πŸŽ‰ Dapatkan Transkrip Cepat dan Murah Hanya Rp10rb/rekaman πŸŽ‰

Anies Baswedan - 3 Bacapres Bicara Gagasan Mata Najwa.mp3

Transkrip.id1 Jam 17 Menit

Transkrip berikut dihasilkan secara otomatis dari aplikasi Transkrip.id. Ubah audio/video menjadi teks secara otomatis hanya Rp10rb dengan durasi tak terbatas. Coba Sekarang!

00:00:0000:00:10

Soal ketertipan, rasanya tidak perlu saya tekankan lebih jauh, bagaimana pentingnya kita menjaga supaya tidak terlalu riuh teman-teman.

00:00:1000:00:17

Tepuk tangan tentu diperbolehkan, bahkan diharapkan, bukan hanya untuk baca press yang sudah meluangkan waktu,

00:00:1700:00:25

tapi sekali lagi untuk kita semua, pemilih yang sadar, pentingnya tahu apa yang ditawarkan para calon pemimpin

00:00:2500:00:30

yang akan mengatur netizen plus 62 ini, negeri plus 62.

00:00:3000:00:40

Bismillah kita mulai, dan kita akan mulai dengan bakal calon presiden dari Koalisi Perubahan Untuk Persatuan,

00:00:4000:00:43

kita beri sambutan untuk Anies Baswedan.

00:00:4300:00:59

Bakal calon presiden muncul dari belakang, seperti layaknya pemimpin memang harus muncul dari belakang.

00:02:1300:02:27

Boleh kita persilahkan untuk mas Anies untuk naik ke panggung.

00:02:4400:02:54

Baik, kita kasih tepuk tangan sekali lagi, bakal calon presiden dari Koalisi Perubahan Untuk Persatuan, Anies Baswedan.

00:03:0300:03:06

Mas Anies, apa kabar mas Anies?

00:03:0600:03:09

Alhamdulillah baik, sehat terima kasih.

00:03:0900:03:10

Sehat-sehat mas?

00:03:1000:03:15

Sehat, baik, senang sekali bisa kembali ke UGM, Alhamdulillah.

00:03:1700:03:18

Pulang kampus mas Anies?

00:03:1800:03:23

Pulang kampus, dan saya senang sekali tadi baca tulisannya, Najwa Sihab UGM.

00:03:2500:03:28

Sudah diklaim ya, aku udah pake baju ala-ala jaket alma mater nih.

00:03:2900:03:34

Mohon maaf anak-anak UI, tapi aku nomer satu UI, nomer dua UGM kok di hatiku.

00:03:3400:03:40

Mohon maaf orang kuliahnya di UI, kecuali kalau nanti dikasih honoris causa.

00:03:4100:03:44

Enggak, enggak mau, enggak terima honoris causa, biar penjabat aja yang enggak pernah.

00:03:4400:03:47

Kalau UGM enggak pernah ngobrol honoris causa.

00:03:4900:03:55

Mas Anies, jadi terakhir kali ke kampus sering banget dong pastinya?

00:03:5500:04:03

Sering ke kampus, tapi acara besar di Gerah Sabah, kalau tidak salah terakhir adalah Mata Najwa di sini.

00:04:0300:04:13

Tahun 2014, Mata Najwa dari Jogja Untuk Bangsa, waktu itu ada Mas Anies, ada Sri Sultan, ada Herul Tanjung, ada Ridwan Kamil, Pak Mahfud MD.

00:04:1300:04:17

Oh itu terakhir ya, jadi udah enggak deg-degan.

00:04:1700:04:27

Pernah ngebayang enggak akan kembali ke sini, 148 hari sebelum pemilihan, berdiri dan akan bicara soal gagasan sebagai bakal salon presiden, pernah terbayang?

00:04:2700:04:32

Kebayang sih akan kembali ke UGM, tapi enggak membayangkan suasananya semeryah ini.

00:04:3300:04:46

Ya, membayangkan kembali ke sini dan saya membayangkan pasti Gajah Mada termasuk yang terdepan, terawal untuk fasilitasi tukar gagasan, pasti.

00:04:4600:04:53

Oke, Mas Anies saya akan persilahkan Anda untuk spil gagasan Mas istilahnya.

00:04:5400:05:06

Namun sebelumnya saya ingatkan lagi teman-teman, untuk mengisi slidonya yang tadi, untuk membantu menentukan prioritas topik yang akan kita bahas bersama Mas Anies Baswedan.

00:05:1400:05:21

Polling, tadi ada barcodenya, teman-teman bisa kemudian scan barcodenya untuk mengisi urutan topik prioritas yang akan kita bahas.

00:05:2100:05:30

Oke Mas Anies, waktunya 10 menit, saya persilahkan untuk menyampaikan apa gagasan yang Anda tawarkan untuk para calon pemilih di 2024.

00:05:3000:05:32

Kita kasih tepuk tangan untuk Anies Baswedan.

00:05:3600:05:42

Terima kasih, assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh, selamat sore, salam sejahtera buat semuanya.

00:05:4300:05:50

Bu Rektor dan seluruh jajaran pimpinan UGSG Gajah Mada yang saya hormati, teman-teman mahasiswa dan seluruh hadirin.

00:05:5000:05:59

Saya merasa mendapat kehormatan untuk berada di sini menyampaikan gagasan terkait dengan amanah yang sedang diembankan kepada kami.

00:06:0000:06:14

Indonesia adalah sebuah negara dengan penuh potensi dan ketika kita memilih untuk merdeka dan mandiri, kita memiliki cita-cita, kita memiliki janji dan tujuan.

00:06:1400:06:20

Apa itu? Menghadirkan sebuah keadilan bagi surayat Indonesia.

00:06:2000:06:24

Itu janji yang kita sepakati ketika republik ini berdiri.

00:06:2500:06:33

Pra kemerdekaan, kita hidup dalam kolonialisme dan itu artinya negeri Belanda kaya, negeri Nusantara miskin.

00:06:3300:06:39

Dan kita sekarang bertanggung jawab untuk bisa menghadirkan keadilan kesetaraan.

00:06:3900:06:44

Itulah misi utama dari perubahan.

00:06:4400:06:46

Apa terjemahannya?

00:06:4600:06:54

Kami menginginkan dan kami merencanakan agar akses pada fasilitas dasar setara.

00:06:5400:06:56

Pertama, kesehatan.

00:06:5600:07:14

Kita menginginkan agar akses kepada kesehatan dari mulai ibu mengandung, bayi dalam kandungan sampai dengan ketika mereka aktif termasuk perlindungan coverage atau jaminan kesehatannya.

00:07:1400:07:16

Yang kedua, pendidikan.

00:07:1600:07:24

Pendidikan adalah bekal utama untuk mengembangkan potensi setiap manusia Indonesia.

00:07:2400:07:28

Dan kami tidak ingin menyebut dengan istilah sumber daya manusia.

00:07:2800:07:31

Kami ingin mengembangkan kualitas manusia Indonesia.

00:07:3100:07:36

Karena manusia tidak perlu dipandang sebagai sumber daya untuk kegiatan perekonomian.

00:07:3600:07:41

Ini kemudian wujudnya apa?

00:07:4100:07:43

Kesetaraan kesempatan.

00:07:4400:07:54

Jumlah bangku SD, SMP, SMA yang sekarang bentuknya seperti piramida, makin tinggi jenjang pendidikannya makin sedikit jumlah bangkunya.

00:07:5400:07:55

Dan itu artinya apa?

00:07:5500:08:03

Banyak anak-anak kita yang tersingkir, tidak bisa mendapatkan pendidikan minimal hingga pendidikan menengah.

00:08:0300:08:05

Lalu pendidikan tinggi.

00:08:0500:08:12

Pendidikan tinggi harus menjadi institusi yang bisa diakses oleh anak siapa saja.

00:08:1200:08:15

Bukan hanya anak kelas menengah Indonesia.

00:08:1500:08:24

Pendidikan yang harganya terjangkau, biayanya terjangkau, dan pemerintah memiliki tanggung jawab mengurangi beban pengelola kampus.

00:08:2400:08:32

Pengelola kampus tidak dibebani dengan tanggung jawab begitu besar terkait mencari pembiayaan untuk kegiatan kampus.

00:08:3200:08:39

Tapi biar pengelola kampus fokus pada penelitian, pada pengembangan pembelajaran, pendidikan.

00:08:3900:08:45

Supaya kampus betul-betul menjadi institusi yang memungkinkan siapa saja berpartisipasi.

00:08:4500:08:49

Sudah cukup biaya pendidikan yang terlalu tinggi di kampus-kampus kita.

00:08:5200:08:56

Yang ketiga, kita menginginkan lapangan pekerjaan.

00:08:5600:09:00

Lapangan pekerjaan yang setara bagi semuanya.

00:09:0000:09:07

Baik sekalian teman-teman yang ada di Jogja, tahu persis ketika saya tumbuh besar di sini,

00:09:0700:09:13

sejak saya SMP, SMA, banyak sekali teman sekelas bukan berasal dari Jogja.

