

00:53:2100:53:23

untuk mengkonsolidasi

00:53:2300:53:25

agar desa ini tidak terjebak pada

00:53:2500:53:27

birokratisasi berlebihan, sehingga

00:53:2700:53:29

otaknya desa itu,

00:53:2900:53:31

elit-elit desa ini tidak sekedar soal jabatan terus.

00:53:3100:53:33

Kita bicara soal

00:53:3300:53:35

terobosan-terobosan yang dibuat berdasarkan

00:53:3500:53:37

undang-undang desa itu.

00:53:3700:53:39

Satu, kalau boleh teruskan satu lagi,

00:53:3900:53:41

Mas Genjar,

00:53:4100:53:43

Apa?

00:53:4300:53:45

Ini saya serius, Mas Genjar ya.

00:53:4500:53:47

Loh, saya itu dua rios, Mas. Aku gak berdiri kalau gitu.

00:53:4700:53:49

Boleh berdiri gak, Pak?

00:53:4900:53:51

Silahkan, silahkan, Pak. Panggung untuk Anda.

00:53:5100:53:53

Panggung untuk Gajah Peranawa, silahkan.

00:53:5300:53:55

Gimana, Mas Jito?

00:53:5500:53:57

Mas Genjar, orang menilai

00:53:5700:53:59

Mas Genjar ini adalah juga

00:53:5900:54:01

sebagian mau melanjutkan gagasan

00:54:0100:54:03

Jokowi, soal desa.

00:54:0300:54:05

Apa yang akan dilanjutkan

00:54:0500:54:07

dari Mas Genjar, dari Jokowi, catatan

00:54:0700:54:09

tentang desa, dan apa yang

00:54:0900:54:11

perlu dikoreksi soal desa?

00:54:1100:54:13

Itu aja.

00:54:1300:54:15

Terima kasih.

00:54:1500:54:17

Kirain gini-gini tadi masih

00:54:1700:54:19

terus. Kita kan ya

00:54:1900:54:21

Pak Warek ya, takut saya.

00:54:2100:54:23

Ban, jawabnya

00:54:2300:54:25

boleh berdiri gak, Pak? Boleh, boleh, Mas.

00:54:2500:54:27

Soalnya tadi gini-gini. Boleh, Mas. Silahkan.

00:54:2700:54:29

Mas Ari,

00:54:2900:54:31

Mas Ari ini sebenarnya bertanya yang

00:54:3100:54:33

dia sudah tahu waktu membahas undang-undang desa

00:54:3300:54:35

saya diskusi sama dia.

00:54:3500:54:37

Ada, kita bocorin aja.

00:54:3700:54:39

Lu gak enak, Mas.

00:54:3900:54:41

Sesama friend kita mau bicara.

00:54:4100:54:43

Tapi pertanyaan substantif.

00:54:4300:54:45

Mas Ari,

00:54:4500:54:47

ketika membahas undang-undang desa,

00:54:4700:54:49

yang ada adalah...

00:54:5300:54:55

Enggak, Mas. Maaf, maaf. Bukan.

00:54:5500:54:57

Salahan teknis, Mas.

00:54:5700:54:59

Kadang...

00:54:5900:55:01

Sampai mana aku tadi, ya?

00:55:0100:55:03

Pada saat membahas undang-undang itu,

00:55:0300:55:05

semua berbicara

00:55:0500:55:07

keaselian.

00:55:0700:55:09

Asal-usul.

00:55:0900:55:11

Dan saya tidak pernah lupa pada soal itu.

00:55:1100:55:13

Mas Ganjar,

00:55:1300:55:15

asal-usul desa.

00:55:1700:55:19

Kalaulah kemudian,

00:55:1900:55:21

kesempatan itu nanti muncul,

00:55:2100:55:23

Mas Ari, kita revisi undang-undangnya.

00:55:2300:55:25

Kita sudah belajar

00:55:2500:55:27

betul.

00:55:2700:55:29

Maaf, sekali lagi pada

00:55:2900:55:31

kawan-kawan desa, maaf.

00:55:3100:55:33

Kalau soal masa jabatan,

00:55:3300:55:35

mari kita bicara.

00:55:3500:55:37

Tapi soal subtansi,

00:55:3700:55:39

mari kita diskusi.

00:55:3900:55:41

Yang perlu diberikan

00:55:4100:55:43

oleh negara ini

00:55:4300:55:45

kepada desa adalah TRAS.

00:55:4700:55:49

Kasih itu pada kades.

00:55:4900:55:51

TRAS.

00:55:5100:55:53

Ketika TRAS,

00:55:5300:55:55

maka pemerintah

00:55:5500:55:57

jangan terlalu ngatur

00:55:5700:55:59

banyak-banyak.

00:55:5900:56:01

Apalagi kalau itu soal

00:56:0100:56:03

anggaran dana desa.

00:56:0300:56:05

Habis!

00:56:0500:56:07

Saya pembina

00:56:0700:56:09

kades sampai hari ini.

00:56:1100:56:13

Mas Ari,

00:56:1300:56:15

kalau kita TRAS,

00:56:1500:56:17

asal-usul desa yang asli itu

00:56:1700:56:19

kita berikan kepada mereka

00:56:1900:56:21

cukup dengan rambu-rambu.

00:56:2100:56:23

Kami tidak merendahkan.

00:56:2300:56:25

Maaf.

00:56:2500:56:27

Kami komunikasi dengan mereka

00:56:2700:56:29

dan diskusi terus-menerus.

00:56:2900:56:31

Saya sampaikan,

00:56:3100:56:33

Mas Ari, pada mereka.

00:56:3300:56:35

Kalau kita TRAS,

00:56:3500:56:37

dana desanya kita kasih rambu-rambu

00:56:3700:56:39

agar mereka punya bandwidth

00:56:3900:56:41

yang cukup untuk menyusun program.

00:56:4100:56:43

Mereka

00:56:4300:56:45

punya pendamping desa.

00:56:4500:56:47

Punya mereka.

00:56:4700:56:49

Maka diskusilah,

00:56:4900:56:51

kalau itu ruang yang paling demokratis.

00:56:5100:56:53

Bahasa saya,

00:56:5300:56:55

jangan ikut kakaknya.

00:56:5500:56:57

Siapa kakaknya desa?

00:56:5700:56:59

Adalah kabupaten,

00:56:5900:57:01

adalah provinsi.

00:57:0100:57:03

Maka birokratisasi

00:57:0300:57:05

desa hari ini

00:57:0500:57:07

merontokkan asal-usul dan kehasilan desa itu.

00:57:0700:57:09

Rontok.

00:57:0900:57:11

Akhirnya berpikir

00:57:1100:57:13

semua birokratis.

