πŸŽ‰ Dapatkan Transkrip Cepat dan Murah Hanya Rp10rb/rekaman πŸŽ‰

Debat Capres Putaran Pertama - Part 5.mp3

Transkrip.id17 Menit

Transkrip berikut dihasilkan secara otomatis dari aplikasi Transkrip.id. Ubah audio/video menjadi teks secara otomatis hanya Rp10rb dengan durasi tak terbatas. Coba Sekarang!

00:00:0000:02:24

Masih sama seperti segmen sebelumnya, setiap calon presiden akan memberikan satu pertanyaan kepada calon presiden lainnya dan jawaban pertanyaan akan ditanggapi oleh calon presiden penanya untuk kemudian direspon kembali oleh calon presiden lainnya. Yang direspon adalah apa yang disampaikan oleh calon presiden lainnya. Dan kita akan undang kembali ketiga calon presiden 2024 untuk naik ke atas panggung. Kami persilakan kepada bapak-bapak untuk bisa menuju ke panggung utama. Dan kembali kami ingatkan kepada bapak-bapak calon presiden bahwasannya tema di malam hari ini terdiri dari beberapa subtema yaitu pemerintahan hukum hak asasi manusia, pemberantasan korupsi, penguatan demokrasi, meningkatan pelayanan publik, penanganan disinformasi dan kerukunan warga. Untuk itu kesempatan pertama akan diberikan kepada calon presiden nomor urut 2 untuk bertanya kepada calon presiden nomor urut 1. Waktu bapak 1 menit dimulai dari sekarang. Mas Anies pernah jadi gubernur 5 tahun di DKI, anggaran DKI setahun sekitar 80T, jumlah penduduk DKI 10 juta kira kurang lebih. APBD Jawa Barat 35T, jumlah penduduknya 50 juta, 5 kali DKI. Tetapi selama Mas Anies mimpin sering sekali DKI menerima indeks polusi tertinggi di dunia. Bagaimana dengan anggaran 80T Pak Anies sebagai gubernur tidak dapat berbuat sesuatu yang berarti untuk mengurangi polusi. Terima kasih. Waktunya masih ada? Bapak? Sudah cukup? Baik kita akan lanjutkan kepada calon presiden nomor urut 1. Kami beri kesempatan untuk menjawab pertanyaan selama 2 menit dimulai dari sekarang. Pak Prabowo terima kasih ya, tas pertanyaan yang bagus tetapi kurang akurat.

00:02:2400:02:27

Saya akan jelaskan Pak.

00:02:2700:04:19

Ketika satu daerah mengatakan di tempat kami tidak ada covid, di tempat kami covid banyak. Lalu yang tidak ada covid kami tanya, kenapa tidak ada covid? Nah kami tidak punya alat testing Pak. Karena tidak punya alat testing maka tidak ada covid. Yang punya alat testing maka ada covid. Jadi apa yang terjadi? Di Jakarta kami memasang alat pemantau polusi udara. Bila masalah polusi udara itu bersumber dari dalam kota Jakarta, maka hari ini, besok, minggu depan konsisten selalu akan kotor. Tapi apa yang terjadi? Ada hari dimana kita bersih, ada hari dimana kita kotor. Ada masa, minggu pagi, Jagakarsa sangat kotor. Apa yang terjadi? Polusi udara tidak punya KTP. Angin tidak ada KTP-nya. Angin itu bergerak dari sana sini. Ketika polutan yang muncul dari pembangkit listrik, tenaga uap, mengalir ke Jakarta, maka Jakarta punya indikator, karena itu Jakarta mengatakan ada polusi udara. Ketika anginnya bergerak ke arah Lampung, ke arah Sumatera, ke arah Laut Jawa, di sana tidak ada alat monitor, maka tidak muncul. Dan Jakarta pada saat itu bersih. Kalau problemnya dari dalam kota saja, maka konsisten tiap waktu. Ya, kita punya masalah polusi. Karena itu kita kerjakan dengan apa? Kita lakukan, Pak. Satu, dengan pengendalian emisi dari kendaraan bermotor. Dan pengujian emisi sekarang wajib. Yang kedua, elektrifikasi kendaraan umum. Yang ketiga, konversi kendaraan umum. Dan dulu yang naik kendaraan umum hanya Rp350 ribu per hari, sekarang Rp1 juta per hari. Jadi itu kita kerjakan untuk menangani soal polusi di Jakarta. Masih ada waktu, Bapak?