00:09:1300:09:14

Kenapa?

00:09:1400:09:22

Karena sejak SMP dan SMA mereka dikirim oleh orang tuanya untuk belajar ke kota ini agar mereka bisa mendapatkan pendidikan yang baik.

00:09:2200:09:24

Supaya apa?

00:09:2400:09:26

Nantinya mereka mendapatkan pekerjaan yang baik.

00:09:2600:09:32

Akhirnya ketika mereka dikirim ke kota-kota utama di Indonesia, mereka gak pernah kembali lagi.

00:09:3200:09:34

Mereka tidak kembali kampung halamannya.

00:09:3400:09:39

Hijrah ke Jogja, hijrah ke Jakarta, hijrah ke Bandung, ke Malang, Surabaya, tidak kembali.

00:09:3900:09:46

Kita menginginkan agar kesempatan pendidikan ada dimana saja lalu kesempatan kerja setara.

00:09:4600:09:54

Dan itu artinya menambah kota-kota di seluruh Indonesia sebagai pusat pengembangan perekonomian.

00:09:5400:10:01

Perekonomian kita hari ini tersentralkan di kawasan Jawa bagian Barat, khususnya Jakarta.

00:10:0100:10:08

Dan kawasan Jawa kita menginginkan dan merencanakan kota-kota di seluruh Indonesia minimal 14 kota

00:10:0800:10:17

menjadi mesin penggerak perekonomian yang memungkinkan bagi semua untuk bisa mendapatkan lapangan pekerjaan yang setara.

00:10:1700:10:23

Lalu yang tidak kalah penting, ini adalah terkait dengan kebutuhan pokok.

00:10:2400:10:34

Dasar kita, bahwa kita membutuhkan tata kelola kebutuhan dasar yang lebih baik.

00:10:3400:10:45

Contohnya beras, biaya hidup yang tinggi apalagi bagi mereka yang statusnya prasejahtera menjadi makin berat

00:10:4500:10:49

ketika harga kebutuhan pokok itu mahal.

00:10:4900:10:55

Kalau harga beras mahal dan petaninya makmur artinya uangnya berujung di petani.

00:10:5500:11:04

Tapi situasi yang kita hadapi adalah berasnya harganya mahal, petaninya tidak sejahtera, uangnya hilang di jalan.

00:11:0400:11:12

Tata niaga ini dikoreksi dan mafia-mafia terkait produk pertanian ini harus diperangi secara tuntas.

00:11:1200:11:16

Karena merekalah sumber masalah yang ada di tempat ini.

00:11:1700:11:24

Apa yang terjadi? Di ujung kita menginginkan agar biaya kebutuhan pokok lebih menurun, lebih murah.

00:11:2400:11:28

Di sisi lain, kesejahteraan dari para petani lebih tinggi.

00:11:2800:11:33

Pakai indikator serhana, petani bisa menabung.

00:11:3300:11:42

Selama petani tidak bisa menabung, maka biaya operasinya, biaya produksinya tidak sebanding dengan pendapatannya.

00:11:4300:11:45

Yang kelima, penegakan hukum.

00:11:4500:11:56

Negeri ini punya kesempatan untuk maju, tetapi selama rule of law, kepastian hukum, penegakan hukum tidak menjadi prioritas,

00:11:5600:12:00

maka yang terjadi adalah tata kelola pemerintahan tidak berjalan dengan baik.

00:12:0000:12:04

Praktek korupsi masif di mana-mana.

00:12:0400:12:14

Dan yang kita saksikan adalah aparat yang seharusnya menegakkan hukum melakukan tindakan-tindakan yang tidak setara.

00:12:1400:12:20

Mereka yang kuat, tak tersentuh. Mereka yang lemah, tersentuh.

00:12:2000:12:24

Mereka yang kawan, tak tersentuh. Mereka yang lawan, disentuh terus.

00:12:2400:12:29

Dan ini harus diubah pemberantasan korupsi menjadi prioritas penting,

00:12:2900:12:37

penegakan hukum yang adil menjadi prioritas, dan membuat pengadilan kita menjadi pengadilan yang kredibel, itu prioritas kita.

00:12:3700:12:43

Ini adalah aspek yang membuat Indonesia kita bisa take off.

00:12:4300:12:55

Bila kita perhatikan ini, kebutuhan pokok, kesehatan, pendidikan, lapangan pekerjaan, dan kepastian hukum ini kita tata dengan baik,

00:12:5500:12:58

insyaallah Indonesia akan menjadi negeri yang lebih baik.

00:12:5800:13:01

Kita akan maju dalam keadilan.

00:13:0100:13:03

Kenapa kata keadilan itu penting?

00:13:0300:13:11

Karena kita selama ini sudah melakukan pembangunan, bukan setahun dua tahun, lebih dari tujuh dekade.

00:13:1100:13:15

Tetapi yang menerima manfaat masih sebagian.

00:13:1500:13:22

Tanggung jawab kita adalah memasukkan unsur keadilan di dalam seluruh pengambilan kebijakan.

00:13:2200:13:28

Kami pernah lakukan di Jakarta, termasuk pengambilan kebijakan soal pertamanan,

00:13:2800:13:36

kebijakan terkait jalan raya, kebijakan terkait sekolah, terkait kesehatan, faktor keadilan dimasukkan.

00:13:3600:13:39

Dan ketika faktor keadilan dimasukkan, apa yang terjadi?

00:13:3900:13:42

Yang merasakan manfaatnya menjadi jauh lebih luas.

00:13:4200:13:48

Mereka yang selama ini tidak dapat manfaat, kemudian mendapatkan manfaat.

00:13:4800:13:52

Republik ini didirikan bukan sekedar untuk meningkatkan kesejahteraan.

00:13:5200:13:58

Republik ini didirikan untuk menghadirkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

00:13:5800:14:01

Itu kalimat terpenting.

00:14:0300:14:07

Dari situ kita berharap nanti ada persatuan, ada kebersamaan.

00:14:0700:14:13

Karena Pak Bapak-Ibu sekalian, teman-teman, adik-adik semua, tidak ada persatuan dalam ketimpangan.

00:14:1300:14:18

Kalau Anda bisa menunjukkan contoh kasus ketimpangan yang menghadirkan persatuan, kita ingin lihat.

00:14:1800:14:19

Tidak ada.

00:14:1900:14:25

Yang namanya Indonesia bersatu, bineka yang ika, yang guyup, mensaratkan keadilan.

00:14:2500:14:32

Tanpa keadilan tidak ada persatuan, tanpa keadilan tidak ada kebersamaan, tanpa keadilan tidak ada ketenangan.

00:14:3200:14:37

Hadirkan keadilan, maka Indonesia akan tenang, makmur, bahagia.

00:14:3700:14:38

Itu kira-kira teman-teman.

00:14:3800:14:40

Saya rasa saya cukup sampai di sini.

00:14:4000:14:46

Sebagai gagasan awal, kata kuncinya adalah keadilan dilaksanakan di semua sektor.

00:14:4600:14:54

Dan bila itu dihadirkan, maka kalimat bineka tunggal ika, bukan hanya kalimat yang ada di dalam sebuah logo Pancasila,

00:14:5400:14:57

tapi dia akan menjadi kebahas keseharian kita semua.

00:14:5700:14:58

Terima kasih.

00:14:5800:15:00

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

00:15:0000:15:02

Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh.

00:15:0200:15:04

Mas Anies, boleh saya persilakan untuk duduk.

00:15:0400:15:07

Terima kasih atas tadi spil gagasannya.

00:15:0700:15:12

Mas Anies, sambil saya menunggu hasil topik yang sudah dipilih oleh teman-teman audiens,

00:15:1200:15:16

ada beberapa pertanyaan yang ingin saya ajukan dulu ke Anda, Mas.

00:15:1600:15:20

Pertanyaan yang sama juga akan saya ajukan ke bakal Salun Presiden yang lain.

00:15:2000:15:24

Mas Anies, Anda baca pres yang dideklarasikan paling awal.

00:15:2400:15:28

Oktober 2022 sudah dideklarasikan.

00:15:2800:15:35

Dan sejak itu, kegiatan politik sudah beragam, termasuk sosialisasi, kampanye ke berbagai daerah.

00:15:3500:15:38

Pertanyaan saya, sudah habis uang berapa, Mas?

00:15:4600:15:48

Mudah-mudahan disini ada yang mau nyumbang nanti.

00:15:5200:15:56

Dari semua barangkali, saya yang asetnya paling kecil.

00:15:5700:16:00

Saya menjadi Salun Presiden tidak pernah mendaftar.

00:16:0000:16:01

Tidak pernah mengajukan diri.

00:16:0100:16:07

Saya diajukan oleh partai Nasdem pertama kali, partai yang dulu beroposisi ketika di Jakarta.

00:16:0700:16:10

Mereka melakukan proses dan mereka mencalonkan.

00:16:1000:16:15

Habis itu kemudian PKS, Demokrat, walaupun sekarang di tempat lain, kemudian PKB.

