🎉 Dapatkan Transkrip Cepat dan Murah Hanya Rp10rb/rekaman 🎉

[Part 1] 13 Tahun Mata Najwa - Bergerak Bergerak Berdampak - Mata Najwa.mp3

Transkrip.id41 Menit

Transkrip berikut dihasilkan secara otomatis dari aplikasi Transkrip.id. Ubah audio/video menjadi teks secara otomatis hanya Rp10rb dengan durasi tak terbatas. Coba Sekarang!

00:00:0000:01:31

Yes, Saimin, Assalamualaikum, Mas Gibran, terima kasih sudah hadir, Pak Mahfud MD, terima kasih banyak Pak Mahfud sudah hadir, Mas Gibran, boleh dong aku masuk ke depan, ini jarang-jarang nih cawapres survei dan cawapres asli nih. Boleh gak di tengah sini, aduh keren banget, nah itu dia, kasih tepuk tangan dong untuk semuanya, para tokoh yang berbesar hati, para tokoh yang bilang tadi politik bukan matematika, para tokoh yang takdirnya sudah ditentukan oleh yang di atas, tapi tetap bersaudara semuanya, terima kasih, terima kasih. Boleh saya meminta cawapres survei untuk turun ke bawah, mohon maaf, mohon maaf udah ada cawapres beneran, mohon maaf. Kami sudah biasa turun. Boleh turun, boleh ke samping, Mas Erick kasih tepuk tangan dong untuk Sandiaga Uno, Erick Tohir, Ridwan Kamil. Boleh silahkan Bapak-Bapak Mas-Mas, silahkan Pak Mahfud boleh di sebelah sini, silahkan Mas Gibran di tengah, ini supaya sesuai nomor urut. Betul kan? Satu, dua, tiga. Duduknya di sini agak ke pinggir, nanti kalau... Nanti kalau pasangannya sudah datang, aku minta duduk ke sana, tapi yang sekarang duduk dekat aku dulu. Apa kabar Pak Mahfud, sehat-sehat?

00:01:3200:01:33

Baik, Alhamdulillah, sehat.

00:01:3400:01:35

Mas Gibran sehat-sehat, Mas?

00:01:3500:01:36

Sehat-sehat.

00:01:3600:01:37

Alhamdulillah. Caimin, Gusimin?

00:01:3800:01:39

Alhamdulillah, sehat.

00:01:3900:01:44

Sehat. Ini saya tahu lagi melalang buana kemana-mana, kayak Mas Gibran baru dari Sumut kan?

00:01:4500:01:46

Iya, baru pulang dari Buyan.

00:01:4600:02:29

Baru pulang. Pak Mahfud dari Madura? Dari Madura. Dari Madura. Gusimin dari mana, Gus? Dari Jombang. Wess, sudah keliling kemana-mana. Sudah keliling. Terima kasih banyak sudah meluangkan waktu untuk hadir di perayaan Matanajoa. Sekali lagi tepuk tangan dong, senang sekali rasanya. Senang sekali. Jadi Mata Najwa 13 tahun, tadi saya bertanya kepada teman-teman sebelum ini, 13 tahun yang lalu melakukan apa sih kalau kilas balik? Jadi saya mau tanya juga, Gus Imin 13 tahun yang lalu itu kalau catatan saya Gus, Gus Imin itu baru saja jadi ketum PKB ya kan 2008, lalu dilantik jadi Menteri Tengah Kerja Transmigrasi 2009. Jadi kurang lebih 13 tahun yang lalu pun sudah menduduki posisi-posisi penting ya Gus?

00:02:3000:02:40

Iya, saya 13 tahun yang lalu pas kebetulan Menteri Ketenagakerjaan dan Transmigrasi, sebelumnya Wakil Ketua DPR RI.

00:02:4500:02:47

Oh ini waktu mahasiswa ini.

00:02:4700:02:57

Ini waktu mahasiswa, yang mana sih Gus? Kiri apa kanan? Kok burung banget? Mohon maaf. Jangan-jangan bukan ini Gus Imin, salah foto jangan-jangan, benar?

00:02:5700:02:59

Iya ini tapi waktu mahasiswa ini.

00:02:5900:03:05

Tapi ini waktu mahasiswa, tapi waktu itu 13 tahun yang lalu sudah Menteri? Menteri,

00:03:0600:04:07

jadi waktu itu saya menjadi bagian dari koalisi Pak SBY dan ditawarin untuk memilih salah satu jabatan Menteri. Kemudian saya meminta menjadi Menteri Ketenagakerjaan karena waktu itu banyak sekali kasus-kasus tenaga kerja Indonesia yang di luar negeri, terutama di Saudi, Timur Tengah dan... Malaysia, yang begitu banyak masalah. Dan begitu saya dilantik, yang saya lakukan pertama adalah menutup semua pengiriman tenaga kerja ke luar negeri dan tidak ada satu pun saya izinkan bekerja sebagai pembantu rumah tangga. Dan yang paling saya bersyukur 13 tahun yang lalu itu adalah apa? Saudi Arabia yang gak pernah sama sekali mau MOU, menganggap ada kerjasama penempatan, karena saya tutup dan nangis-nangis dia butuh tenaga kerja. Akhirnya untuk... Pertama kali dalam sejarah, Saudi Arabia akhirnya mau mendatangani MOU kerjasama negara dari negara.