00:57:1300:57:15

Tapi, kalau inovasi

00:57:1500:57:17

desa itu tumpul,

00:57:1700:57:19

besar.

00:57:1900:57:21

Tata kelola dana desa yang hari ini

00:57:2100:57:23

muncul dari inovasi yang ada

00:57:2300:57:25

sudah masuk dalam sebuah buku

00:57:2500:57:27

yang dikeluarkan oleh kementerian keuangan.

00:57:2700:57:29

Sayang, kenapa tidak menteri desa?

00:57:2900:57:31

Sayang.

00:57:3100:57:33

Saya mencatat juga

00:57:3300:57:35

sebagai orang

00:57:3500:57:37

yang memang secara moral

00:57:3700:57:39

saya ikut menyusun undang-undang desa

00:57:3900:57:41

dan waktu itu saya jadi gubernur.

00:57:4100:57:43

Kemudian kita treat mereka

00:57:4300:57:45

agar mereka punya

00:57:4500:57:47

pemikiran-pemikiran

00:57:4700:57:49

untuk dia berinovasi.

00:57:4900:57:51

Desa antikorupsi

00:57:5100:57:53

terbentuk.

00:57:5300:57:55

Desa inklusi terbentuk.

00:57:5500:57:57

Bahkan dengan keagama.

00:57:5700:57:59

Kita dorong mereka.

00:57:5900:58:01

Saya terima kasih Bu Rektor.

00:58:0100:58:03

Kawan-kawan mahasiswa kemudian KKN

00:58:0300:58:05

secara tematik dan menyelesaikan program itu.

00:58:0500:58:07

Mas,

00:58:0700:58:09

pada saat undang-undang desa itu

00:58:0900:58:11

akhirnya berjalan dan praktek itu

00:58:1100:58:13

berjalan saya sampaikan.

00:58:1300:58:15

Desa, Kemendes

00:58:1500:58:17

dengan Kemdagri

00:58:1700:58:19

hari ini

00:58:1900:58:21

saya bayangkan gini.

00:58:2100:58:23

Soal pemerintahan dalam negerinya

00:58:2300:58:25

itu hanya

00:58:2500:58:27

sampai di kaki bagian bawah

00:58:2700:58:29

tapi tidak sampai di telapak.

00:58:2900:58:31

Karena telapaknya

00:58:3100:58:33

terputus.

00:58:3300:58:35

Telapaknya siapa? Telapaknya dari Kemendes.

00:58:3500:58:37

Maka inisiasi

00:58:3700:58:39

Kemendes sudah saatnya

00:58:3900:58:41

diarahkan bukan soal

00:58:4100:58:43

membagi

00:58:4300:58:45

dan mengkapleng anggaran dana

00:58:4500:58:47

desamu buat apa,

00:58:4700:58:49

tapi memberikan fasilitasi agar potensi

00:58:4900:58:51

desanya bisa berkembang

00:58:5100:58:53

sesuai dengan yang ada di masing-masing.

00:58:5300:58:55

Baik.

00:58:5500:58:57

Terima kasih Mas Ganjar.

00:58:5900:59:01

Kita akan kasih kesempatan yang berikutnya ya Mas.

00:59:0300:59:05

Kedoktor RR

00:59:0500:59:07

Siti Murtiningsih

00:59:0700:59:09

dosen Fakultas Filsafat UGM.

00:59:1100:59:13

Aku udah deg-degan lho Mbak.

00:59:1300:59:15

Saya pikir Siti Atikoh.

00:59:1500:59:17

Enggak, kalau itu

00:59:1700:59:19

ngobrolnya di rumah aja Mas.

00:59:1900:59:21

Silahkan Siti.

00:59:2100:59:23

Selamat malam

00:59:2300:59:25

Mbak Nana.

00:59:2500:59:27

Selamat malam Mas Ganjar.

00:59:2700:59:29

Selamat malam Siti.

00:59:2900:59:31

Saya selalu mengingat Mas Ganjar itu sejak

00:59:3100:59:33

tahun 89 bulan sampai sekarang

00:59:3300:59:35

itu masih tetap sama.

00:59:3500:59:37

Kesimpulan saya salah satu.

00:59:3700:59:39

Mas Ganjar selalu

00:59:3900:59:41

muda dan bahagia.

00:59:4500:59:47

Alhamdulillah Mas.

00:59:5300:59:55

Saya sangat salut terhadap

00:59:5500:59:57

kesetiaan Mas Ganjar

00:59:5700:59:59

untuk

00:59:5901:00:01

keperpihatannya kepada

01:00:0101:00:03

kelompok kelas bawah.

01:00:0301:00:05

Itu bisa disaksikan

01:00:0501:00:07

betapa Mas Ganjar sering

01:00:0701:00:09

saya ikutin gagasannya

01:00:0901:00:11

untuk kelompok-kelompok rentan ini

01:00:1101:00:13

dengan cara berusukan ke desa-desa

01:00:1301:00:15

kemudian menyapa

01:00:1501:00:17

kepada kelompok-kelompok rentan ini.

01:00:1701:00:19

Tetapi Mas Ganjar

01:00:1901:00:21

sayangnya kalau kita

01:00:2101:00:23

bicara tentang narasi

01:00:2301:00:25

inklusifitas itu biasanya

01:00:2501:00:27

seringkali itu kita

01:00:2701:00:29

hanya didasarkan pada

01:00:2901:00:31

problem keragaman

01:00:3101:00:33

identitas.

01:00:3301:00:35

Entah itu identitas keagamaan

01:00:3501:00:37

entah itu

01:00:3701:00:39

gender atau suku.

01:00:3901:00:41

Tetapi dalam kebijakan publik

01:00:4101:00:43

basis inklusifitas

01:00:4301:00:45

itu seharusnya bukan hanya

01:00:4501:00:47

identitas tetapi juga

01:00:4701:00:49

kelas saya kira.

01:00:4901:00:51

Karena minimnya isu kelas dalam narasi

01:00:5101:00:53

inklusifitas banyak sekali

01:00:5301:00:55

kemudian kebijakan negara

01:00:5501:00:57

yang sangat merugikan

01:00:5701:00:59

kelas sosial tertentu.

01:00:5901:01:01

Sehingga konflik vertikal

01:01:0101:01:03

antara warga dan aparat negara

01:01:0301:01:05

itu tidak terhindarkan.

01:01:0501:01:07

Nah

01:01:0701:01:09

yang terbaru adalah kita bisa lihat

01:01:0901:01:11

konflik dirempang

01:01:1101:01:13

dan kita juga masih ingat

01:01:1301:01:15

betul konflik yang dikendeng

01:01:1501:01:17

yang terjadi justru saat

01:01:1701:01:19

Mas Ganjar ketika itu menjadi gubernur.