00:16:1600:16:19

Oh iya dong, saya sebut dong. Kenapa enggak di sebut?

00:16:2200:16:23

Terusin dulu ya.

00:16:2500:16:27

Itu kan modal suara politik.

00:16:2700:16:28

Saya terusin dulu sebentar.

00:16:2800:16:29

Silakan, Mas.

00:16:2900:16:36

Jadi, gerakan yang kami dorong, gerakan perubahan, dilakukan rame-rame.

00:16:3600:16:38

Nah, begitu banyak yang membantu.

00:16:3800:16:42

Mayoritas bantuannya tidak dalam bentuk rupiah.

00:16:4200:16:47

Kami dipinjamin rumah, dipinjamin kendaraan, staff-staff yang kita bekerja bersama,

00:16:4700:16:52

sebagian adalah mereka dibayar oleh perusahaan-perusahaan yang mau membantu kita.

00:16:5200:16:57

Jadi, secara pembiayaan, itu bukan pembiayaan seperti diberikan rupiah.

00:16:5700:17:03

Bentuknya adalah kalau itu in-kind, atau natura.

00:17:0300:17:07

Tapi Mas, dalam kenyataannya, uang cash itu diperlukan, Mas.

00:17:0700:17:10

Biaya politik itu sangat mahal di sini.

00:17:1000:17:14

Saya mau kasih ilustrasi, calon wakil presiden Anda, Cha Imin, sempat bilang,

00:17:1400:17:18

untuk bisa jadi caleg di DKI, itu minimal 40 miliar.

00:17:2000:17:25

Di Jakarta dan kota-kota besar, itu enggak terima kerudung atau kaos, Mas.

00:17:2500:17:26

Terimanya kulkas.

00:17:2700:17:34

Ini saya mengutip Cha Imin, jadi apa rencana Anda untuk mengumpulkan uang sebanyak itu?

00:17:3400:17:37

Tidak, kita tidak berencana mengumpulkan uang kepada kami.

00:17:3700:17:41

Apa yang kami kerjakan selama ini? Ada lebih dari 600 relawan.

00:17:4100:17:43

Semua melakukan fundraising di tempatnya masing-masing.

00:17:4300:17:48

Bukan kami mengumpulkan dana, mereka mengumpulkan, mereka bekerja.

00:17:4800:17:54

Kalau saya datang ke sebuah tempat, maka tuan rumah di sana yang akan mengendal seluruh biayanya.

00:17:5500:17:56

Ini menjadi sebuah iuran.

00:17:5600:18:04

Ada satu fakta yang kita semua tutup mata, kita tahu ada biaya tapi kita tidak mau membiayainya.

00:18:0400:18:09

Kita tahu bahwa proses politik itu, partai politik itu seperti juga kantor.

00:18:0900:18:14

Ada biayanya, tapi negara dan publik tidak mau membiayai.

00:18:1400:18:18

Kenapa? Ya karena ini partai politik, karena ini ada kampanye.

00:18:1800:18:26

Selama itu tidak ada pembiayaan dari publik, maka usaha untuk melakukan fundraising menjadi sangat rumit.

00:18:2600:18:28

Dan kami merasakan sekarang.

00:18:2800:18:32

Oke, jadi karena saya akan mengeluarkan LHKPN Anda mas Anies.

00:18:3200:18:36

Karena untuk pejabat publik, kekayaan itu bukan sesuatu yang harus ditutup-tutupi.

00:18:3900:18:42

Ini laporan terakhir di 2023.

00:18:4200:18:45

Dan mohon maaf mas Anies, Anda baca pres yang paling miskin mas.

00:18:4600:18:51

Kekayaan Anda 11,19 miliar.

00:18:5100:18:53

Bentar, hutangnya berapa?

00:18:5300:18:57

Hutangnya berapa mas coba, mungkin mas Anies itu, tapi tidak ada pinjol kan mas.

00:18:5700:19:02

Dari 11 miliar itu, mayoritas bentuknya hutang.

00:19:0200:19:04

Karena saya masih kredit rumah sampai sekarang.

00:19:0400:19:06

Oke, saya akan ulang pertanyaan saya.

00:19:0600:19:10

Jadi rencana Anda selain fundraising, karena biayanya mahal.

00:19:1000:19:14

Kami dibantu oleh banyak orang yang memberikan dukungan saat ini.

00:19:1400:19:19

Dan yang paling nanti akan mahal adalah ketika menjelang kampanye.

00:19:1900:19:23

Menjelang keingatan kampanye produksi alat-alat raga.

00:19:2300:19:25

Apa yang sekarang kami lakukan?

00:19:2500:19:27

Yang kami lakukan adalah kami membuat kontennya.

00:19:2700:19:34

Kami taruh di cloud dan kami izinkan siapa saja memproduksi kaos, memproduksi banner, memproduksi itu.

00:19:3400:19:36

Dari konten yang kami buat.

00:19:3600:19:38

Kami sendiri tidak mencetak.

00:19:3800:19:41

Tapi kami menyiapkan kontennya dan kami meminta kepada semua.

00:19:4100:19:46

Bila Anda percaya kepada apa yang kami merencanakan, akan kami kerjakan.

00:19:4600:19:48

Bantu kami untuk melakukan perubahan di Republik ini.

00:19:4800:19:51

Karena tidak mungkin kita kerjakan sendirian.

00:19:5100:19:54

Dan banyak pengusaha-pengusaha yang mau membantu.

00:19:5400:19:57

Dana sebuah catatan, yang membantu ukuran yang menengah.

00:19:5700:19:59

Yang besar-besar gak ada yang berani mendekati.

00:19:5900:20:02

Semua yang besar-besar itu tidak ada yang dekat.

00:20:0200:20:04

Yang mendekati yang tengah-tengah ini semua.

00:20:0400:20:06

Kenapa konglomerat tidak dekat, Anies Baswedan?

00:20:0800:20:10

Itu harusnya tanyanya ke mereka tuh. Kenapa gak dekat?

00:20:1000:20:14

Kan Anda yang menyatakan, jadi saya follow up questionnya ke Anda Mas Anies.

00:20:1400:20:16

Kenapa? Takut karena?

00:20:1600:20:20

Karena kami mengalami pengusaha-pengusaha yang berinteraksi, bertemu.

00:20:2000:20:23

Sesudah itu mereka akan mengalami pemeriksaan.

00:20:2300:20:26

Pemeriksaan pajak, pemeriksaan-pemeriksaan yang lain-lain.

00:20:2600:20:31

Dan ada contoh di Jawa Barat membantu, di Jawa Tengah membantu.

00:20:3100:20:33

Setelah selesai, katanya random.

00:20:3300:20:37

Tapi 10-10 perusahaan miliknya semuanya diperiksa pajaknya.

00:20:3700:20:38

Yang katanya random.

00:20:3800:20:41

Apa yang terjadi? Takut orang membantu.

00:20:4100:20:43

Padahal yang mereka kerjakan bukan membantu saya.

00:20:4300:20:48

Mereka membantu relawan, membantu kegiatan untuk ada event.

00:20:4800:20:50

Mereka membiayai semua di daerahnya masing-masing.

00:20:5000:20:52

Bukan tempat kita. Bayangkan yang besar.

00:20:5200:20:54

Supaya tidak seuzon, saya mau minta klarifikasi.

00:20:5400:21:02

Jadi yang Anda katakan adalah, Anda menduga alat negara digunakan untuk mengintimidasi orang-orang yang membantu pencalonan Anda.

00:21:0200:21:03

Apakah se-clear itu?

00:21:0300:21:04

Itu laporannya begitu.

00:21:0400:21:05

Alat negara?

00:21:0500:21:06

Ya.

00:21:0700:21:12

Dan itu, kalau alat negara berarti yang memerintahkan aparat negara setinggi apa?

00:21:1200:21:14

Saya tidak tahu yang merintahkan siapa.

00:21:1400:21:16

Tapi fakta di lapangannya seperti itu.

00:21:1600:21:19

Dan saya mau tanya kepada diri saya sendiri dan kita semua.

00:21:1900:21:22

Akankah kita membiarkan republik ini berada dalam rasa takut?

00:21:2200:21:25

Akankah kita membiarkan rasa kebebasan itu hilang?

00:21:2500:21:26

Saya rasa tidak.

00:21:2600:21:29

Ini adalah perjuangan kita dan saya mengajak kepada semuanya.

00:21:2900:21:30

Termasuk pengusaha-pengusaha itu.

00:21:3000:21:32

Bapak jangan takut.

00:21:3200:21:35

Insyaallah kalau ada perubahan, kita akan buat negeri ini menjadi aman bagi semuanya.

00:21:3700:21:44

Saya akan memulai membuka dengan menunjukkan apa saja pilihan teman-teman dan juga netizen

00:21:4400:21:47

atas topik-topik yang ingin dibahas bersama Mas Anies Baswedan.

00:21:4700:21:50

Boleh tolong produser Mata Najwa dikeluarkan hasil polling-nya?

00:21:5000:21:53

Oke, yang paling tinggi mau bahas apa dengan Anies Baswedan?