00:04:0800:04:27

Itu yang diingat Saya mau ke Mas Gibran Mas aku ada foto 13 tahun yang lalu tuh Mas Gibran Ada foto ini mas Wisudah kan mas Lulus atau apa Baru lulus Ini baru lulus Ini di Sydney atau di Singapura mas

00:04:2800:05:01

Ini di Singapura Oh iya tahan dulu mbak Ini fotonya lagi dipermasalahkan Dua tokoh ini Masalah fotonya katanya Hanya editan sama ijazahnya palsu Gak apa-apa besok temen-temen media Seperti biasa jam 7 pagi Di balai kota ntar saya bawain Ijazah saya ya Dicek aja Asli atau palsu Kalau gak percaya saya pesenin tiket Ke Singapura deh datengin ke sekolahnya Kalau perlu langsung ke Singapura Permasalahkan soalnya Mas

00:05:0400:05:12

apa sih yang diingat Waktu lagi Lagi ini Lah ilang Boleh muncul lagi gak Aku lagi mau nunjukin mukanya mas Gibran Apa yang diingat momen 13 tahun yang lalu ini mas

00:05:1400:05:35

13 tahun yang lalu ya Gak nyangka sih mbak sampe di titik ini ya Awal-awal dulu apa Diundang ke Matanatsu Bahkan saya juga belum jadi apa-apa Sekarang bisa duduk bareng dengan orang-orang hebat Prof Mahfud Gus Muhaymin Luar biasa sekali

00:05:3700:05:45

Baik Baik Saya kalau begitu ke Prof Mahfud 13 tahun yang lalu Prof Mahfud Sudah kalau catatan saya 13 tahun yang lalu sudah jadi Hakim Konstitusi

00:05:4600:05:52

Iya Ketua Mahkamah Konstitusi Ketua Mahkamah Konstitusi Ya Nah itu dia

00:05:5500:06:00

Ketua Mahkamah Konstitusi Iya Apa yang memori paling kuat atas pengalaman jadi Hakim Konstitusi

00:06:0100:08:45

Ada dua Satu ketika saya membongkar Kasus Mafia Peradilan yang dilakukan secara bersama-sama Oleh Polri Kejaksaan Agung Pengacara para LPSK dalam kasus cicak buaya yang pertama yang melibatkan Susno Dohaji. Di sini ada Mas Chandra Hamsah, ada tadi saya lihat, oh itu tuh ada tuh. Beliau dulu dikriminalisasi, tidak melakukan kesalahan ditahan untuk mengurangi, waktu itu analisinya jumlah komisioner KPK yang jumlahnya lima itu ditahan, satu sudah ditahan, dua ditahan lagi sehingga tidak korum. Nah waktu itu saya bongkar perselingkuhan itu, perselingkuhan antara penegak hukum itu, ada rekaman, rekaman pembicaraan untuk memenjarakan Chandra Hamsah dan Bibit Samad. Saya ingat, saya meliput itu waktu itu. Tapi lebih dari itu, sesudah itu seluruh hajudan dan pengawal saya ditarik oleh polisi. Sehingga saya jalan sendirian. Saya bilang kalau begitu caranya saya mau nyewa bodoh. Dikat swasta pada waktu itu. Tapi pada akhirnya diselesaikan oleh Presiden SBY, hanya kira-kira empat atau lima hari saya tidak punya hajudan, tidak punya pengawal. Semua polisi ditarik. Akhirnya polisi datang menawarkan, Bapak adalah pejabat ring satu, apapun yang Bapak minta kami berikan sekarang. Waktu itu saya ingat kapoldanya Wahyono yang mengantarkan, Bapak milih, sekarang Bapak dikawal oleh negara. Karena waktu itu saya bilang ke Pak SBY, saya mau nyewa pengawal swasta, itu kan banyak, saya punya anggaran untuk itu, kalau negara tidak mau mengawal saya, saya bilang. Nah itu, lalu banyak lagi sih. Yang kedua soal pemilihan umum, yang pada waktu itu mau kacau, karena hari Senin malam, itu Pak Prabowo dan Pak Wiranto datang ke kantor PP Muhammadiyah yang menyatakan mereka akan menarik diri dari pemilu. Kalau DPT, daftar pemilih tetap, itu tidak diubah. Nah yang mau mengubah, tidak ada yang berani. Karena DPT itu sudah diumumkan secara resmi. Saya bilang ke Pak SBY, kalau keluarkan perpu untuk menyelesaikan. Ini Pak SBY keberatan, kalau nanti saya keluarkan perpu lalu ternyata ditolak oleh DPR, saya ngancur. Maka pada waktu itu saya bikin sidang hanya satu hari. Jam 9 sidang, jam 4 sore diputus bahwa KTP dan paspor boleh digunakan, dibawa ke TPS untuk memilih. Sejauh itu pemilu berjalan aman, lancar dan selesai.

00:08:4800:09:16

Baik, itu tadi kilas balik 13 tahun lalu. Kita ingin kenal lebih dekat dengan calon wakil presiden yang akan berkontestasi di 2024. Jadi saya ada sejumlah pertanyaan reflektif yang mungkin jarang ditanyakan orang. Mungkin dijawabnya cepat-cepat saja. Hanya supaya ingin kenal kepribadian lebih dekat. Gus Imin, hal yang kerap kali terpikirkan saat sebelum tidur. Singkat aja Gus.