01:01:2901:01:31

Pertanyaan saya

01:01:3101:01:33

saya ingin tahu sebenarnya

01:01:3301:01:35

sejauh mana komitmen Mas Ganjar

01:01:3501:01:37

ini terhadap inklusifitas

01:01:3701:01:39

kelas dalam kebijakan publik.

01:01:3901:01:41

Jika ada konflik vertikal

01:01:4101:01:43

antara warga dan negara misalnya

01:01:4301:01:45

apa yang kemudian Mas Ganjar

01:01:4501:01:47

akan lakukan?

01:01:4701:01:49

Nah itu satu, karena tadi Mas WR juga dua

01:01:4901:01:51

saya tambah satu lagi. Boleh Ibu dijawab dulu ya Bu

01:01:5101:01:53

mohon maaf supaya kalau ada waktu

01:01:5301:01:55

nanti saya akan kasih kesempatan untuk dilempar lagi.

01:01:5501:01:57

Terima kasih.

01:01:5701:01:59

Apa yang akan Mas Ganjar lakukan

01:01:5901:02:01

ketika itu terjadi? Pemimpin tertinggi

01:02:0101:02:03

harus turun tangan.

01:02:0701:02:09

Rempang sekarang menjadi

01:02:0901:02:11

diskusi Bu Siti.

01:02:1101:02:13

Mas Ganjar masih

01:02:1301:02:15

ingat kendeng, saya selesaikan kendeng Bu.

01:02:1501:02:17

Pada saat saya

01:02:1701:02:19

masuk saya tidak akan menyalahkan, saya penanggung jawabnya.

01:02:1901:02:21

Ganjar.

01:02:2101:02:23

Ganjar Pranowo penanggung jawabnya.

01:02:2301:02:25

Ketika Ganjar terpilih 2013

01:02:2501:02:27

proyek itu sudah ada.

01:02:2901:02:31

Cuman tradisi kita

01:02:3101:02:33

tidak terlalu banyak orang mau

01:02:3301:02:35

saya yang salah dan bertanggung jawab.

01:02:3501:02:37

Maka ketika

01:02:3701:02:39

kemudian tidak selesai dan menjadi isu

01:02:3901:02:41

nasional yang harus dilakukan oleh

01:02:4101:02:43

seorang pemimpin, kamu sendiri yang harus

01:02:4301:02:45

turun tangan menyelesaikan.

01:02:4501:02:47

Bukan orang lain.

01:02:4901:02:51

Oke Bu.

01:02:5101:02:53

Dan akhirnya yang dikatakan oleh Mas Ari

01:02:5301:02:55

tadi adalah, bagaimana kita

01:02:5501:02:57

mendorong kekuatan yang ada

01:02:5701:02:59

di sekitarnya dan itu dalam konteks

01:02:5901:03:01

pemerintahan adalah desa,

01:03:0101:03:03

maka dialah yang kita ajak.

01:03:0301:03:05

Itulah inklusifitas

01:03:0501:03:07

dalam pembangunan versinya

01:03:0701:03:09

Ganjar Pranowo dalam praktek.

01:03:1101:03:13

Bu, saya

01:03:1301:03:15

belajar dari banyak orang.

01:03:1501:03:17

Di kampus

01:03:1701:03:19

ini saya diajarkan kerakyatan.

01:03:1901:03:21

Di kampus ini.

01:03:2101:03:23

Di kampus ini

01:03:2301:03:25

saya diajari melawan Bu.

01:03:2501:03:27

Bunderan itu

01:03:2701:03:29

kalau bisa bercerita, dia akan

01:03:2901:03:31

bercerita apa yang dilakukan oleh

01:03:3101:03:33

anak-anak UGM pada saat itu,

01:03:3301:03:35

bagaimana dia berpihak, bagaimana dia melawan.

01:03:3501:03:37

Dan itu pendidikan yang tidak

01:03:3701:03:39

pernah saya dapatkan di kelas

01:03:3901:03:41

saya. Tapi di kampus

01:03:4101:03:43

ini saya dapatkan.

01:03:4501:03:47

Dua,

01:03:4701:03:49

bagaimana kemudian kita melakukan

01:03:4901:03:51

karena kita

01:03:5101:03:53

seringkali pemerintah ini

01:03:5301:03:55

sombong

01:03:5501:03:57

mengatakan dirinya adalah

01:03:5701:03:59

superman atau superwoman

01:03:5901:04:01

seolah-olah

01:04:0101:04:03

keputusan yang top-down

01:04:0301:04:05

itu adalah yang sudah benar.

01:04:0501:04:07

Bu, itu

01:04:0701:04:09

salah.

01:04:0901:04:11

Pelajaran yang saya dapatkan

01:04:1101:04:13

oleh seorang Dr. Ari Sujito

01:04:1301:04:15

waktu saya jadi gubernur pertama adalah

01:04:1501:04:17

bagaimana partisipasi

01:04:1701:04:19

diberikan ruang

01:04:1901:04:21

kepada mereka dari

01:04:2101:04:23

kelompok-kelompok marginal itu.

01:04:2301:04:25

Bu,

01:04:2501:04:27

pelajaran yang saya dapatkan dari

01:04:2701:04:29

Ari CS pada saat itu.

01:04:2901:04:31

Tahun berikutnya saya

01:04:3101:04:33

menyusun APBD pertama saya

01:04:3301:04:35

saya izin menceritakan

01:04:3501:04:37

evident base ya, biar saya tidak

01:04:3701:04:39

ngomong di langit.

01:04:3901:04:41

Karena ini pernah saya lakukan.

01:04:4101:04:43

Alhamdulillah kemudian kurang lebih sembilan

01:04:4301:04:45

tahun bu, setiap

01:04:4501:04:47

kali Muslim Bank, kami

01:04:4701:04:49

bukan mengundang orang datang

01:04:4901:04:51

ke kantor provinsi, tapi gubernur

01:04:5101:04:53

mendatangi ke enam eks

01:04:5301:04:55

karisidenan, mengundang mereka

01:04:5501:04:57

untuk hadir.

01:04:5701:04:59

Metode, cara.

01:04:5901:05:01

Kalau mas Ari, bagaimana caranya?

01:05:0101:05:03

Begini bro Ari,

01:05:0301:05:05

caranya kita menyelesaikan.

01:05:0501:05:07

Lalu siapa representasi yang masuk?

01:05:0701:05:09

Camat? Enggak bu.

01:05:0901:05:11

Bupati kepala dinas?

01:05:1101:05:13

Nanti giliranmu terakhir.

01:05:1301:05:15

Siapa tiga yang pertama bu?

01:05:1501:05:17

Kelompok perempuan,

01:05:1701:05:19

penyandang disabilitas,

01:05:1901:05:21

dan kelompok anak-anak?