00:04:1900:04:21

Cukup? Ya.

00:04:2100:05:14

Kami persilakan kepada calon presiden nomor urut dua, untuk kemudian menanggapi jawaban dari calon presiden nomor urut satu. Waktu, Bapak. Satu menit dimulai dari sekarang. Ya, susah kalau kita menyalahkan angin dari mana-mana. Jadi, saya bertanya, saya bertanya, dengan anggaran segitu besar jumlah penelitian, langkah-langkah yang bisa dilakukan, untuk dengan real, dalam lima tahun, mengurangi polusi juga, di mana rakyat Jakarta begitu banyak yang mengalami sakit pernafasan. Jadi, saya kira, kalau kita dengan gampang menyalahkan angin, hujan, dan sebagainya, ya mungkin tidak perlu ada pemerintahan kalau begitu. Terima kasih.

00:05:1400:05:15

Masih ada waktu?

00:05:1500:08:31

Akan menambahkan? Cukup. Baik, selanjutnya kami berikan kecepatan kepada calon presiden nomor urut satu, untuk menanggapi tanggapan dari calon presiden nomor urut dua. Waktunya satu menit, dimulai dari sekarang. Ya, inilah bedanya yang berbicara pakai data, yang berbicara pakai fiksi. Ini pakai data. Jadi, ketika ditunjukkan, ya, memang ada sumber polutan dari dalam kota, tapi kalau sumber polutan itu hanya dari dalam kota, maka Pak pakai logika sederhana sekali. Jumlah motor dari hari ke hari sama, jumlah mobil dari hari ke hari sama, maka harusnya angka polusinya sama setiap waktu, betul tidak? Tapi, jumlah motor sama, jumlah mobil sama ada, itu sangat polusi. Ada sisi sangat tidak polusi. Nanti kalau perlu saya kirimkan gambar satelitnya kepada Bapak, supaya Bapak bisa menyaksikan. Dan inilah mengapa kita mengambil langkah itu pakai ilmu, pengetahuan, pakai data, dan menggunakan saintis untuk terlibat. Kalau tidak pakai itu, maka tidak akan ada langkah yang benar. Dan ini kemudian saya teruskan Pak, bagaimana pengendalian itu dikerjakan untuk dalam Jakarta. Jika saya terpilih presiden, maka yang luar Jakarta saya kendalikan juga Pak. Dan selanjutnya, kami akan beri kesempatan bertanya, yang tentunya akan diberikan kepada calon presiden nomor urut 3, untuk bertanya ke calon presiden nomor urut 2. Waktu Bapak 1 menit, dimulai dari sekarang. Izinkan saya harus membaca data untuk mengingatkan. Pak Prabowo, karena nomor 2, saya pertanyaannya 2. Ada 12 kasus pelanggaran hambrat, yang sudah dikeluarkan mulai dari peristiwa 65, penembakan misterius, talang sari, penghilangan paksa sampai wamena. Dan saya ingatkan tahun 2009, DPR sudah mengeluarkan 4 rekomendasi pada saat itu kepada presiden. Satu, membentuk pengadilan HAM ad hoc. Yang kedua, menemukan 13 korban penghilangan paksa. Yang keempat, memberikan kompensasi dan pemulihan. Dan yang keempat, meratifikasi konvensi anti penghilangan paksa sebagai upaya pencegahan. Pertanyaan saja 2. Kalau Bapak ada di situ, apakah akan membuat pengadilan HAM dan membereskan rekomendasi DPR? Pertanyaan kedua. Di luar sana menunggu banyak ibu-ibu, apakah Bapak bisa membantu menemukan di mana kuburnya yang hilang agar mereka bisa berziarah? Waktunya dari sekarang. Pak Ganjot tadi justru Anda sebut tahun 2009 kan? Jadi sekian tahun yang lalu kan? Dan masalah ini ditangani justru oleh wakil presiden Anda. Jadi, apalagi mau ditanya kepada saya. Saya sudah menjawab berkali-kali, ada rekam digitalnya. Saya sudah menjawab berkali-kali, tiap 5 tahun kalau pole saya naik, ditanya lagi soal itu.

00:08:3100:08:33

Bapak tahu data nggak?

00:08:3300:08:55

Bapak tanya ke Kapolda, tahun ini berapa orang hilang di DKI? Tahun ini? Ada mayat yang diketemukan beberapa hari yang lalu dan sebagainya? Come on mas Ganjar.