00:09:1700:09:18

Dulu-dulu atau akhir-akhir ini?

00:09:1900:09:21

Akhir-akhir ini. Sebelum tidur mikir apa?

00:09:2200:10:00

Ngaku Gus. Oh, kalau akhir-akhir ini sebelum tidur itu selalu yang saya pikirkan pertanyaan-pertanyaan. Saya ini setiap acara rame, tapi kok surveinya jelek terus. Ini yang salah surveinya atau acaranya yang rame, saya enggak tahu. Ya, sebelum tidur, akhir-akhir ini ya. Ya, memang yang saya pikirkan itu. Tanda-tanya mana yang terjadi sesungguhnya dengan apa yang sebetulnya sedang dalam permainan.

00:10:0000:10:02

Oke, jadi itu yang dipikirkan. Ya.

00:10:0300:10:07

Merenungi ya. Merenungi. Merenungi. Merenungi nasib rakyat Indonesia.

00:10:0900:10:12

Mas Gibran, akhir-akhir ini sebelum tidur mikirin apa Mas Gibran?

00:10:1400:10:18

Sebelum tidur ya. Saya kalau sudah ketemu kasur langsung tidur sih Mbak.

00:10:2000:10:28

Beruntung Mas, beruntung kalau bisa langsung tidur. Ada orang yang kadang suka makan waktu lama. Jadi Mas Gibran blak, masa enggak ada yang dipikirin? Mbak Sylvie masa gak dipikirin?

00:10:2900:10:40

Pulang dari Mata Naswa langsung tidur juga Gak usah terlalu banyak pikiran lah ya Masalah survei, masalah apa Siapa yang paling tinggi Kita jalani aja Gus Santai aja Gus

00:10:4200:10:59

Jadi gak mikir apa-apa sebelum tidur ya? Saya sih santai, biasa saja Aku ingat setiap kali wawancara Mas Gibran Itu pasti kalimat andalannya biasa aja Jadi kalaupun sebelum tidur ya biasa aja ya Mas Biasa aja Pak Mahfud sebelum tidur Apa yang akhir-akhir ini kerap kali muncul di benak?

00:10:5900:11:57

Akhir-akhir ini saya sering berpikir begini ya Kalau mau tidur tuh ngapain sih saya ini? Kok ikut bolak-balik, kampanye, ngomong gitu Enggak, saya bilang apa ada gunanya Apa ada manfaatnya bagi saya gitu Saya serkadang, udahlah saya sudah 23 tahun di pemerintahan Mau males berhenti aja Tapi setiap bangun tidur Sudah banyak tamu yang mendorong saya maju Maju, maju, maju Sehingga Ya sudah akhirnya saya masuk di dalam kontestasi ini Tapi kalau malam lagi tidur Apa lagi? Apa bisa saya ngerjain ini? Untuk apa ini semua? Besok semisalnya jadi pejabat lagi Apa bisa saya mengerjakan masalah-masalah yang begini besar saya hadapi? Kan banyak yang hebat-hebat menurut saya Tapi lagi-lagi terutama itu ada Budi Kuncoro itu setiap hari Pak, Pak maju aja Nggak ada orang lain ini yang bisa katanya Semangat lagi saya Sampai akhirnya Masuk Sampai Di dalam daftar kontestasi Wisss

00:11:5800:12:03

Ini dijual cepat aja ya Gus Imin Lebih baik dicintai atau mencintai?

00:12:0500:12:08

Iya pasti lebih baik dicintai dong

00:12:0900:12:12

Dicintai Mas Gibran Mencinta atau dicinta?

00:12:1500:12:25

Mencinta Wisss Pak Mahfud Saya enggak bisa milih satu Karena orang dicintai tapi tidak mencintai itu adalah Itu membuat orang lain menderita

00:12:2700:12:28

Dalem ya?

00:12:2800:12:37

Tapi orang mencintai Orang mencintai tidak dicintai Diri sendiri akan menderita Oleh sebab itu harus timbal balik.

00:12:3800:13:05

Harus timbal balik. Saya mau hal yang ini, orang nomor dua. Tiga-tiganya terbiasa jadi pemeran utama rasanya. Sementara orang nomor dua itu katanya ya harus sadar diri, harus tahu posisi. Jadi saya mau tanya, Gus Imin, bagaimana menyiapkan diri menjadi orang nomor dua? Seberapa sulit kira-kira jadi orang nomor dua? Setelah terbiasa jadi orang nomor satu terus, ketua partai aja sudah 18 tahun.

00:13:0600:13:45

Iya, saya memang sudah terbiasa jadi orang nomor dua, nomor satu. Sudah terbiasa dari orang nomor satu tiba-tiba jadi orang nomor dua. Makanya sebelum saya matangkan bersama Mas Anies, saya bicara berdua. Mas Anies, kalau sampai nomor satu, saya nomor dua. Bagaimana caranya saya juga nomor satu? Kalau saya nomor satu, saya main nomor dua. Bagaimana caranya saya main juga nomor satu? Akhirnya kami sepakat berdua. Ya sudah, duit itu enggak lah. Yang satu jadi dua, yang dua jadi satu. Bersama-sama, berangkat bersama-sama untuk kebaikan semuanya.