01:05:2101:05:23

Tiga bu.

01:05:2501:05:27

Suatu ketika saya harus menyelesaikan

01:05:2701:05:29

beberapa persoalan.

01:05:2901:05:31

Ada energi,

01:05:3101:05:33

ada pabrik semen,

01:05:3301:05:35

ada bendungan,

01:05:3501:05:37

ada jalan tol.

01:05:3701:05:39

Ibu korek, boleh korek saya.

01:05:3901:05:41

Satu-satu. Dan saya

01:05:4101:05:43

kalau berkenan, kalau boleh Mbak Nana

01:05:4301:05:45

diperpanjang dua jam lagi, saya jelaskan satu-satu.

01:05:4501:05:47

Serius.

01:05:4701:05:49

Kenapa saya sampaikan Mbak?

01:05:4901:05:51

Pada saat saya datang,

01:05:5101:05:53

bu, persoalannya kadang-kadang tidak terlalu rumit.

01:05:5501:05:57

Saya harus menghormati satu rumah

01:05:5701:05:59

ketika Brexit terjadi.

01:05:5901:06:01

Berpes-exit.

01:06:0101:06:03

Macet lebaran.

01:06:0301:06:05

Kamu udah lahir belum?

01:06:0501:06:07

Udah, alhamdulillah.

01:06:0701:06:09

Tahu cerita Brexit?

01:06:0901:06:11

Tahu ya?

01:06:1101:06:13

Enggak, iya.

01:06:1301:06:15

Masih kecil. Apa yang terjadi?

01:06:1501:06:17

Satu rumah tidak mau minggir, bu.

01:06:1701:06:19

Pak Ganjar ini gimana?

01:06:1901:06:21

Sudah, biarkan saja.

01:06:2101:06:23

Disewa dulu, sampai kemudian

01:06:2301:06:25

lebarannya selesai. Jadi arus

01:06:2501:06:27

lelintasnya begini, bu. Di tengahnya ada rumah

01:06:2701:06:29

satu, kemudian orang melingkar.

01:06:3101:06:33

Setelah selesai, kita lobby, kita

01:06:3301:06:35

datangi, kita sampaikan penjelasan

01:06:3501:06:37

berkali-kali. Dan saya bukan

01:06:3701:06:39

orang yang mampu sendirian, bu.

01:06:3901:06:41

Saya undang tokoh

01:06:4101:06:43

masyarakat, bu.

01:06:4301:06:45

Saya undang tokoh agama untuk membantu menyelesaikan.

01:06:4501:06:47

Bukan untuk mengajak dalam politik

01:06:4701:06:49

identitas.

01:06:4901:06:51

Tapi menyelesaikan persoalan itu.

01:06:5101:06:53

Menyelesaikan persoalan itu.

01:06:5301:06:55

Apa yang terjadi, bu?

01:06:5501:06:57

Alhamdulillah, beres.

01:06:5701:06:59

Tapi, bu, masih menyisakan

01:06:5901:07:01

satu lagi. Setelah selesai,

01:07:0101:07:03

ternyata tanah yang dipakai itu

01:07:0301:07:05

dibelah jalan.

01:07:0501:07:07

Karena tanahnya agak luas.

01:07:0701:07:09

Yang dibeli yang kena jalan, sisanya

01:07:0901:07:11

dibeli, bu.

01:07:1101:07:13

Tolong, sampaikan pada pemerintah.

01:07:1301:07:15

Ini tinggal sepetil.

01:07:1501:07:17

Tinggal secuil. Tolongin

01:07:1701:07:19

dibeli sekalian. Dan saya lakukan

01:07:1901:07:21

itu satu per satu.

01:07:2101:07:23

Mungkin ini tidak

01:07:2301:07:25

memuaskan, tapi ketika persoalan

01:07:2501:07:27

itu tidak selesai dan membuat

01:07:2701:07:29

persoalan besar,

01:07:2901:07:31

pemerintah tertinggi harus

01:07:3101:07:33

turun tangan. Minimal di wilayah itu.

01:07:3301:07:35

Jangan pernah cuci

01:07:3501:07:37

tangan. Harus turun tangan

01:07:3701:07:39

dan mempereskan.

01:07:3901:07:41

Tapi,

01:07:4101:07:43

gak ada sepeda lu ini.

01:07:4301:07:45

Tapi,

01:07:4501:07:47

ketika kemudian seperti

01:07:4701:07:49

rempang dan sebagainya yang hari ini sudah terjadi,

01:07:4901:07:51

maka dalam konteks ini

01:07:5101:07:53

harus segera ada yang turun tangan.

01:07:5301:07:55

Cuma ke depan bagaimana?

01:07:5501:07:57

Libahkanlah mereka.

01:07:5701:07:59

Karena eksistensi mereka dalam kelompok

01:07:5901:08:01

kelas bu Siti sampaikan tadi, faktanya ada.

01:08:0101:08:03

Sehingga dalam perdebatan itu,

01:08:0301:08:05

kemarin Mbak Nana yang nanya kepada saya,

01:08:0501:08:07

Mas Ganjar, kalaupun seperti ini gimana?

01:08:0701:08:09

Gak apa-apa, itu DN Klav aja.

01:08:0901:08:11

Masyarakatnya biar di situ DN Klav.

01:08:1101:08:13

Atau kemudian kita aja

01:08:1301:08:15

oke, ini mau dibangun,

01:08:1501:08:17

kamu terlibat.

01:08:1701:08:19

Kamu bagian

01:08:1901:08:21

dari pemilik.

01:08:2101:08:23

Kamu harus mendapatkan prioritas pertama

01:08:2301:08:25

di tempat itu.

01:08:2501:08:27

Kalau kamu unskilled, mohon maaf,

01:08:2701:08:29

kamu harus diwajibkan

01:08:2901:08:31

atau perusahaannya diwajibkan

01:08:3101:08:33

untuk membereskan dia

01:08:3301:08:35

agar kemudian pekerjaan yang ada di situ

01:08:3501:08:37

membikin orang yang ada

01:08:3701:08:39

itu naik kelas.

01:08:3901:08:41

Terima kasih.

01:08:4101:08:43

Terima kasih Mas Ganjar.

01:08:4301:08:45

Saya akan langsung kasih kesempatan

01:08:4501:08:47

ke perwakilan Majelis Wali Amanat

01:08:4701:08:49

yang dari mahasiswa.

01:08:4901:08:51

Ada Lintang Laksitoki nanti.

01:08:5301:08:55

Ada di mana?

01:08:5501:08:57

Ya ini perwakilan mahasiswa

01:08:5701:08:59

yang juga sekarang menjadi perwakilan

01:08:5901:09:01

di Majelis Wali Amanat. Silahkan Lintang.