00:08:5500:09:01

Jadi, Jadi, saya tadi katakan,

00:09:0100:09:26

saya merasa bahwa saya yang sangat keras membela hak adhasi manusia. Nyatanya, orang-orang yang dulu ditahan, tapol-tapol, yang katanya saya culik, sekarang ada di pihak saya membela saya, saudara-saudara sekalian.

00:09:2600:09:36

Jadi, masalahan, jangan dipolitisasi mas Ganjar.

00:09:3600:09:58

Menurut saya. Saya kira begitu, jawaban saya. Masih ada waktu Bapak? Cukup. Cukup, baik. Dan selanjutnya kami persilakan kepada calon presiden nomor urut 3 untuk menanggapi jawaban dari calon presiden nomor urut 2. Waktu Bapak 1 menit, dimulai dari sekarang. Bapak, Pak Prabowo ini punya ketegasan yang luar biasa.

00:09:5800:10:00

Luar biasa.

00:10:0000:10:29

Tapi sayang pada dua jawaban ini sama sekali tidak punya ketegasan itu. Kenapa saya sampaikan? Pertanyaan saya sebenarnya satu, apakah kalau Bapak jadi presiden akan membuat pengadilan hak? Pertanyaan nomor kedua, apakah Bapak bisa menemukan, menunjukkan, membantu pada keluarga, agar kemudian mereka bisa bersiarah? Dua ini sama-sama tidak dijawab. Maka kalau kemudian saya boleh meminta,

00:10:2900:10:31

kalau saya jadi presiden Pak,

00:10:3100:10:44

saya akan bereskan ini Pak. Agar kemudian dalam kontestasi pilpres berikutnya, ini tidak akan muncul lagi karena presidennya tegas menuntaskan pekerjaan itu pada eranya.

00:10:4400:10:46

Terima kasih.

00:10:4600:11:25

Waktunya masih ada Bapak? Cukup. Cukup, baik. Kita berikan kesempatan kepada calon presiden nomor urut 2 untuk menanggapi tanggapan dari calon presiden nomor urut 3. Waktunya satu menit dari sekarang. Lo kok dibilang saya tidak tegas? Saya tegas akan menegakkan hak rehabilitasi manusia. Masalah yang Bapak tanyakan agak tendensius. Kenapa yang 13 orang ilang pada saat itu ditanya kepada saya? Itu tendensius Pak Ganjar. Itu tendensius. Dan wakil Bapak yang mengurus ini selama ini. Jadi kalau memang keputusannya mengadakan pengendalian HAM, ya kita adakan pengendalian HAM.

00:11:2500:11:31

Tidak ada masalah.

00:11:3100:11:39

Sudah Pak? Masih ada waktu? Sudah cukup Pak Pramowo? Namanya usaha.

00:11:3900:11:40

Terima kasih.

00:11:4000:11:41

Sudah cukup?

00:11:4100:11:44

Baik.

00:11:4400:13:05

Dan selanjutnya, kita akan menuju ke pertanyaan. Dan kali ini kesempatan bertanya akan diberikan kepada calon presiden nomor urut 1. Untuk kemudian bertanya kepada calon presiden nomor urut 3. Waktu Bapak satu menit mulai dari sekarang. Ada dua peristiwa yang menarik perhatian dan perlu kita bahas di sini. Peristiwa Kanjuruan dan peristiwa Kilometer 50. Di situ proses hukum sudah dijalankan. Tetapi rasa keadilan masih belum muncul. Pada saat ini kita menyaksikan masih banyak pertanyaan, bahkan keluarga-keluarga korban masih mempertanyakan. Karena itu saya ingin bertanya kepada Pak Ganjar. Saya posisinya adalah ini harus dituntaskan. Ini harus bisa menghadirkan rasa keadilan. Bukan saja soal legalnya yang sudah diselesaikan. Saya ingin tanya posisi Pak Ganjar di dalam dua peristiwa ini. Terima kasih. Waktunya masih ada Bapak? Sudah cukup? Sudah cukup.

00:13:0500:13:06

Baik.

00:13:0600:13:12

Terima kasih kepada calon presiden nomor urut 3. Kami berikan kesempatan untuk menjawab selama 2 menit. Waktunya dimulai dari sekarang.

00:13:1200:13:20

Terima kasih Ban Sanis. Secara kira dua isu itu menjadi public talks. Kanjuruhan.