00:13:4800:13:56

Mas Gibran, bagaimana? Ada tidak wapres idola yang dijadikan panutan? Dan bagaimana menggambarkan relasi bersiap jadi orang nomor dua?

00:13:5700:14:34

Wapres idola ya. Ada. Pak Ma'ruf Amin. Beliau kalau memberikan pidato atau ngendikan, itu suasana langsung adem-ayem. Atau mungkin Pak Jeka. Pak Jeka itu benar-benar orang yang problem solver. Luar biasa sekali. Ngerti lapangan, ngerti teknis, detail teknis. Beliau berdua sangat luar biasa sekali. Termasuk dua cawabres ini juga idola saya. Prof. Mahfud Kusmohaimin, beliau tokoh yang luar biasa sekali.

00:14:3500:15:22

Pak Mahfud, bagaimana? Relasi orang kedua? Sama saja, nomor satu, nomor dua. dua kan ada batas keundangan masing-masing. Bagi saya itu hanya bagi-bagi tugas saja. Dan saya merasa selalu menjadi orang nomor satu di lingkup saya. Seumpama di atas saya ada yang lebih tinggi, saya akan nomor satu di lingkup keundangan saya. Saya pernah menjadi Menteri Pertahanan juga nomor satu di MHA. Tapi saya nomor tiga di pemerintahan karena presiden wakil presiden, menteri. Kan gitu kan? Tapi tetap merasa nomor satu artinya ke bawahnya bagi saya tetap harus diurus. Tetapi kalau dalam konteks urusan kerja kenegaraan antara presiden dan wakil presiden, saya kira nomor satu dan nomor dua itu harus disinergikan menjadi semacam konsep duit tunggal. Agar semuanya lancar dan saling mengerti. Itu aja.

00:15:2300:16:33

Rasanya kita perlu mengkonfirmasi ya jawaban-jawaban ini. Rasanya saya perlu mengkonfirmasi jawaban soal orang kedua dengan orang pertamanya langsung. Karena itu saya ingin undang ke panggung spesial Mata Najwa. Calon presiden Republik Indonesia. Sudah hadir di Mata Najwa. Anies Baswedan, Ganjar Pranowo dan Prabowo Subianto. Kita kasih tepuk tangan sama-sama untuk tiga calon wakil presiden. Calon presiden Republik Indonesia yang akan bergabung bersama dengan para calon wakil presidennya. Sekali lagi dong tepuk tangan yang kencang sekali luar biasa. Mas Anies Baswedan, Mas Anies, apa kabar? Selamat malam. Silahkan Mas Anies. Bapak Prabowo Subianto. Selamat malam. Assalamualaikum Bapak. Terima kasih banyak sudah hadir. Mas Ganjar Pranowo. Terima kasih. Luar biasa. Luar biasa panggung Mata Najwa lengkap loh. Calon presiden, calon wakil presiden.

00:16:3400:16:42

Terima kasih. Terima kasih.

00:16:4200:17:25

Sekali lagi dong. Ini soalnya banyak yang pakai instastory nih aku yakin. Jadi tepuk tangannya gak kencang. Kalau ditaruh seperti kalau waktu di Coldplay suruh taruh dulu baru tepuk tangan Sekali lagi dong tepuk tangan untuk semua calon presiden, calon wakil presiden. Terima kasih banyak Mas Ganjar, Pak Prabowo, Mas Anies, terima kasih banyak sudah meluangkan waktu untuk hadir. Saya tahu kegiatannya luar biasa sibuk, kehormatan buat saya, Bapak-Bapak bersedia untuk memenuhi undangan Mulan Tahun Mata Najwa. Dan rasa-rasanya sebetulnya waktu untuk duduk seperti ini bersama pasangan kan jarang ya, karena sama-sama sibuk. Kapan Mas Ganjar terakhir duduk bersama? Jangan-jangan gak pernah ketemu, ketemunya di Mata Najwa. Iya jarang, saya lihat Pak Mahfud cuma di TV,

00:17:2600:17:26

di

00:17:2700:17:36

Medsos baru tadi ketemu. Waduh Pak di Madura rame amat, iya nama juga pulang kampung gitu. Tapi ya di Mata Najwa bisa bertemu semuanya malah.

00:17:3700:17:42

Terima kasih, terima kasih. Mas Anies, kapan Mas terakhir kali duduk berdampingan Mas?

00:17:4300:18:01

Kalau kita sering, mungkin dua hari sekali kita ketemu, acara-acara juga kita sering. Banyak bareng dan komunikasi, WA-an, telponan, jalan terus. Jadi kalau barengan lumayan sering. Dan sering acara-acara keliling juga masih sering sama-sama. Tapi kumpul bareng begini, nah ini baru Mata Najwa yang bisa bikin begini.

00:18:0100:18:05

Alhamdulillah. Bapak Prabowo sehat Bapak?

00:18:0600:18:07

Terima kasih, terima kasih.

00:18:0700:18:11

Bapak kapan terakhir kali duduk bersama Mas Gibran? Acara KPU atau sebelumnya sempat?

00:18:1100:18:21

Saya kira waktu itu ya, kita ambil pengundian nomor. Pengundian nomor? Iya, tanggal kemarin itu ya, 14 ya, tanggal 14.