01:09:0101:09:03

Ya selamat malam Pak Ganjar.

01:09:0301:09:05

Malam Lintang ya.

01:09:0501:09:07

Pernah kan saya Lintang dari Fakultas Felisafat.

01:09:0701:09:09

Ya.

01:09:0901:09:11

Kamu muridnya

01:09:1101:09:13

Bu Siti bukan? Oh iya benar.

01:09:1301:09:15

Bu Siti termasuk dosen

01:09:1501:09:17

yang baik atau yang killer?

01:09:1701:09:19

Lo kok melasahi yang ditanya Pak Ganjar?

01:09:1901:09:21

Loh kan saya pengen tahu.

01:09:2101:09:23

Biar kamu berani menilai.

01:09:2301:09:25

Wah jelas, Bu Siti itu sangat baik sekali Pak Ganjar.

01:09:2501:09:27

Alhamdulillah.

01:09:2701:09:29

Ah iya Bu.

01:09:3101:09:33

Ya mungkin saya izin bertanya.

01:09:3301:09:35

Karena kapabilitas saya

01:09:3501:09:37

sebagai mahasiswa tentu

01:09:3701:09:39

saya juga pengen isu yang di sekitar saya saja.

01:09:3901:09:41

Sejauh pembacaan saya

01:09:4101:09:43

saya kurang menemukan Bapak

01:09:4301:09:45

berbicara mengenai isu pendidikan.

01:09:4501:09:47

Terutama pendidikan tinggi.

01:09:4701:09:49

Jadi ini saya berbicara pada

01:09:4901:09:51

tidak hanya pada bakal baca pres

01:09:5101:09:53

eh sorry, baca pres

01:09:5301:09:55

tetapi seorang ayah yang menyekolahkan

01:09:5501:09:57

yang mengkuliahkan

01:09:5701:09:59

anaknya di universitas.

01:09:5901:10:01

Nah berbicara tentang pendidikan tinggi

01:10:0101:10:03

PTN-BH

01:10:0301:10:05

jadi salah satu persoalan

01:10:0501:10:07

yang dituntut untuk hidup

01:10:0701:10:09

mandiri dan bertambah

01:10:0901:10:11

tetapi anggaran pendidikan

01:10:1101:10:13

tinggi itu hanya

01:10:1301:10:15

0,6% dari APBN

01:10:1501:10:19

atau 8,2 triliun rupiah.

01:10:1901:10:21

Dan belum dibagi ke PTN dan PTS lainnya.

01:10:2101:10:23

Anggaran APBN itu

01:10:2301:10:25

3.000 triliun

01:10:2501:10:27

dari angka itu bayangkan

01:10:2701:10:29

bahwa hanya

01:10:2901:10:31

8,2 triliun

01:10:3101:10:33

untuk pendidikan tinggi.

01:10:3301:10:35

Ini sebenarnya kalau ada Bu Rektor

01:10:3501:10:37

saya juga pengen nanya, bukankah begitu Bu Rektor?

01:10:3701:10:39

Tapi mohon maaf

01:10:3901:10:41

ada wakilnya Pak Ari.

01:10:4101:10:43

Ada wakilnya.

01:10:4301:10:45

Jadi dimana

01:10:4501:10:47

akan rentan justru

01:10:4701:10:49

memberatkan rakyat untuk

01:10:4901:10:51

memperoleh pendidikan tinggi

01:10:5101:10:53

seperti biaya kuliah yang tinggi

01:10:5301:10:55

UKT, uang pangkal

01:10:5501:10:57

atau komersialisasi pendidikan lainnya?

01:10:5701:10:59

Apakah Bapak

01:10:5901:11:01

akan melanjutkan kebijakan

01:11:0101:11:03

pendidikan yang sudah ada

01:11:0301:11:05

atau merubah regulasi yang lebih

01:11:0501:11:07

berkeadilan? Karena jika kita

01:11:0701:11:09

lihat, makin kesini

01:11:0901:11:11

orientasi pendidikan itu malah

01:11:1101:11:13

mendorong pendidikan untuk komersil.

01:11:1301:11:15

Nah, sebenarnya ini saya juga

01:11:1501:11:17

ingin mengutip salah satu

01:11:1701:11:19

panutan saya, saya kira Pak Ganjar juga mengenal.

01:11:1901:11:21

Pak Kusnadi Harjo Sumantri

01:11:2101:11:23

pernah berkata, mari

01:11:2301:11:25

mempertahankan bangsa kita dengan pendidikan

01:11:2501:11:27

karena hakikat pendidikan

01:11:2701:11:29

adalah pembebasan manusia.

01:11:2901:11:31

Sekian, terima kasih.

01:11:3101:11:33

Terima kasih Lintang. Silahkan Mas Ganjar.

01:11:3301:11:35

Lintang pernah baca bukunya Ivan Ilih gak?

01:11:3701:11:39

Kedakan Pembebasan kalau gak salah ya?

01:11:3901:11:41

Mohon maaf, belum.

01:11:4101:11:43

Waktu itu, enggak kamu bagus banget tadi

01:11:4301:11:45

filsafat. Saya waktu demo

01:11:4501:11:47

itu dikasih buku, tapi saya lupa judulnya.

01:11:4701:11:49

Kira-kira itulah.

01:11:4901:11:51

Di bukunya itu dikatakan, sekarang

01:11:5101:11:53

belajar sudah digantikan dengan sekolah.

01:11:5501:11:57

Sama kan? Baik-baik.

01:11:5701:11:59

Pak Ganjar, apa yang dilakukan?

01:11:5901:12:01

Kita rubah menjadi pendidikan yang berkeadilan.

01:12:0101:12:03

Oke, Lintang?

01:12:0301:12:05

Bagaimana kemudian?

01:12:0501:12:07

Apakah PTMBH jalan?

01:12:0701:12:09

Jalan aja gak apa-apa.

01:12:0901:12:11

Oke.

01:12:1101:12:13

Siapa

01:12:1301:12:15

yang hari ini merasa

01:12:1501:12:17

diri dan keluarganya berasa

01:12:1701:12:19

dari keluarga tidak mampu?

01:12:2101:12:23

Oke.

01:12:2301:12:25

Tidak mampu? Boleh berdiri?

01:12:2501:12:27

Siapa tadi yang ngaku?

01:12:2701:12:29

Betul?

01:12:2901:12:31

Boleh, boleh.

01:12:3101:12:33

Maaf, maaf. Jangan tersinggung ya.

01:12:3301:12:35

Maaf. Orang tuanya kerja apa?

01:12:3701:12:39

Guru honorer.

01:12:3901:12:41

Ngajar di mana?

01:12:4101:12:43

Di SD Negeri 2.