00:21:5300:21:58

Yang paling tinggi korupsi dan penegakan hukum, lapangan kerja, kebebasan berpendapat, lingkungan hidup.

00:21:5800:22:00

Oke, urutannya seperti ini.

00:22:0000:22:05

Saya akan mulai berarti tidak akan semuanya bisa dibahas teman-teman, waktunya tidak cukup.

00:22:0500:22:08

Jadi saya akan mulai dari yang pertama, korupsi dan penegakan hukum.

00:22:0900:22:11

Nyambung ke yang tadi Mas Anies bilang, Mas.

00:22:1100:22:15

Dan juga yang tepat Anda paparkan di awal tadi.

00:22:1500:22:15

Mana tuh?

00:22:1500:22:18

Soal aparat penegak hukum yang menurut Anda tidak setara.

00:22:1800:22:21

Yang lawan disentuh terus, yang kawan tidak disentuh.

00:22:2100:22:23

Saya ingin fokus ke dua lembaga.

00:22:2400:22:25

KPK dan polisi.

00:22:2600:22:27

Saya mau mulai dengan polisi, Mas.

00:22:2700:22:32

Yang kerap kali dapat sorotan publik dalam waktu terakhir ini.

00:22:3200:22:37

Real, konkrit, rencana Anda terhadap reformasi lembaga kepolisian.

00:22:3700:22:40

Akan Anda apakan polisi kalau Anda dapat kekuasaan?

00:22:5000:22:52

Jangan dong, bahaya kalau bubar.

00:22:5500:22:56

Masa bubar?

00:22:5600:23:04

Gini, kita membutuhkan kepolisian yang akuntabel, transparan, bersih.

00:23:0400:23:12

Dan menurut saya langkah nomor satu adalah memperbaiki mekanisme akuntabilitas di dalam kepolisian.

00:23:1200:23:17

Semua langkah yang dikerjakan, ada langkah yang bisa dipertanggungjawabkan.

00:23:1700:23:20

Ada transparansi atas semua yang dilakukan.

00:23:2000:23:22

Mengapa? Karena adalah institusi publik.

00:23:2200:23:24

Institusi publik itu ada transparansi.

00:23:2400:23:29

Dari mulai keaktifitas di tingkat paling bawah, tingkat polsek misalnya,

00:23:2900:23:31

sampai dengan tingkat yang paling atas.

00:23:3100:23:36

Dengan ada transparansi itu, maka akuntabilitas bisa kita laksanakan.

00:23:3600:23:41

Yang kedua, harus ada pengembangan profesionalisme, kompetensi.

00:23:4100:23:48

Ini fakta di lapangan, bahwa banyak sekali sorot-sorot kita yang bertugas di kepolisian

00:23:4800:23:50

tidak mengalami pembekalan yang cukup.

00:23:5000:23:59

Kalau tidak punya ketampilan, pengetahuan, kemampuan untuk bisa menggunakan segala macam teknik baru,

00:23:5900:24:02

maka teknik-teknik lamalah yang akan dipakai.

00:24:0200:24:06

Dalam interogasi, ilmu interogasi sudah berkembang begitu besar.

00:24:0600:24:12

Tapi kalau kita tidak mempelajari ilmu-ilmu itu, maka teknik-tekniknya juga akan teknik-teknik lama.

00:24:1200:24:15

Dan apa yang terjadi? Muncul praktik-praktik penyimpangan.

00:24:1500:24:22

Yang ketiga, institusi polisi harus menjadi contoh di dalam pelaksanakan penegakan hukum.

00:24:2200:24:30

Anggota polisi yang bermasalah, yang melanggar hukum harus menjadi subyek untuk diperiksa.

00:24:3000:24:34

Tidak bisa justru anggota kepolisian terbebas bila melakukan pelanggaran.

00:24:3400:24:36

Mereka yang harus menjadi contoh.

00:24:3600:24:40

Dan yang keempat adalah pelibatan publik di dalam pengawasan kepolisian.

00:24:4100:24:44

Kepolisian seperti juga badan-badan yang lain harus bisa diawasi.

00:24:4400:24:57

Dan salah satunya, mungkin Ombudsman, kemudian Kompolnas bisa memiliki akses yang lebih baik dalam pengawasan.

00:24:5700:25:03

Dengan cara begitu, maka apa yang dikerjakan oleh kepolisian bisa dipertanggungjawabkan kepada publik.

00:25:0300:25:07

Tapi kata kuncinya adalah transparansi akuntabilitas, begitu.

00:25:0700:25:08

Mas Anies, saya mau konkrit.

00:25:0800:25:15

Tim Percepatan Reformasi Hukum yang dibentuk Kemenkopol Hukam itu merekomendasikan satu hal spesifik soal kepolisian.

00:25:1500:25:21

Disebut perlu dilakukan pembatasan penempatan anggota pori pada kementerian dan lembaga lain.

00:25:2100:25:26

Saat ini banyak anggota pori yang ada di berbagai jabatan sipil di kementerian.

00:25:2600:25:32

Sebagai sekjen, sebagai irjen, pelaksana kepala daerah, sampai komisaris di BUMN.

00:25:3200:25:37

Dan tim percepatan reformasi mengatakan itu perlu dibatasi.

00:25:3700:25:42

Jokenya di kalangan masyarakat, NKRI Negara Kepolisian Republik Indonesia.

00:25:4200:25:44

Jokenya seperti itu.

00:25:4400:25:46

Dan ini rekomendasi tim percepatan.

00:25:4600:25:48

Sependapat dengan itu, Anda akan batasi?

00:25:4900:25:51

Pemerintahan harus meritokratik.

00:25:5100:25:58

Bukan hanya kepolisian yang dibatasi, posisi-posisi yang tidak seharusnya diisi oleh orang yang kompetensinya berbeda,

00:25:5800:26:00

jangan diisi dengan orang yang berbeda.

00:26:0000:26:04

Karena apa yang terjadi, nanti kita akan melihat institusi itu tidak fungsional lagi.

00:26:0400:26:06

Jadi menurut saya fair saja.

00:26:0700:26:10

Jadi, termasuk dari kampus.

00:26:1000:26:13

Dari kampus bisa menjadi sekjen, bisa menjadi dirjen.

00:26:1300:26:16

Kalau dia memiliki kompetensi yang tepat, enggak apa-apa.

00:26:1600:26:18

Tapi kalau enggak, enggak boleh.

00:26:1800:26:25

Hanya karena misalnya presiden dari kampus A, terus kemudian semua dosen-dosen dari kampus A menjadi pejabat di ABCDE.

00:26:2500:26:27

Tidak bisa itu.

00:26:2700:26:29

Apakah itu yang terjadi sekarang, Mas Anies?

00:26:3100:26:33

Saya hanya follow up lho ya.

00:26:3300:26:35

Cuma follow up question lho.

00:26:3700:26:39

Gitu ya? Sekarang terjadi ya?

00:26:3900:26:42

Mau nanya balik. Capresnya kan sampean, Mas.

00:26:4200:26:44

Iya. Mudah-mudahan tidak.

00:26:4400:26:52

Saya enggak punya data persisnya tentang kampus, tapi intinya adalah harus ada kompetensi, relevansi, integritas.

00:26:5200:26:56

Kalau ada itu, go ahead. Kalau tidak ada, janganlah.

00:26:5600:26:58

Oke. Itu soal polisi.

00:26:5800:27:01

Sebelum saya ke topik yang lain, saya harus tanya KPK.

00:27:0100:27:05

Karena rekomendasi yang sama diberikan oleh tim percepatan reformasi hukum.

00:27:0500:27:11

Yang menyebut perlu ada revisi lagi undang-undang KPK untuk mengembalikan independensi pada lembaga ini.

00:27:1300:27:19

Saya mau tanya dulu. Anda sepakat KPK sekarang makin tidak independen?

00:27:1900:27:21

KPK harus independen lagi seperti dulu.

00:27:2300:27:25

Jadi konkretnya?

00:27:2500:27:33

Ketika ada revisi yang kemudian membuat staff KPK, karyawan KPK menjadi ASN.

00:27:3300:27:39

Sebagaimana ASN yang lain, otomatis mereka tidak lagi memiliki ruang untuk mandiri.

00:27:3900:27:43

Satu. Yang kedua adalah posisinya yang berada di bawah presiden.

00:27:4300:27:49

Bila di bawah presiden dan diberikan ruang yang bebas, maka itu lain.

00:27:4900:27:53

Tapi kita tidak pernah tahu siapa presiden di masa yang akan datang.

00:27:5300:27:59

Apakah akan selalu memberikan ruang kepada KPK untuk menjalankan tugasnya sesuai dengan kewenangannya.

00:27:5900:28:01

Lalu yang ketiga, yang tidak kalah penting.

00:28:0100:28:09

Buat KPK itu sendiri, selain dibuat lebih independen, tapi KPK juga harus bisa diawasi.

00:28:0900:28:13

Tidak ada malaikat di negeri ini. Ini adalah semuanya manusia.