00:18:2200:18:32

Pak, apa hal-hal baru yang kemudian Bapak baru, wah ternyata Mas Gibran seperti ini orangnya. Baru tahu setelah sering bertemu atau sering ngobrol, yang tidak disangka-sangka dari pasangan Bapak?

00:18:3500:19:05

Yes. Saya terkesan, tapi sebetulnya tidak perlu terlalu kaget, karena beliau anak muda, jadi sangat dinamis. Fisiknya kuat, mau belusukan kemana-mana, energinya luar biasa, jadi saya tuh... sangat terbantu jadi bagi tugasnya enak ya Pak berbagi tugasnya enak berbagi tugasnya enak enak enak sekali jadi

00:19:0500:19:11

Mas Gibran bagian apa Mas Mas Gibran bagian apa biasanya dengan Pak Prabowo bagi tugasnya

00:19:1200:19:43

ya kami kalau ke suatu tempat atau pelusukan ya kita akan lagi sering pelusukan nih jarang berdua kita bagi tugas di beberapa wilayah biar lebih efektif kalau saya yang lebih ke daerah daerah door-to-door turun ke pasar dan lain-lain dan kita juga lebih banyak ketemuan anak muda jadi itu yang kita sasar selama ini pembagiannya lebih ke anak muda ya ya anak-anak muda Oke

00:19:4400:19:46

kalau kalau saya yang setengah muda hahaha

00:19:4800:19:55

setengah-setengah muda yang ini lebih muda Mas Ganjar apa yang tidak disangka-sangka dari pasangan Anda yang baru kelihatan ketahuan sekarang setelah intens berhubungan

00:19:5700:20:24

ternyata Pak Mahfud lincah iya Mbak beliau masih jadi Menko saya bagi tugas keliling ke mana Mas Ganjar saya besok berangkat ke sana wuih ngegas malah itu kelincahan beliau enerjik saya melihat beliau agak ngantuk kalau pas enggak ditanyain apa-apa dia duduk begitu gitu tapi kalau pas kita mau bagi kerja Wow enerjik enerjik Iya Mas

00:20:2600:20:28

Anies semuanya sudah tahu

00:20:2800:21:00

atau ada yang bikin kaget dari ada yang bikin kaget dari sosok di samping Anda gini saya itu kenal sama Gus Imin sudah zaman kuliah dulu jadi dari dulu Gus Imin ini apa cerdas jenaka spontan dan Iya kenyataannya begitu dan sampai sekarang masih sama gitu tadi juga waktu ditanya soal apa yang dipikirkan malam kan spontanitas gitu ya kalau Gus Imin ke saya apa yang baru dadah Iya saya sama Mas Anies dari

00:21:0000:21:14

dari mahasiswa bareng kan jadi ya serius orangnya kemudian kalau bicara ilmiah yang baru dari dia ini akhir-akhir ini baru tahu penggemarnya banyak ibu-ibu

00:21:1600:22:03

itu yang bisa bahaya sebetulnya itu yang bisa bahaya Bapak malam ini 13 tahun Mata Najwa Oh kita ingin mendorong agar anak-anak muda agar semua sesungguhnya mau bergerak-gerak sehingga membawa dampak dan saya ingin tanyakan Oh kalau kita kilas balik 13 tahun yang lalu catatan saya misalnya mas Anies 13 tahun yang lalu rektor kemudian inisiator Indonesia mengajar Pak Prabowo 13 tahun yang lalu sudah mendirikan partai politik dan Bapak juga sempat maju di Pilpres waktu itu dan Mas Ganjar berkiprah di DPR saat ini zaman berubah situasi berubah Om apa yang relevan dilakukan hari-hari ini untuk anak-anak muda untuk semua kalangan agar mereka juga bisa berdampak berdampak dan bergerak Mas Ganjar dulu Mas

00:22:0400:22:55

mengajak mereka terlibat bahasa saya melamar anak muda untuk bisa terlibat karena mereka unik hidup di era yang serba berputar cepat penuh dengan instrumen yang menarik seperti dunia digital dan menentukan masa depannya setidaknya banyak sekali ini masukan dari kawan-kawan muda soal kreativitas soal akses mereka yang eh anak muda dan perempuan apalagi yang di desa begitu kami anak muda loh milenial jensi dan sebagainya tapi akses kami tidak sama dengan yang ada di kota sehingga kalau mereka kita aja bisa terlibat dan berpartisipasi rasa-rasanya semangat itu bisa ditularkan kepada teman-temannya karena anak muda

00:22:5500:23:31

akan menentukan nasib bangsa Pak Prabowo yang jelas kan memang pemilih muda itu Pak akan mendominasi Di Pilpres 2024 lebih dari 50 persen. Bagaimana meyakinkan bahwa mereka adalah suara penentu? Karena kalau sekarang misalnya ada yang bilang golput saja. Dan golput kan itu sesuatu yang apakah memang memilih untuk tidak memilih itu sah saja dilakukan kan? Apa yang kemudian bisa meyakinkan orang secara umum suaranya masih berharga untuk digunakan di pemilu nanti Pak Prabowo?