01:12:4301:12:45

Boleh tahu pendapatannya?

01:12:4501:12:47

600-700.

01:12:4701:12:49

Di mana itu?

01:12:5101:12:53

Di Gumelar, Banyumas.

01:12:5301:12:55

Guru SD honorer.

01:12:5501:12:57

Negeri atau swasta?

01:12:5701:12:59

Negeri. SD Negeri 2 Samudera.

01:12:5901:13:01

Good point.

01:13:0101:13:03

Apakah kamu kesulitan

01:13:0301:13:05

membayar sekolah di sini?

01:13:0501:13:07

Kebetulan saya

01:13:0701:13:09

bidik misi

01:13:0901:13:11

di Fakultas Kedokteran Gigi

01:13:1101:13:13

UGM.

01:13:1301:13:15

Wow.

01:13:1901:13:21

Oke ya.

01:13:2101:13:23

Tetapi

01:13:2301:13:25

karena biaya praktikum

01:13:2501:13:27

dan alat bahan di Kedokteran Gigi itu

01:13:2701:13:29

tinggi dibandingkan

01:13:2901:13:31

fakultas lain

01:13:3101:13:33

jadi ya

01:13:3301:13:35

masih kesulitan sekali sih pak.

01:13:3501:13:37

Oke.

01:13:3701:13:39

Kira-kira berapa kebutuhanmu

01:13:3901:13:41

untuk membayar itu?

01:13:4101:13:43

Kira-kira kan kamu merasa

01:13:4301:13:45

kamu sudah mendapatkan jaminan

01:13:4501:13:47

dari negara kan?

01:13:4701:13:49

Masih mahal banget?

01:13:4901:13:51

Atau saya masih mampu?

01:13:5101:13:53

Masih mampu diusaha.

01:13:5301:13:55

Makasih.

01:13:5501:13:57

Makasih.

01:13:5901:14:01

Contoh.

01:14:0501:14:07

Dia lintang

01:14:0701:14:09

maaf ya.

01:14:0901:14:11

Dari keluarga tidak mampu.

01:14:1101:14:13

Dan dia memanfaatkan

01:14:1301:14:15

itu dan dia dapatkan.

01:14:1501:14:17

Apa bentuknya?

01:14:1701:14:19

Negara hadir kok membantu?

01:14:2101:14:23

PT NBH

01:14:2301:14:25

tapi dia mendapatkan bidik misi.

01:14:2701:14:29

Yang dibutuhkan kemudian dalam konteks

01:14:2901:14:31

hari ini, saya kira kalau dia

01:14:3101:14:33

kesulitan, rasanya

01:14:3301:14:35

namanya siapa tadi?

01:14:3501:14:37

Lupa aku.

01:14:3701:14:39

Namamu siapa?

01:14:3901:14:41

Stella.

01:14:4101:14:43

Stella.

01:14:4501:14:47

Stella

01:14:4701:14:49

kemudian mengalami kesulitan selama

01:14:4901:14:51

berproses.

01:14:5101:14:53

Apakah saya berharap betul dalam

01:14:5301:14:55

konteks hari ini, lintang hari ini dulu ya.

01:14:5501:14:57

Hari ini dulu, maka ini mesti

01:14:5701:14:59

kita selesaikan bagaimana berkomunikasi

01:14:5901:15:01

dengan pengelola perguruan tinggi.

01:15:0101:15:03

Karena kami

01:15:0301:15:05

umpama

01:15:0501:15:07

mendapatkan, kami itu kagak mau.

01:15:0701:15:09

Maka kreatifitas kita bantu.

01:15:0901:15:11

Yuk kita kasih bantuan kepada mereka.

01:15:1101:15:13

Kita bergerak.

01:15:1301:15:15

Tapi bagaimana nanti?

01:15:1501:15:17

Maka akses itulah yang kemudian

01:15:1701:15:19

lebih mudah. Maka bagaimana nanti?

01:15:1901:15:21

Lintang, kamu

01:15:2101:15:23

mestinya menyebut prosentase, kira-kira

01:15:2301:15:25

begitu. Bahwa anggaran

01:15:2501:15:27

itu 20% untuk pendidikan.

01:15:2701:15:29

Problem yang mesti kita bongkar

01:15:2901:15:31

adalah 20%

01:15:3101:15:33

anggaran untuk pendidikan itu

01:15:3301:15:35

untuk apa?

01:15:3701:15:39

Kalau kemudian itu bisa kita pecah,

01:15:3901:15:41

kita bongkar,

01:15:4101:15:43

kita kupas,

01:15:4301:15:45

jangan-jangan

01:15:4501:15:47

anggaran itu lebih banyak bisa diberikan kepada

01:15:4701:15:49

perguruan tinggi negeri.

01:15:4901:15:51

Pak Ganjar gak pernah membahas ini

01:15:5101:15:53

dari tadi. Hari ini kamu bertanya,

01:15:5301:15:55

maka konsep tuannya saya kasih,

01:15:5501:15:57

maka kata Mas Ari, bagaimana

01:15:5701:15:59

caranya?

01:15:5901:16:01

Tuannya dari mana?

01:16:0101:16:03

Dari video itu ya?

01:16:0301:16:05

Pasti kamu nonton itu.

01:16:0501:16:07

Dari mana?

01:16:0701:16:09

Kalau kita berpikir

01:16:0901:16:11

linier,

01:16:1101:16:13

maka yang terjadi adalah

01:16:1301:16:15

given, hari ini ada duit

01:16:1501:16:17

20% dibagi-bagi, habis.

01:16:1701:16:19

Maka kami tidak bisa.

01:16:1901:16:21

Kenapa kita tidak melakukan optimalisasi

01:16:2101:16:23

untuk meremanage

01:16:2301:16:25

apa yang ada sekarang,

01:16:2501:16:27

memperbaiki, governance-nya

01:16:2701:16:29

dilakukan, plus ada lagi.

01:16:2901:16:31

LPDP yang kurang lebih

01:16:3101:16:33

angkanya sekarang 200 triliun.

01:16:3301:16:35

Baik.

01:16:3501:16:37

Mas Ganjar,

01:16:3701:16:39

satu pertanyaan lagi,

01:16:3901:16:41

tadi kan yang sudah ditentukan, saya mau random.

01:16:4101:16:43

Saya mau random.

01:16:4301:16:45

Yang pilih

01:16:4501:16:47

saya atau Mas Ganjar?

01:16:4701:16:49

Baik.

01:16:5101:16:53

Mbak,

01:16:5301:16:55

yang milih,

01:16:5501:16:57

sebentar, yang milih Mbak Nana,

01:16:5701:16:59

tapi saya boleh gak?

01:16:5901:17:01

Minta, karena satu tau.

01:17:0101:17:03

Yang perempuan.