00:28:1300:28:17

Dan manusia punya kecenderungan mendapatkan kekuasaan, dia bisa abuse kekuasaan itu.

00:28:1700:28:19

Termasuk juga yang berada di dalam KPK.

00:28:1900:28:25

Ia dimandirikan, ia diberikan kewenangan yang cukup untuk memberantas korupsi,

00:28:2500:28:27

karena praktek korupsi sudah begitu masif.

00:28:2700:28:31

Tapi juga harus ada mekanisme pengawasan yang baik.

00:28:3100:28:38

Sehingga KPK tidak menjadi sebuah badan yang justru merusak praktek pemberantasan korupsi.

00:28:3800:28:41

Mas Anies, saya harus tanya supaya tidak ada suuzon di antara kita.

00:28:4100:28:49

Jawaban Anda soal KPK harus independen, apakah itu dipengaruhi oleh fakta bahwa KPK belasan kali menggelar expose Formula E?

00:28:4900:28:53

Dan calon wakil presiden Anda juga sudah diperiksa KPK?

00:28:5600:29:03

Saya tidak tahu berapa kali KPK melakukan gelar perkara.

00:29:0300:29:09

Tapi saya percaya bahwa KPK akan menjalankan tugas itu dengan benar.

00:29:0900:29:14

Kenapa? Karena mereka harus mengetahui dan menjawabkan kepada publik apa yang mereka kerjakan.

00:29:1400:29:20

Dan saya percaya bahwa sejauh ini terkait dengan pelaporan-pelaporan itu semua,

00:29:2000:29:24

mereka jalankan itu sesuai dengan prinsip-prinsip yang benar.

00:29:2400:29:28

Kenapa? Masih banyak orang-orang baik yang bertahan,

00:29:2800:29:32

yang selalu akan menjaga integritas di dalam tubuh KPK.

00:29:3200:29:34

Itu harapan kita, itu andalan kita.

00:29:3400:29:38

Baik, Mas Anies saya akan ke topik kedua yang dipilih oleh audiens.

00:29:3800:29:43

Tadi lapangan kerja Mas Anies, Anda sempat menyebut tadi juga Anda sebutkan,

00:29:4300:29:46

salah satu prioritas Anda penyediaan lapangan kerja,

00:29:4600:29:49

bukan hanya di kota besar tapi juga di kota menengah kecil,

00:29:4900:29:53

sehingga anak muda tidak harus pindah ke kota besar untuk dapat pekerjaan.

00:29:5400:29:58

Konkritnya bagaimana Mas? Bagaimana agenda prioritas itu bisa Anda wujudkan?

00:29:5900:30:06

Pelaku ekonomi mikro adalah penyedia lapangan pekerjaan yang paling cepat dan paling banyak.

00:30:0600:30:09

Paling cepat paling banyak, itu pelaku ekonomi mikro.

00:30:0900:30:15

Misalnya saya beri contoh, sewa sebuah garasi, sewa sebuah lahan,

00:30:1500:30:19

diubah menjadi sebuah warung, diubah menjadi tempat konveksi,

00:30:1900:30:21

itu langsung dia menyerap tenaga kerja.

00:30:2200:30:23

Cepat sekali.

00:30:2300:30:27

Nah sektor mikro ini prioritas informal.

00:30:2800:30:34

Nah sistem pembiayaan kita itu mengasumsikan hanya membiayai sektor formal.

00:30:3500:30:39

Jadi usaha-usaha yang formal mudah mendapatkan akses perbankan,

00:30:3900:30:45

tapi usaha-usaha yang sifatnya informal dan mikro persaratan perbankannya rumit sekali.

00:30:4500:30:53

Jadi konkritnya merakukan reform di dalam perizinan untuk mikro supaya lebih mudah.

00:30:5400:31:01

Yang kedua mereform aturan-aturan terkait pembiayaan supaya mereka punya akses pada permodalan.

00:31:0100:31:04

Dengan ada itu maka mereka bisa mengakses pasar.

00:31:0500:31:07

Saya beri contoh, di Jakarta.

00:31:0700:31:13

Di Jakarta ini banyak sekali yang usaha rumahan itu tidak bisa mengakses pasar online.

00:31:1300:31:16

Kenapa nggak bisa mengakses online? Karena nggak punya izin.

00:31:1700:31:20

Kenapa nggak punya izin? Karena dia usahanya dalam rumah.

00:31:2000:31:25

Begitu dia mengajukan izin, lalu pemprov DKI akan bilang tidak diizinkan,

00:31:2500:31:27

Anda bukan di zona usaha.

00:31:2700:31:30

Lepadal zona usaha cuma daerah tertentu, ini usaha di dalam rumah.

00:31:3000:31:33

Apa yang terjadi? Kami ubah aturan itu.

00:31:3300:31:38

Sekarang semua wilayah di Jakarta selama itu usaha rumahan, mereka bisa berusaha di rumahnya.

00:31:3800:31:43

Langsung punya IUMK, izin usaha mikro kecil, langsung punya NPWP,

00:31:4300:31:46

langsung mereka bisa jualan ke pasar-pasar online.

00:31:4600:31:49

Apa yang terjadi? Perhatikan 4 tahun terakhir ini.

00:31:4900:31:55

Dulu yang berjualan di pasar-pasar online adalah makanan-makanan kelas menengah ke atas.

00:31:5500:32:00

Hari ini warung pecelele di pinggir jalan pun bisa berjualan secara online.

00:32:0000:32:07

Kenapa? Karena mereka punya izin usaha, karena mereka punya NPWP, dan mereka bisa akses ke pasar.

00:32:0700:32:16

Jadi usaha anak muda untuk bisa mendapatkan pekerjaan itu disambungkan dengan penumbuhan mikro.

00:32:1600:32:20

Nah anak-anak muda punya banyak sekali ide, gagasan untuk usaha.

00:32:2000:32:26

Tapi mereka akan selalu kesulitan untuk bisa mendapatkan tempatnya bila aturan kita tidak diubah.

00:32:2600:32:34

Lalu dorong agar pembiayaan dari pemerintah lewat BUMN, bank-bank BUMN,

00:32:3400:32:41

lewat bank-bank swasta diberi insentif agar mereka membiayai aktivitas-aktivitas yang sifatnya mikro.

00:32:4100:32:43

Dan ini bisa dikerjakan di seluruh Indonesia.

00:32:4300:32:48

Dengan cara seperti itu maka lapangan pekerjaan akan meluas sekali.

00:32:4800:32:52

Bukan hanya sektor, ada satu lagi namanya reindustrialisasi.

00:32:5200:32:58

Kita harus membangun kembali industri-industri baru di berbagai wilayah Indonesia

00:32:5800:33:04

sebagaimana industrialisasi pernah kita lakukan di era 70-an, 80-an, awal 90-an.

00:33:0400:33:07

Kita harus melakukan itu di berbagai wilayah.

00:33:0700:33:14

Supaya produk-produk yang dikonsumsi di seluruh Indonesia tidak hanya diproduksi di kawasan Jawa.

00:33:1400:33:19

Perhatikan banyak sekali di Papua, di Kalimantan, di Sulawesi.

00:33:1900:33:22

Ketika tanya produk ini dibikin di mana, produknya dibikin di Jawa.

00:33:2200:33:24

Ongkos logistiknya mahal.

00:33:2400:33:28

Kita harus melakukan reindustrialisasi. Itu kira-kira jawabannya.

00:33:2800:33:31

Baik, terima kasih. Kita kasih tepuk tangan untuk Mas Anies Baswedan.

00:33:3100:33:39

Mas Anies, teman-teman kita sekarang masuk sesi di mana saya akan mempersilahkan perwakilan dari UGM,

00:33:3900:33:43

perwakilan dari dosen, mahasiswa, dan juga nanti saya akan pilih random dari audience

00:33:4300:33:47

untuk bertanya ke bakal calon presiden Anies Baswedan.

00:33:4700:33:51

Saya kasih kesempatan, ini kalau dosen sudah ditentukan lebih dulu.

00:33:5100:33:55

Dan saya mendapatkan nama yaitu Dr. Mada Sukmajati.

00:33:5900:34:04

Dr. Mada Sukmajati adalah dosen Departemen Politik dan Pemerintahan Visipol UGM.

00:34:0700:34:08

Silakan.

00:34:0800:34:09

Langsung ya Mbak Nana.

00:34:0900:34:10

Silakan langsung.

00:34:1000:34:12

Terima kasih Mbak Nana atas waktunya.

00:34:1200:34:15

Selamat sore Pak Anies.

00:34:1500:34:20

Salam sehat selalu dan selamat datang kembali ke kampus biru, kampus kita bersama.

00:34:2000:34:29

Pak Anies, partai-partai politik yang mencalonkan Pak Anies ini kan memilih nama Koalisi Perubahan.

00:34:2900:34:37

Jadi tentunya nama ini merupakan fondasi utama dari berbagai program yang nanti akan diusung oleh Pak Anies

00:34:3700:34:40

bagaimana beberapa tadi sudah disampaikan.