00:23:3200:24:52

Iya jadi kecenderungan golput itu sebetulnya adalah menurut saya suatu sikap menyerah. Suatu sikap tidak peduli. Dan ini terjadi di banyak negara. Bahkan kalau tidak salah di Amerika Serikat 50 persen tidak mau milih. Sampai 50 persen. Nah kalau saya, saya selalu ingin yakinkan setiap warga negara bahwa nasib Anda ditentukan di beberapa menit di TPS. Sekali dalam lima tahun seluruh rakyat Indonesia itu sama. Ya kekuasaannya sama. Tidak ada jenderal, tidak ada petani, tidak ada orang kaya, tidak ada orang miskin. Satu orang satu suara. Sekali lima tahun. Jadi kalau tidak dimanfaatkan ya itu sangat-sangat sayang. Dan saya selalu katakan bahwa kalau kita ingin merubah, kalau kita ingin memperbaiki nasib, gunakanlah hak pilih. Saya kira itu.

00:24:5200:24:56

Baik. Mas Anies bagaimana mas? Meyakinkan.

00:24:5600:24:56

Iya.

00:24:5800:24:59

Milih atau tidak milih?

00:24:5900:26:22

Meneruskan apa yang disampaikan tadi. Ketika kita memutuskan untuk melakukan pemilu, maka yang dihitung adalah suara yang memilih. Mereka yang tidak datang tidak diperhitungkan suaranya Jadi kalau sebuah pemilu yang datang hanya 40% Yang 60% tidak memilih Tidak kemudian pemilunya batal Keputusannya ditentukan oleh 40% Sekarang pilihannya Kita mau menjadi yang menentukan atau kita mau menjadi yang hanya menonton keputusan Menurut saya pilih yang menentukan Pilih yang menentukan Kalau goal put itu dihitung Nah baru goal put itu menjadi perhatian Misalnya 60% gak ikut Yang datang hanya 40% Kemudian pemilunya batal Nah goal put baru menjadi pilihan itu Tapi kalau itu tidak jadi pilihan Mengapa kita jadi penonton? Apalagi anak muda Ada soal pengangguran, ada soal biaya sekolah yang mahal Biaya pendidikan yang tinggi Kenapa kita mendiamkan Lihat siapa yang membawa ide-ide itu Lihat siapa yang punya kaitan dengan anak muda Lalu ambil pilihannya Jangan jadi penonton dan jangan jadi goal put Karena tidak dihitung suaranya Kita lihat pilkada-pilkada Pemilu yang partisipasinya Yang 40% Siapapun yang tertinggi di antara 40% Itulah yang menentukan masa depan kita Jadi untuk itu saya katakan Daripada menonton Ambil sikap datang memilih Dan menentukan masa depan Terima kasih

00:26:2400:26:51

Ada satu kejutan lagi Jadi ternyata Saya juga baru tahu Ketiga pasang capres-cawapres kita Itu punya bakat yang luar biasa Dan ada buktinya Seorang musik komposer Menemukan video Tiga pasang capres dan cawapres ini Menjadi semacam boy band teman-teman Ada videonya Kita saksikan dulu yang ini

00:26:5900:27:02

Kita ingin berubahan

00:27:0200:27:15

Kita bergerak jadi bangsa yang hebat Kita pilih orang-orang Orang terbaik Kita menuju Indonesia emas Indonesia Best

00:27:1500:27:31

Asik belajar Tancap Best Tunggu Indonesia Best Asik Sikasik-asik Tancap Asik-asik Tunggu Kita gak boleh apatis

00:27:3200:28:33

Betul-betul Mari kita bersuara Kita ingin pemilihan yang sejuk Rukun, demai, dan gembira Oke, oke, oke Satu musuh sangat berat Dibanding seribu kawan Gagasan boleh berbeda Tapi kita sesungguhnya Satu bangsa, satu tujuan Kita kan mengantar Indonesia Kepintung berbangga maju-an Politik itu asik Sikasik-asik Kita bisa tertawa Bersama jaga persatuan Kita ingin perubahan Kita bergerak jadi bangsa yang hebat Kita pilih orang-orang terbaik Kita menuju Indonesia emas Indonesia Best Asik belajar Tunggu

00:28:3300:28:47

Tancap Best Tunggu Asik belajar Tancap Asik belajar Best Asik belajar Asik belajar Asik belajar Tancap Asik belajar Tunggu Asik belajar Angga ayat Asik belajar Yeah!

00:28:5300:29:18

tancap gas dan yang paling ikonik itu tunggu-tunggunya Pak Bravo paling ikonik itu tadi video speech composing dari Eka Gustiwana Terima kasih Mas Eka saya mau minta tanggapan itu tadi politik riang gembira itu mungkin tidak ya Mas Ganjar dalam realitanya politik itu asyik masa sih kalau

00:29:1900:30:06

kemudian yang memberikan contoh asyik bawahnya asyik juga gitu kalau contoh yang di elitnya tidak asyik bawahnya bisa tidak asyik dan kontrol itu juga mesti dilakukan terus-menerus saling mengingatkan Jadi kalau diantara kita saling mengingatkan atau barangkali ada kritik diantara kita yang gak usah baper udah baper ditambah ekspresinya tidak menyenangkan sebenarnya bisa dipersepsikan lain sehingga kalau kita memberikan pendidikan politik kepada mereka untuk mau terlibat katakan yuk kita ikut yuk kita dorong program yang kamu inginkan caranya mencapai seperti ini maka rasa-rasanya akan mengasihkan apalagi kalau bawa nilai seni budaya kayak tadi dulu itu