01:17:0301:17:05

Saya sebetulnya pengen

01:17:0501:17:07

di atas-atas, tapi yang dekat

01:17:0701:17:09

ini udah maju.

01:17:0901:17:11

Yang atas, tapi ini

01:17:1101:17:13

kenapa?

01:17:1301:17:15

Oh di luar UGM, Mas.

01:17:1501:17:17

Oke, oke.

01:17:1701:17:19

Boleh karena di luar UGM,

01:17:1901:17:21

karena memang ini kita buka untuk umum, Mas.

01:17:2101:17:23

Silahkan Ade.

01:17:2301:17:25

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

01:17:2501:17:27

Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh.

01:17:2701:17:29

Perkenalkan, nama saya Syarifah Asia.

01:17:2901:17:31

Kebetulan saya berasal dari

01:17:3101:17:33

tanah kelahiran Baharudin Lopak yang disebutkan

01:17:3301:17:35

sama Bapak Ganjar tadi.

01:17:3501:17:37

Bentar, kamu dari mana? Sulawesi Barat?

01:17:3701:17:39

Dari Pambusuang, Sulawesi Barat.

01:17:3901:17:41

Pambusuang, Pak. Kalau Pambusuang itu provinsinya.

01:17:4101:17:43

Saya di Kabupaten.

01:17:4301:17:45

Pulewali Mandar.

01:17:4501:17:47

Ade, mahasiswa di Jogja?

01:17:4701:17:49

Mahasiswa Sekolah Tinggi Pariwisata

01:17:4901:17:51

API Yogyakarta.

01:17:5101:17:53

Silahkan Ade.

01:17:5401:17:56

Baik, sebelumnya saya mohon maaf

01:17:5601:17:58

jika pertanyaan ini

01:17:5801:18:00

mungkin akan menyinggung atau bagaimana.

01:18:0001:18:02

Pertanyaan saya, bagaimana

01:18:0201:18:04

tanggapan Bapak soal isu

01:18:0401:18:06

Presiden Boneka?

01:18:1001:18:12

Dan bagaimana tanggapan Bapak

01:18:1201:18:14

mengenai citra PDIP di mata

01:18:1401:18:16

masyarakat saat ini?

01:18:1601:18:18

Yang kita tahu, tanda kutip

01:18:1801:18:20

selalu jadi bahan ejekan di sosial media.

01:18:2001:18:22

Bukankah itu sebuah sinyal penolakan?

01:18:2301:18:25

Terima kasih. Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

01:18:2801:18:30

Terima kasih.

01:18:3401:18:38

Presiden adalah presiden.

01:18:3801:18:41

Dia menjalankan amanat penuh

01:18:4101:18:43

dari konstitusi yang ada.

01:18:4301:18:45

Titik, tidak ada komanya.

01:18:4701:18:49

Oke?

01:18:4901:18:51

Dari waktu ke waktu

01:18:5101:18:53

kamu bisa menilai

01:18:5301:18:55

bagaimana sebuah keputusan

01:18:5501:18:57

bisa diambil

01:18:5701:18:59

seboneka apa

01:18:5901:19:01

mereka mendapatkan pengaruh dari luar.

01:19:0101:19:04

Apakah dari pengusungnya?

01:19:0401:19:06

Apakah intervensi

01:19:0601:19:08

dari proksi negara lain?

01:19:0801:19:10

Ataukah dari kelompok?

01:19:1201:19:14

Kalau kemudian satu per satu

01:19:1401:19:16

bisa diperbandingkan, maka penilaian itu

01:19:1601:19:18

akan bisa kamu dapatkan.

01:19:1801:19:20

Tapi Presiden

01:19:2001:19:22

adalah orang yang disumpah

01:19:2201:19:24

untuk menjalankan konstitusi.

01:19:2401:19:28

Dia punya independensi penuh.

01:19:3101:19:34

Mas Kanjar, Anda mau menanggapi pertanyaan kedua tadi?

01:19:3401:19:36

Soal citra PDI perjuangan yang tadi disebutkan.

01:19:3601:19:38

Apakah Anda ingin menanggapi?

01:19:3801:19:39

Oh, oke.

01:19:3901:19:41

Tidak ada demokrasi

01:19:4101:19:44

tanpa partai politik yang saya katakan di awal.

01:19:4401:19:46

Teman-teman, saya mau cerita dikit ya.

01:19:4701:19:50

Saya ketika seusia Anda,

01:19:5001:19:52

saya sudah anggota partai.

01:19:5201:19:54

Dan semua orang nyinyir.

01:19:5401:19:56

Saat demo dibunderan,

01:19:5601:19:58

saya ingin menyampaikan kepada teman-teman,

01:19:5801:20:00

berdiskusi sama teman,

01:20:0001:20:02

kita demo terus kalau tidak pernah ada hasil.

01:20:0201:20:04

Apa yang harus kita lakukan?

01:20:0401:20:06

Kita harus masuk dalam sistem

01:20:0601:20:08

untuk bisa mengambil keputusan.

01:20:0801:20:10

Saya masuk partai dan saya diledek.

01:20:1001:20:12

Lalu saya menjadi anggota DPR

01:20:1201:20:14

dan saya berhasil,

01:20:1401:20:16

berhasil?

01:20:1601:20:18

Bukan berhasil lah.

01:20:1801:20:20

Akhirnya diminta untuk memimpin beberapa pansus.

01:20:2001:20:22

Parlemen Rul Sumpama.

01:20:2201:20:24

Saya diminta untuk

01:20:2401:20:26

menyusun undang-undang ke warga negaraan.

01:20:2601:20:28

Saya menjadi ketua pansus undang-undang parpol.

01:20:2801:20:30

Saat itu,

01:20:3001:20:32

ketika

01:20:3201:20:34

isu gender muncul,

01:20:3401:20:36

saya putuskan pengurus partai

01:20:3601:20:38

30 persen perempuan.

01:20:3801:20:40

Karena saya ada di situ

01:20:4001:20:42

dan dengan tangan saya,

01:20:4201:20:44

saya putuskan.

01:20:4401:20:46

Manfaat.

01:20:4601:20:48

Saya sekolah di UGM,

01:20:4801:20:50

saya tidak pernah lupa

01:20:5001:20:52

akan sejarah UGM,

01:20:5201:20:54

bagaimana keraton kampus

01:20:5401:20:56

dan kampung itu jadi satu.

01:20:5601:20:58

Pada saat itulah,

01:20:5801:21:00

peran Sri Sultan Hamengkobwono IX

01:21:0001:21:02

besarnya minta ampun.

01:21:0201:21:04

Beberapa partai

01:21:0401:21:06

tidak setuju undang-undang kistimewaan.