00:34:4000:34:46

Nah pertanyaan saya, ini sejauh mana sebenarnya perubahan ini akan Pak Anies implementasikan?

00:34:4600:34:52

Apakah perubahan total, perubahan mayor atau minor?

00:34:5200:35:01

Kalau dalam ujian skripsi ini revisinya revisi minor, revisi mayor atau ujian ulang Pak Anies?

00:35:0100:35:07

Nah mungkin mohon itu bisa diberikan respon dulu secara gambaran besar.

00:35:0700:35:15

Apa kira-kira visi perubahan itu yang kemudian akan diimplementasikan oleh Pak Anies?

00:35:1500:35:21

Apalagi jika dipandingkan dengan berbagai program yang sekarang ini sudah disediakan oleh pemerintah.

00:35:2300:35:25

Baik, silakan Mas Anies.

00:35:2500:35:30

Nanti kalau ada waktu saya akan kasih kesempatan untuk follow up, tapi tergantung waktunya ya Pak.

00:35:3000:35:32

Silakan dijawab dulu Mas Anies.

00:35:3200:35:37

Pertama kegagasan perubahan itu Pak, mungkin berbeda dengan skripsi.

00:35:3700:35:40

Kalau skripsi barangnya udah jadi Pak kemarin.

00:35:4100:35:46

Kalau ini adalah kita bicara Indonesia ke depan, produk berikutnya.

00:35:4600:35:54

Apa yang sudah dikerjakan sampai dengan sekarang itu dimulainya bukan 2014, bukan dimulai 2019, bukan dimulai 2009.

00:35:5400:35:56

Ini dikerjakan 1945.

00:35:5600:36:02

Jadi kita ini sebagai bangsa memutuskan kami merdeka untuk meraih keadilan sosial.

00:36:0200:36:04

Itu dikatakan tahun 1945.

00:36:0400:36:07

Tiap 5 tahun kita berhenti sejenak.

00:36:0700:36:09

Untuk apa? Kalibrasi.

00:36:0900:36:11

Apakah kita masih menuju kepada tujuan kita?

00:36:1100:36:13

Tiap 5 tahun kita berhenti.

00:36:1300:36:17

Dan disitulah kita 2024 akan berada.

00:36:1700:36:23

Jadi ini bukan soal melanjutkan atau tidak melanjutkan yang dikerjakan 5 tahun, 10 tahun ke belakang.

00:36:2300:36:28

Tapi ini soal bagaimana kita meraih yang kita tuju ketika republik ini dirilikan.

00:36:2800:36:35

Jadi Prof. Mada yang menjadi gagasan dari kita tentang perubahan adalah

00:36:3500:36:41

memasukkan unsur keadilan di dalam kebijakan-kebijakan yang dibuat.

00:36:4100:36:44

Bijakan rekrutmen mahasiswa baru.

00:36:4400:36:46

Sudahkah mencerminkan prinsip keadilan?

00:36:4600:36:50

Sudahkah siapa saja berhak mendapatkan kesempatan yang sama?

00:36:5000:36:51

Itu pertanyaan sederhana.

00:36:5100:36:53

Kalau belum, koreksi.

00:36:5300:36:55

Pembangunan infrastruktur.

00:36:5500:36:59

Sudahkah pembangunan infrastruktur memberikan manfaat yang setara bagi semua?

00:36:5900:37:01

Saya contoh konkret.

00:37:0100:37:03

Banyak yang bertanya tentang jalan tol.

00:37:0300:37:05

Pertanyaan yang muncul tentang jalan tol.

00:37:0500:37:07

Coba saya berilustrasi.

00:37:0700:37:09

Jalan tol yang sekarang dibangun.

00:37:0900:37:11

Lebarnya mungkin 80 meter.

00:37:1100:37:13

Dia membebaskan tanah rakyat.

00:37:1300:37:15

Tanahnya dibeli.

00:37:1500:37:17

Lalu kemudian rakyatnya pindah.

00:37:1700:37:21

Pertanyaan, bolehkah rakyat menyertakan tanahnya disitu?

00:37:2100:37:24

Sehingga ketika tol itu nanti dibangun.

00:37:2400:37:28

Sampai kapanpun keuntungan dari jalan tol itu juga diterima.

00:37:2800:37:32

Oleh orang-orang yang punya tanah yang diatasnya dibangun jalan tol.

00:37:3200:37:34

Ini prinsip keadilan.

00:37:3400:37:37

Jadi, bukan pada tidak dilanjutkannya.

00:37:3700:37:41

Tapi dikerjakan dengan cara yang memberikan keadilan.

00:37:4100:37:43

Bila itu dikerjakan Pak, apa yang terjadi?

00:37:4300:37:45

Rakyat yang terlewati jalan tol,

00:37:4500:37:49

dia bukan hanya penonton mobil-mobil orang Jakarta berlalu lalang.

00:37:4900:37:54

Tapi mereka merasakan keuntungan dari kegiatan investasi di jalan tol.

00:37:5400:37:57

Karena jalan tol itu investasi swasta.

00:37:5700:37:59

Contoh seperti ini Pak.

00:37:5900:38:01

Di dalam semua aspek,

00:38:0100:38:05

Sudahkah aspek kesehatan itu mencerminkan prinsip keadilan?

00:38:0500:38:08

Dalam tadi, berilustrasi soal usaha mikro.

00:38:0800:38:10

Kita selama ini,

00:38:1000:38:14

tidak memperhatikan bagaimana pemberian kredit mencerminkan keadilan atau tidak.

00:38:1400:38:16

Saya beri contoh Pak.

00:38:1600:38:19

Ketika Bapak mau mengurus kredit untuk motor,

00:38:1900:38:21

kredit untuk mobil,

00:38:2100:38:23

luar biasa mudah.

00:38:2300:38:25

Tapi kredit untuk rumah sulit.

00:38:2500:38:27

Di sisi lain,

00:38:2700:38:29

kalau Bapak punya rumah, punya akses,

00:38:2900:38:31

maka rumah itu nilainya akan naik terus.

00:38:3100:38:33

Sementara kalau beli motor dan mobil,

00:38:3300:38:35

nilainya akan turun terus.

00:38:3500:38:38

Apakah negara akan membiarkan praktek-praktek,

00:38:3800:38:41

fasilitas-fasilitas yang tidak setara?

00:38:4100:38:44

Jadi, nanti perubahan yang akan dirasakan adalah

00:38:4400:38:46

di semua aspek kebijakan,

00:38:4600:38:50

di situ ada unsur keadilan yang harus dihadirkan.

00:38:5000:38:53

Itu yang direncanakan mulai 2024 ke depan.

00:38:5300:38:56

Jadi bukan mengubah yang sekarang sudah ada,

00:38:5600:38:58

bukan mengubah dalam artian membatalkan,

00:38:5800:39:05

tapi justru memperkaya dan membuat perubahan itu dirasakan oleh semua rakyat di Indonesia.

00:39:0500:39:07

Begitu Pak, makasih.

00:39:0700:39:09

Pak Mada, apakah Anda ingin follow up?

00:39:0900:39:12

Saya kasih waktu singkat, tapi jangan membuka pertanyaan baru ya Pak.

00:39:1300:39:14

Silahkan, singkat saja.

00:39:1400:39:15

Terima kasih.

00:39:1500:39:18

Pertanyaan saya, penting saya sampaikan Pak Anies,

00:39:1800:39:21

karena di masyarakat ini biar tidak berkembang ya,

00:39:2100:39:25

persepsi bahwa ganti presiden, ganti kebijakan.

00:39:2500:39:29

Kemudian ganti menteri juga ganti kebijakan nanti dan seterusnya.

00:39:2900:39:33

Mudah-mudahan penjelasan Pak Anies tadi bisa menginspirasi kita.

00:39:3300:39:39

Tadi disampaikan bahwa tidak semua akan dirubah secara total.

00:39:3900:39:40

Terima kasih Pak Mada.

00:39:4000:39:43

Dan itu kami alami Pak ketika kemarin maju di Pilkada Jakarta.

00:39:4300:39:48

Semua yang berada di sisi incumbent selalu mengatakan hati-hati,

00:39:4800:39:52

kalau nanti gubernurnya baru, maka programnya akan berhenti, berhenti, berhenti.

00:39:5200:39:55

Yang terjadi bukan berhenti, ditambahkan, diberikan inovasi,

00:39:5500:40:00

dan justru janji yang tidak dilaksanakan, dilaksanakan oleh gubernur yang terpilih berikutnya.

00:40:0400:40:09

Yang berikutnya saya kasih kesempatan kepada Prof. Popi Sulistyaning Winanti.

00:40:1000:40:16

Prof. Popi adalah dosen Departemen Hubungan Internasional, Prinsipal UGM.

00:40:1600:40:20

Prof. Popi ada di mana Prof? Ada di sana. Silahkan.

00:40:2000:40:23

Terima kasih Mbak Najwa.

00:40:2300:40:31

Pertanyaan saya ke Pak Anies sebetulnya terkait dengan acara yang diikuti Pak Anies kemarin, baru saja kemarin.