00:30:0700:30:13

jadi menyenangkan Gus Imin Apa asyiknya politik Anda jadi politisi sudah sejak muda dulu Apa asyiknya politik Ya

00:30:1400:31:08

ya politik itu ya kayak kita apa bernafas dengan oksigen ini jadi pasti kebutuhan hidup tidak mungkin kita hidup tanpa oksigen tidak mungkin kita hidup tanpa politik sehingga kalau di politik itu menjadi bagian dari nafas kita sehari-hari Nah kalau kemudian ada yang Mbak官 Askata who dirasa dicurangi Anda yang merah itu sama itu bagian dari pertunjukan-pertunjukan yang asik yang harusnya rakyat menonton itu sebagai seperti pertandingan sepakbola saja lihat aja dengan penuh keindahan mana yang seninya oke atau tidak Dan yang paling penting adalah, yang paling asyik adalah Pak Mahfud ikut perubahan. Itu kan asyik itu tadi kira-kira. Saya kemarin gak sadar ngomong kemajuan, itu kan sama-sama asyik gitu.

00:31:0900:31:44

Dan sebetulnya juga ini, kalau kita lihat menyenangkan. Lihat kita semua yang menyiapkan banner, pada menyiapkan kaos, bikin sablon, motornya disiapkan. Itu kan karena suasana riang gembira di situ. Itu keriangan yang ada di jutaan orang, yang mereka menyongsong masa kampanye dengan bersiap-siap segala macam. Jadi sesungguhnya ada keriangan yang luar biasa, tapi kadang-kadang kita fokus kepada ketegangan. Padahal di luar sana ada jutaan yang merayakan suasana politik ini dengan keriangan. Itu yang harusnya kita tonjolkan juga ke depan. Itu yang harus kita sorot ya,

00:31:4400:31:56

pada saat merayakan keriangan itu. Mas Gibran, apa sih yang kerap kali menurut Mas Gibran, orang suka salah paham terhadap politik? Atau mungkin saja pemahamannya benar, tapi tidak diakui oleh elit?

00:31:5900:33:59

Biasanya ini apa? Kalau di atas, elit saling bergandingan. Tapi kalau di bawah, gaduh. Apalagi kalau di sosmed. Ini harus kita rubah, Mbak. Jadi seperti apa yang disampaikan Pak Anies tadi. Jadi politik itu dibikin asik, dibikin riang. Yang gembira, anak-anak muda jangan dipertontonkan yang buruk-buruk. Nanti jadi tambah apatis, jadi pengen golput, eh jangan sampai. Makanya tadi Pak Ganjar bilang, ayo anak muda kita libatkan. Saya juga anak muda, saya juga pengen melibatkan anak muda lebih banyak lagi untuk berpartisipasi. Karena sekarang Pak Prabowo sudah memberi kesempatan saya untuk menjadi cawabres. Jadi kita pengen politik itu dibikin santai. Dibikin riang gembira. Kalau di sosmed, ya kalau bisa jangan ada bulian-bulian lah. Meskipun kadang-kadang bulian-bulian itu juga seru. Karena saya memanfaatkan itu juga Tapi yang jelas kita ingin anak-anak muda jangan sampai apatis Jangan sampai kapok Jangan sampai tidak mau ke TPS Jangan sampai antipati Kita ingin politik itu dibawa gembira Karena sekali lagi waktu di Mantan Naswa yang paling pertama Saya kan sangat-sangat antipolitik Tapi ternyata setelah saya terjun Saya bisa punya banyak teman Banyak koneksi Networking saya jadi luas Yang dulu saya hanya bisa menyentuh 10-100 orang Sekarang bisa menyentuh ribuan orang Karena saya baru merasakan belusukan di luar Jawa Dan ternyata itu menyenangkan sekali Meskipun banyak keluhan, meskipun banyak komplain Meskipun banyak cibiran-cibiran Tapi itu saya tampung semua Karena itu menjadi kekuatan tersendiri untuk saya dan Pak Prabowo

00:34:0000:34:45

Baik Saya mau ke Pak Mahfud Yang jelas kalau kita lihat dialektikanya Hari-hari ini Pemilu itu lebih banyak nge-popnya Caimin misalnya bilang kayak pertandingan bola Sempat juga Mas Ganjar bilang kayak drakor Nah bagaimana rakyat sebagai pemilih Itu tidak kena timpuk Seperti hanya di pertandingan sepak bola Atau tidak kena gas air mata Gus Imin Atau Bagaimana memastikan kalau analoginya adalah drakor Kita tidak terkecoh Atau tidak terbawa suasana Jadi bagaimana harus rakyat bersikap Ketika melihat elit-elit Ada yang main bola Atau ada yang melakukan apapun Ya