00:13:2000:13:47

Kita bisa bertemu dengan para pencari fakta. Kita bisa melindungi korban. Kita bisa membereskan urusan mereka dari sisi keadilan korban. Termasuk di Kilometer 50. Ketika kita bisa bereskan semuanya, maka kita akan naik dalam satu tahap. Apakah kemudian proses legal dan kemudian mencari keputusan yang adil bisa dilakukan?

00:13:4700:13:50

Jawaban saya, bisa.

00:13:5000:14:35

Jadi dalam pemerintahan ini mesti berani untuk tidak lagi menyandra persoalan-persoalan masa lalu. Sehingga berlarut-larut. Sehingga apa yang terjadi ketika muncul terus-menerus akan menjadi sensi. Sensi terus, karena tidak pernah ada keputusan. Maka cara-cara ini mesti dihentikan dan kita mesti berani tegas. Kadang-kadang kita juga harus berpikir dalam situasi yang lebih besar. Mari kita ciptakan kembali undang-undang KKR. Mari kita hadirkan kembali undang-undang KKR. Agar seluruh persoalan-persoalan pelanggaran HAM itu bisa kita bereskan dengan cara itu. Sehingga bangsa ini akan maju dan tidak lagi kemudian berpikir mundur karena persoalan-persoalan seperti itu yang tidak pernah dituntaskan.

00:14:3500:14:38

Kita harus tuntaskan itu.

00:14:3800:15:22

Masih tersisa waktunya Bapak. Dan kami silakan kepada calon presiden nomor 1 untuk menanggapi jawaban dari calon presiden nomor 3. Waktu Anda 1 menit Bapak. Jawabannya kurang komprehensif karena masalahnya lebih kompleks dari itu Pak Ganjar. Tapi jika saya sampaikan. Untuk seperti ini minimal saya melihat harus mengerjakan minimal 4 hal. Satu adalah memastikan bahwa proses hukum menghasilkan keadilan. Yang kedua ungkap seluruh fakta sehingga kebenaran menjadi pengetahuan semua termasuk klosur bagi keluarga. Yang ketiga korban harus ada kompensasi. Dan yang keempat negara harus memberikan jaminan bahwa peristiwa-peristiwa seperti ini tidak boleh berulang kembali.

00:15:2200:15:25

Empat itu harus dikerjakan.

00:15:2500:15:47

Saya kemudian melihat untuk itu bisa dikerjakan maka kita tidak bisa abu-abu seperti yang tadi disampaikan. Saya melihat kalau begitu empat ini harus dilakukan berarti yang pertama mungkin kita harus melakukan investigasi ulang. Melakukan review, kita harus menyelamatkan institusi. Memastikan bahwa institusi itu selamat. Saya ingin tahu apakah Pak Ganjar sependapat dengan pandangan saya.

00:15:4700:15:50

Terima kasih Pak Ganjar.

00:15:5000:16:07

Baik, waktunya habis. Selanjutnya kami akan memberikan kesempatan kepada calon presiden nomor urut tiga untuk menanggapi tanggapan dari calon presiden nomor urut satu. Waktunya satu menit dari sekarang. Soal komprehensi atau tidak komprehensif terkait dengan itu.

00:16:0700:16:09

Itu selera dan subjektif.

00:16:0900:16:24

Dari empat hal tadi itu saya kira hampir semua. Pelindungan korban dilakukan. Saya sampaikan pencari fakta sudah pernah ada. Kalau kemudian tidak terjadi, tidak boleh terjadi lagi. Saya kira itu value yang mesti dicontohkan.

00:16:2400:16:26

Kita kerjakan semuanya.

00:16:2600:16:29

Saya orang yang tidak pernah abu-abu.

00:16:2900:16:32

Hitam, putih, set-set.

00:16:3200:16:48

Kami tidak pernah ragu-ragu. Kami tidak pernah abu-abu. Maka kami pun tadi mengklarifikasi pertanyaan kepada pasangan calon nomor dua. Karena kami bukan orang yang menunda pekerjaan, menggantung pekerjaan untuk kemudian menjadi komoditas.

00:16:4800:16:55

Saya selesaikan itu.

00:16:5500:17:11

Dan kita berikan apresiasi kepada tiga calon presiden. Yang tadi sudah berdebat dan saling bertanya di kesempatan malam hari. Ya, selanjutnya kami persilakan kepada bapak-bapak untuk kembali ke tempat duduk. Kami persilakan bapak untuk kembali ke tempat duduk semula.

Transkrip Suara ke Teks Murah dan Cepat dengan Teknologi AI

  • Rp10.000/file, durasi tak terbatas
  • 95% akurasi