00:40:3100:40:37

Pak Anies menghadiri acara Indonesia Energy Transition Dialogue tahun 2023 yang ke-6.

00:40:3700:40:44

Dan pada kesempatan tersebut Pak Anies menyampaikan gagasan 5 pilar menuju energi yang memanusiakan.

00:40:4400:40:49

Dari tataran gagasan tentu saja tawaran Pak Anies sangat menarik dan perlu diapresiasi.

00:40:4900:40:53

Tapi pertanyaannya gimana Pak cara mengimplementasikannya?

00:40:5300:40:56

How to make it works? Itu pertanyaannya.

00:40:5600:40:59

Karena jujur saja kita kan sekarang menghadapi dilema.

00:40:5900:41:06

Di satu sisi kita harus komit terhadap berbagai macam komitmen internasional untuk merespons perubahan iklim.

00:41:0600:41:12

Tetapi di sisi yang lain sebagian negara yang masih tergolong pada emerging market Indonesia mau tidak mau harus terus

00:41:1200:41:20

memperhatikan kebutuhan, kepentingan, ketahanan energi yang 80 atau mungkin 90 persen masih tergantung pada energi fosil.

00:41:2000:41:26

Sehingga bagaimana konkretnya Pak Anies untuk menuju energi yang menurut Pak Anies tadi energi yang memanusiakan

00:41:2600:41:29

padahal kita punya banyak mafia batubara.

00:41:2900:41:36

Dan di sisi yang lain ada geopolitik yang di luar terkait dengan persaingan negara adikaya.

00:41:3600:41:37

Terima kasih.

00:41:3700:41:39

Terima kasih Prof. Popi silahkan.

00:41:4000:41:42

Nana boleh saya sambil berdiri?

00:41:4200:41:43

Boleh silahkan Pak Anies.

00:41:4300:41:45

Silahkan the floor is yours.

00:41:4500:41:48

Bu Popi begini, terima kasih Ibu melihat.

00:41:4800:41:55

Jadi buat yang tidak lihat berkali-kali kemarin diadakan diskusi bagaimana transisi energi Indonesia

00:41:5500:42:03

ke depan dan tiga baca pres diundang sayangnya hanya satu yang hadir untuk menjawab gagasan soal itu.

00:42:0300:42:08

Nah saya sampaikan di situ lima pilar yang Bu Popi sampaikan betul sekali Ibu.

00:42:0800:42:12

Tantangan kita, kita memiliki komitmen dengan dunia.

00:42:1200:42:19

Dari mulai ada COP di 2009 kemudian COP 20 dan lain-lain.

00:42:1900:42:23

Nah apa yang kemarin saya sampaikan untuk eksekusi.

00:42:2300:42:32

Nomor satu, sinkronisasi antara pemerintah pusat, provinsi, daerah terkait penanganan lingkungan hidup.

00:42:3200:42:35

Hari ini tidak ada sinkronisasi itu.

00:42:3500:42:40

Kalau kebijakan pusat, provinsi, dan kabupaten, kota tidak sinkron,

00:42:4000:42:49

maka komitmen nasional tidak dijalankan di tingkat provinsi apalagi di tingkat kabupaten, kota.

00:42:4900:42:56

Lalu yang muncul adalah capean-capean itu tidak bisa terlaksana, target-target itu tidak bisa terlaksana.

00:42:5600:42:57

Jadi itu nomor satu.

00:42:5700:43:10

Yang kedua, kita harus melibatkan semua stakeholder termasuk swasta di dalam usaha mencapai target-target transisi ini.

00:43:1000:43:14

Nah bila ini dikerjakan sama-sama dan serius, saya yakin bisa.

00:43:1400:43:18

Lalu apakah kita perlu waktu untuk melakukan transisi?

00:43:1800:43:23

Transisi kepada apa? Energi baru dan terbarukan, EBT.

00:43:2300:43:28

Ini prosesnya panjang, tapi harus dimulai.

00:43:2800:43:35

Nah kami melihat ada insentif yang harus diberikan.

00:43:3500:43:39

Inilah peran diplomasi, mungkin Ibu juga lihat kemarin setengah diplomasi.

00:43:3900:43:46

Ada pembiayaan global untuk climate crisis yang Indonesia bisa akses.

00:43:4600:44:04

Dan kita memiliki kekayaan alam, hutan, kemudian hutan tropis, kemudian juga kekayaan-kekayaan biologi lain

00:44:0400:44:11

yang membuat kita bisa menerjemahkan ini di dalam carbon trading mekanisme.

00:44:1100:44:17

Sehingga kita bisa mendapatkan bantuan pembiayaan untuk melakukan konversi.

00:44:1700:44:24

Ada sumber energi yang sangat besar dimiliki Indonesia, namanya sumber daya panas bumi.

00:44:2400:44:28

40% dari panas bumi dunia itu ada di Indonesia.

00:44:2800:44:34

Tapi biaya untuk eksplorasinya mahal sekali.

00:44:3400:44:37

Dan tidak ada private sector yang berani ambil risiko.

00:44:3700:44:43

Karena itulah kemarin saya sampaikan negara harus hadir, negara invest disini.

00:44:4300:44:51

Lalu ketika sudah mulai eksploitasi baru private sector dilibatkan untuk kemudian kita punya sumber energi yang baik.

00:44:5200:44:58

Jadi terkait dengan hari ini kita masih menggunakan fosil base energi,

00:44:5800:45:03

ini mau tidak mau akan bergeser tapi tidak mungkin dikerjakan dalam waktu yang singkat.

00:45:0300:45:08

Jadi eksekusinya adalah sinkron pusat, provinsi, daerah,

00:45:0800:45:13

libatkan negara, swasta, yang ketiga libatkan internasional,

00:45:1300:45:20

yang keempat alokasikan anggaran yang cukup dari negara untuk investasi awal bagi energi baru dan terbarukan.

00:45:2000:45:22

Empat hal itu mbak, terima kasih.

00:45:2200:45:24

Baik, terima kasih Mas Anies.

00:45:2400:45:31

Saya ingin kasih kesempatan yang berikutnya ke perwakilan mahasiswa

00:45:3100:45:39

dari forum advokasi mahasiswa, ada Divana Anarchia Riale atau Arsha.

00:45:4000:45:43

Arsha ada dimana? Silahkan Arsha.

00:45:4400:45:47

Baik, terima kasih banyak atas waktunya Mbak Nana.

00:45:4700:45:51

Selamat sore Pak Anies, perkenalkan nama saya Arsha,

00:45:5100:45:55

saya adalah mahasiswi Departemen Politik dan Pemerintahan Fisipal UGM.

00:45:5800:46:01

Jadi karena saya adalah seorang mahasiswa Pak,

00:46:0100:46:06

saya tuh tertarik dengan isu pendidikan tinggi yang Pak Anies bawa.

00:46:0600:46:09

Yang saya tangkap tadi dari paparan Pak Anies,

00:46:0900:46:13

Pak Anies tuh untuk melawan komersialisasi pendidikan tinggi

00:46:1300:46:16

dan juga untuk menjamin adanya akses pendidikan tinggi,

00:46:1600:46:21

Pak Anies ingin menghadirkan negara di dalam mengatasi problem-problem ini.

00:46:2100:46:25

Pertanyaan saya Pak, satu saja sih, cuman mungkin agak panjang.

00:46:2600:46:31

Serealistis apa sih Pak gagasan untuk menghadirkan negara

00:46:3100:46:34

untuk mengatasi masalah akses pendidikan tinggi

00:46:3400:46:39

ketika kita itu berbicara mengenai pengadaan pendanaan Pak.

00:46:3900:46:45

Karena dari gagasan-gagasan lain yang tadi sempat Bapak sampaikan,

00:46:4500:46:48

saya mendapati ada satu karakteristik yang sama,

00:46:4800:46:52

yaitu gagasan-gagasan Bapak itu butuh uang yang tidak sedikit.

00:46:5200:46:57

Misalkan Pak ada gagasan untuk intervensi negara dalam hal ibu hamil

00:46:5700:47:00

dan juga anak di mana negara mendampingi pada saat itu.

00:47:0000:47:03

Ada juga mengenai akses kesehatan murah,

00:47:0300:47:07

ada juga mengenai pengadaan bangku sekolah dasar

00:47:0700:47:10

agar tidak berbentuk piramida mengerucut ke atas.

00:47:1000:47:14

Ada juga tentang tadi insentif kepada bank-bank swasta

00:47:1400:47:17

agar UMKM itu tuh bisa terdorong.

00:47:1700:47:21

Baik, boleh dipersingkat Arsyas ya harus kasih kesempatan mahasiswa lain.

00:47:2100:47:24

Baik, kekawitan saya sebagai mahasiswa Pak,

00:47:2400:47:26

kita ini takutnya nanti jadi lupa Pak

00:47:2600:47:29

dengan aspek-aspek penting yang perlu dipertimbangkan

00:47:2900:47:32

karena kita terlalu fokus dan kita terlalu asyik berbicara

00:47:3200:47:34

hanya di tataran ide dan gagasan.