01:21:0601:21:08

10 menit

01:21:0801:21:10

saya putuskan ketua panjanya

01:21:1001:21:12

namanya Ganjar Pranowo.

01:21:1201:21:14

Sejak putusan itu,

01:21:1401:21:16

undang-undang kistimewaan

01:21:1601:21:18

lahir setelah belasan tahun

01:21:1801:21:20

tidak pernah putus.

01:21:2001:21:22

Dua.

01:21:2201:21:24

Tiga.

01:21:2401:21:26

Saya akan jadi gubernur.

01:21:2601:21:28

Dipercaya oleh masyarakat.

01:21:2801:21:30

Saya hanya minta satu saja.

01:21:3001:21:32

Halo?

01:21:3201:21:34

Saya hanya minta satu saja.

01:21:3401:21:36

Karena saya juga pengagum baru

01:21:3601:21:38

Denlopa. Saya hanya minta

01:21:3801:21:40

satu. Tidak ada korupsi.

01:21:4001:21:42

Maaf kemarin

01:21:4201:21:44

di UI saya ceritakan,

01:21:4401:21:46

saya harus mencopot dua

01:21:4601:21:48

kepala dina saya karena

01:21:4801:21:50

terindikasi korupsi dan dia

01:21:5001:21:52

ngaku sebelum pengadilan

01:21:5201:21:54

karena saya harus berani memutuskan itu

01:21:5401:21:56

tanpa menunggu.

01:21:5601:21:58

Anti-korupsi.

01:21:5801:22:00

Keempat.

01:22:0001:22:02

Ketika tadi saya ceritakan ke Mbak Nana

01:22:0201:22:04

dan audiens, saya dari keluarga tidak mampu.

01:22:0401:22:06

Bagaimana agar

01:22:0601:22:08

anak-anak itu bisa bersekolah?

01:22:0801:22:10

Bagaimana

01:22:1001:22:12

dia bisa mengakses pendidikan?

01:22:1201:22:14

Dia dari keluarga

01:22:1401:22:16

tidak mampu.

01:22:1601:22:18

Saya keluarkan APBD.

01:22:1801:22:20

Menanggung biaya mereka penuh 100%.

01:22:2001:22:22

Mereka di Jepang.

01:22:2201:22:24

Mereka di Korea. Mereka di perusahaan besar.

01:22:2401:22:26

Dan dia jadi tulang bunggung keluarganya

01:22:2601:22:28

untuk mengentaskan kemiskinan.

01:22:2801:22:30

Karena keputusan itu.

01:22:3201:22:34

Dan saya anggota PDI

01:22:3401:22:36

di perjuangan dan hari ini

01:22:3601:22:38

Anda boleh menilai saya.

01:22:3801:22:40

Apakah saya bisa berpihak

01:22:4001:22:42

pada Wong Cile Simar Hen itu?

01:22:4201:22:44

Terima kasih.

01:22:4401:22:46

Terima kasih Mas Ganjar.

01:22:4601:22:48

Mas Ganjar,

01:22:4801:22:50

ini adalah bagian terakhir, bagian penutup.

01:22:5001:22:52

Dan saya ada

01:22:5201:22:54

satu pertanyaan penutup yang tadi juga

01:22:5401:22:56

saya sampaikan ke bakal calon Presiden

01:22:5601:22:58

Anies Baswedan dan sekarang saya juga ingin

01:22:5801:23:00

minta kesediaan Anda untuk menjawab

01:23:0001:23:02

dan menyampaikan refleksi Mas.

01:23:0301:23:05

Kalau tadi kita sudah

01:23:0501:23:07

boleh tolong Mas?

01:23:0701:23:09

Teman-teman FD.

01:23:0901:23:11

Jadi saya ingin minta Anda

01:23:1101:23:13

berefleksi Mas Ganjar.

01:23:1301:23:15

Berefleksi lewat pantulan bayangan Anda

01:23:1501:23:17

dicermin.

01:23:1701:23:19

Saya ingin minta Anda bicara pada diri sendiri.

01:23:2101:23:23

Melihat kilas balik apa yang

01:23:2301:23:25

sudah Anda lakukan selama ini.

01:23:2601:23:28

Apa

01:23:2801:23:30

bayangan dan karakter

01:23:3001:23:32

yang Anda percaya Anda miliki

01:23:3201:23:34

sehingga Anda sampai pada keputusan

01:23:3401:23:36

yang maha besar ini.

01:23:3601:23:38

Berani mencalonkan diri,

01:23:3801:23:40

menjadi pemimpin Indonesia.

01:23:4001:23:42

Boleh saya minta Mas Ganjar ke sana Mas?

01:23:4601:23:48

Berdiri di sini Mas Ganjar.

01:23:4801:23:50

Nanti ada kamera di sana.

01:23:5001:23:52

Saya persilahkan untuk berkaca dan merefleksi diri.

01:23:5201:23:54

Kita juga akan tunjukkan di layar.

01:23:5401:23:56

Boleh dibuka kameranya di layar

01:23:5601:23:58

supaya teman-teman bisa melihat pantulan Mas Ganjar.

01:24:0001:24:02

Sebentar ya Mas, saya akan tunggu teman-teman.

01:24:0201:24:04

Seperti itu Mas,

01:24:0401:24:06

nanti tampilannya kalau mau ngintip,

01:24:0601:24:08

nanti di layar.

01:24:1001:24:12

Silahkan Mas Ganjar, refleksi Anda.

01:24:1601:24:18

Sesuatu yang

01:24:1801:24:20

tidak bisa saya lupakan adalah

01:24:2001:24:22

pesan kedua orang tua saya.

01:24:2401:24:26

Kalau soal jabatan,

01:24:2601:24:28

jangan pernah kamu kejar.

01:24:3001:24:32

Kalau itu takdirmu,

01:24:3201:24:34

laksanakan dengan baik.

01:24:3401:24:36

Jangan pernah korupsi.

01:24:3601:24:38

Bismillahirrahmanirrahim.

01:25:0001:25:02

Terima kasih banyak. Terima kasih Mas Ganjar.

01:25:1001:25:12

Teman-teman kita akan mulai dalam 15 menit.

01:25:1201:25:14

Setelah ini akan hadir

01:25:1401:25:16

Panji Prabibaksono.

01:25:1801:25:20

Dan setelah itu jam 20.30

01:25:2001:25:22

waktu Indonesia Barat akan hadir

01:25:2201:25:24

bakal calon presiden Prabowo Subianto.

01:25:2601:25:28

Sekali lagi dong untuk Ganjar Pranowo.

01:25:3001:25:32

Terima kasih.

Transkrip Suara ke Teks Murah dan Cepat dengan Teknologi AI

  • Rp10.000/file, durasi tak terbatas
  • 95% akurasi