00:34:4600:35:59

kalau bagi elit sih Bagi pejabat, aparat Itu tinggal proporsional aja Proporsional dan profesional itu keharusan Tapi kalau bagi rakyat Kalangan bawah Supaya disadari bahwa Politik itu adalah keniscayaan Tidak ada seorang pun di dunia ini Yang bisa lepas dari politik Kalau Anda membutakan diri terhadap politik, Anda akan termakan oleh politik, menjadi korbannya politik. Oleh sebab itu tinggal memposisikan apakah Anda ingin menjadi pemain yang baik atau menjadi pengikut politik yang baik. Dengan memberikan suara, memberikan kritik, tergantung posisinya. Seperti Najwa orang bilang seorang jurnalis, tapi sebenarnya dia politikus juga. Dalam arti selalu membuat pernyataan-pernyataan untuk mengarahkan perjalanan politik. Protes itu kan juga politik yang dilakukan oleh wartawan, oleh buruh, dan sebagainya. Itu politik semuanya. Karena politik itu kan artinya organisasi negara. Dan kita tidak bisa lepas dari organisasi negara. Oleh sebab itu jangan apatis, ikut di posisi apapun. Dari posisi yang berbeda juga boleh.

00:36:0000:36:40

Pak Prabowo, kita kasih tepuk tangan dulu dong untuk Pak Mahfud. Bapak, idealnya seperti itu. Politik asik, politik yang membawa kegembiraan. Tapi kenyataannya kan kontestasi pasti ada persaingan, Pak. Di kontestasi justru kita mau ada perbedaan supaya orang bisa melihat mana yang lebih cocok, mana gagasan yang lebih ideal ditawarkan menurut persepsi masing-masing. Bagaimana mencari keseimbangan itu? Kita tidak mau semuanya sama, harus ada bedanya dong. Tapi bagaimana di tengah perbedaan itu juga tidak kemampuan. Kemudian membuat kita saling sensi satu sama lain. Mencari keseimbangan itu, Pak. Berbeda tapi tetap tidak saling melukai.

00:36:4200:39:18

Ya, jadi saya kira bahwa sebagai pimpinan politik kita harus semakin hati-hati. Ya. Karena kalau di atas. Itu kelihatan istilahnya tidak sejuk, di bawah itu bisa lebih tidak sejuk. Jadi benar bahwa dalam demokrasi kita, kita harus adu gagasan, harus adu program. Apa gagasan itu, apa program itu? Yaitu program yang bisa mengatasi kesulitan rakyat sekarang. Ini yang ditunggu oleh rakyat, ini yang ditunggu oleh anak-anak muda. Karena anak-anak muda ini sangat berkepentingan dengan masa depan, karena masa depan itu milik mereka. Jadi mereka berkepentingan dengan pekerjaan, mereka berkepentingan dengan nanti penghasilan mereka, mereka berkepentingan dengan mutu pendidikan. Jadi kita dalam kontestasi ini, kita harus adu. Adu gagasan, adu program. Ini yang demokrasi yang sebenarnya. Bukan demokrasi cacimaki, bukan demokrasi curiga, bukan demokrasi pecah belah. Nah ini kita harus belajar dari banyak negara lain. Jadi kita bersyukur kita bisa duduk di satu panggung begini. Ini inilah. Saya berterima kasih. Bapak Nacwa, yang punya kelebihan bisa ngatur kita. Jadi jangan salah ya. Jadi ini wartawan itu punya power yang luar biasa. Jadi kalau kita salah-salah ya, mereka yang ngatur-ngatur kita itu. Tidak berani. Terima kasih. Terima kasih. Tidak bisa duduk di satu panggung. Terima kasih sudah memungkinkan. Sebetulnya tadinya saya hampir gak datang loh.

00:39:1800:39:18

Iya Pak.

00:39:1900:39:32

Tapi ya akhirnya terima kasih suasana ini yang kita inginkan. Kita disini ini semua ini Semua sahabat Kalau Pak Mahfud ini Bos aku Saya

00:39:3400:39:48

dulu ketua tim suksesnya Pak Ketua tim sukses Bapak dulu Dulu ketua tim sukses Bapak Saya tahun 2014 ya kan Pak Ketua tim pemenangan dulu Iya saya

00:39:5100:39:52

Jadi sahabat lama

00:39:5200:41:01

Tak apa-apa gak ada masalah Kita masih sahabat Pak Nana Kalau pemilu diibaratkan sepak bola itu Sebetulnya semua pemain itu gak ada masalah Yang masalah itu dua Satu wasit atau komentator Nah Mbak Nana ini kalau ibarat sepak bola itu komentator Saya jadi ingat cerita Gus Dur di Mesir Di Mesir itu komentator bola di bawah Gibran Dioper kepada Prabowo dioper lagi kepada Mahfud MD Itu komentatornya memihak sejak awal Jadi begitu komentator dibawa oleh Mahfud Dikirain oleh Mahfud Aduh sayang kok masuk padahal harusnya gak boleh masuk Itu sudah-sudah Itu komentator Makanya komentator juga harus sama dengan wasit Pemilu ini menentukan masa depan Sekali ada kecurangan Permainan rusak penonton turun ke lapangan Rusak semua pertandingan itu Jadi jangan sampai pernah terjadi Pemain-pemain bola ini mengundang penonton turun lapangan Dan kemudian kita memulai pembangunan yang berhasil Dari titik nol lagi untuk Indonesia masa depan yang berbahaya

00:41:0200:41:04

Oke jadi kuncinya disitu

Transkrip Suara ke Teks Murah dan Cepat dengan Teknologi AI

  • Rp10.000/file, durasi tak terbatas
  • 95% akurasi