00:47:3400:47:35

Terima kasih banyak.

00:47:4500:47:50

Pengeluaran untuk kesehatan dan pengeluaran untuk pendidikan

00:47:5000:47:54

jangan dipandang sebagai kos.

00:47:5400:47:57

Kalau itu dipandang sebagai kos,

00:47:5700:48:00

maka kita akan selalu bicara bagaimana mengecilkan.

00:48:0100:48:04

Pandang ini sebagai investasi.

00:48:0400:48:06

Begitu itu dipandang sebagai investasi,

00:48:0600:48:10

maka yang kita pikirkan apa kembaliannya besok.

00:48:1000:48:12

Apa kembaliannya besok?

00:48:1200:48:21

Dan ketika kita investasi dengan program posyandu yang masif di seluruh Indonesia,

00:48:2100:48:27

memastikan bahwa dari mulai ibu hamil itu ada pasokan nutrisi yang sehat,

00:48:2700:48:32

maka itu investasi karena besok kita akan ketemu anak-anak yang tidak stunting,

00:48:3200:48:34

anak-anak yang ototnya kuat,

00:48:3400:48:36

anak-anak yang otaknya kuat,

00:48:3600:48:39

yang kemudian mereka bisa menjadi mahasiswa yang baik di kemudian hari.

00:48:3900:48:42

Ini return-nya berpuluh tahun.

00:48:4200:48:45

Kebanyakan kita yang berada dalam politik ingin mengerjakan

00:48:4500:48:49

yang lima tahun lagi bisa dipoto dan dipaparkan menjelang pemilu berikutnya.

00:48:4900:48:50

Sudah saatnya kita mengubah.

00:48:5000:48:53

Kebijakan-kebijakan dibuat untuk membangun manusia dan bangsa kita

00:48:5300:48:55

menjadi maju dalam jangka panjang.

00:48:5500:48:57

Itu investasi.

00:48:5700:48:59

Itulah sebabnya mengapa saya katakan tadi,

00:48:5900:49:04

hal-hal yang dasar, biayanya besar, tapi ini adalah investasi.

00:49:0400:49:07

Yang nantinya kita akan ambil buahnya.

00:49:0700:49:11

Mengapa kita mau keluarkan uang begitu banyak membangun jalan tol,

00:49:1100:49:15

membangun jembatan, membangun airport,

00:49:1500:49:19

karena kita tahu ini investasi yang akan menggerakkan perekonomian.

00:49:1900:49:22

Seperti juga ketika kita membangun sekolah,

00:49:2200:49:25

sekolah, bangku yang cukup.

00:49:2500:49:27

Ketika kita bentuknya piramida,

00:49:2700:49:32

Arsa, tegakah kita bilang kepada ibu yang tempatnya di pelosok sana,

00:49:3200:49:37

Bu, anak ibu lahir, tapi kami bisa pastikan anak ibu gak mungkin dapat SMA.

00:49:3700:49:38

Karena gak ada SMA di tempat ini.

00:49:3800:49:40

Tegakah kita gak katakan itu pada dia?

00:49:4000:49:41

Gak mungkin.

00:49:4100:49:43

Kita harus bisa bangun sekolah di tempat itu.

00:49:4300:49:46

Jadi, memang itu perlu biaya.

00:49:4600:49:50

Tapi kita ingat, biaya atau pengeluaran yang dikeluarkan,

00:49:5000:49:52

itu mencerminkan prioritas.

00:49:5200:49:54

Kalau kita lihat APBN kita,

00:49:5400:49:57

dalam waktu 15 tahun terakhir ini,

00:49:5700:50:00

mengalami lonjakan yang cukup tinggi.

00:50:0000:50:02

Tapi kebanyakan dari biaya itu,

00:50:0200:50:05

justru dikeluarkan untuk biaya yang sifatnya operasional.

00:50:0500:50:09

Kita harus geser agar lebih banyak untuk biaya pembangunan,

00:50:0900:50:11

dan biaya pembangunan itu manusia.

00:50:1100:50:14

Contoh yang sudah berhasil melakukan ini mana?

00:50:1400:50:16

Semua negara maju di Asia.

00:50:1600:50:21

Mereka maju karena investasi pada kualitas manusia sejak dulu.

00:50:2100:50:25

Korea Selatan, Cina, Jepang, Singapur, Taiwan.

00:50:2500:50:27

Mereka sudah mengerjakan berat di awal,

00:50:2700:50:30

tapi sekarang mereka merasakan buahnya.

00:50:3000:50:33

Bahwa mereka memiliki kualitas manusia yang baik.

00:50:3300:50:35

Komitmen itu harus ada, dan itu dari mana?

00:50:3500:50:36

Dari negara.

00:50:3600:50:37

Makasih.

00:50:3700:50:40

Mas Anies, izinkan saya untuk follow up singkat.

00:50:4000:50:42

Konkretnya kalau perguruan tinggi bagaimana mas?

00:50:4200:50:44

Karena biaya kuliah makin mahal,

00:50:4400:50:47

tabungan orang tua selama 18 tahun,

00:50:4700:50:50

sejak anaknya lahir dan lulus SMA,

00:50:5000:50:54

itu tidak cukup untuk membiayai UKT yang semakin tinggi mas Anies.

00:50:5400:50:56

Konkretnya apa peran negara di sini?

00:50:5600:50:59

Jadi begini, saya beri contoh.

00:51:0100:51:05

Biaya untuk melakukan perguruan tinggi itu besar.

00:51:0500:51:07

Tidak kecil, ini Bu Rektor.

00:51:0800:51:11

Persoalannya mau dibebankan kepada siapa?

00:51:1100:51:12

Beban ini.

00:51:1300:51:16

Menurut saya, negara harus memberikan lebih banyak

00:51:1600:51:18

dari yang sekarang diberikan.

00:51:1800:51:19

Lebih besar.

00:51:1900:51:21

Dan menurut saya, saya mampu.

00:51:2100:51:24

Hanya soal kita mau mengerjakan apa tidak.

00:51:2400:51:26

Kami pekerjaan di Jakarta.

00:51:2600:51:28

Di Jakarta ini tidak masuk dalam janji.

00:51:2800:51:30

Waktu kampanye tidak ada janji ini.

00:51:3000:51:31

Tapi apa yang terjadi?

00:51:3100:51:35

Saya menyaksikan anak-anak yang bukan dari keluarga miskin.

00:51:3500:51:37

Kalau keluarga miskin ada programnya.

00:51:3700:51:39

Problem utamanya di kita itu adalah

00:51:3900:51:41

mereka yang sedikit di atas miskin.

00:51:4100:51:45

Mereka yang orang tuanya UMP, plus minus UMP.

00:51:4500:51:47

Itu mereka yang tidak bisa mendapatkan biaya.

00:51:4700:51:51

Kalau yang miskin sekalian, banyak bantuannya.

00:51:5100:51:55

Dan ada dapodik, ada data bantuan sosial.

00:51:5500:51:58

Mereka yang sangat miskin dan miskin dapat.

00:51:5800:51:59

Problem kita itu apa?

00:51:5900:52:01

Memikirkan yang miskin saja.

00:52:0100:52:03

Yang di tengah-tengah, enggak ada yang ngebantuin.

00:52:0300:52:06

Dan yang di tengah-tengah inilah yang jadi masalah.

00:52:0800:52:12

Saya beri contoh, Jakarta saja sebagai provinsi ini.

00:52:1200:52:17

Kami, mereka yang statusnya orang tuanya UMP plus minus 10%.

00:52:1700:52:21

Jadi gaji UMP 10%, mereka itu mendapatkan bantuan

00:52:2100:52:25

beasiswa dari pemerintah DKI, 9 juta rupiah per semester.

00:52:2500:52:30

Dan itu diberikan pada 14 ribu mahasiswa dan kuliah di mana saja.

00:52:3000:52:32

Saratnya apa? Diterima di perguruan tinggi negeri.

00:52:3200:52:37

Jadi kalau pemerintah kota saja itu bisa memberikan,

00:52:3700:52:40

saya yakin bila ada kemauan politik,

00:52:4000:52:43

maka kita akan bisa berikan alokasi yang cukup.

00:52:4300:52:47

Sehingga kampus-kampus bisa menjadi rumah belajar

00:52:4700:52:50

bagi mereka yang berasal dari keluarga yang di tengah ini.

00:52:5000:52:52

Bukan hanya yang di bawah dan di atas.

00:52:5200:52:53

Baik, terima kasih Mas Anies.

00:52:5300:52:57

Saya akan kasih kesempatan ke floor untuk bertanya ke Mas Anies.

00:52:5700:53:00

Boleh lampunya diterangin supaya mata Najwa bisa melihat lebih jelas.

00:53:0100:53:03

Yang mau bertanya?

00:53:1100:53:15

Boleh saya minta yang berbaju kuning yang mengangkat disitu boleh kesana.

00:53:1500:53:17

Dan nanti saya akan ke atas di sebelah sana.

00:53:1700:53:20

Boleh yang berbaju kuning dulu langsung pertanyaannya.

00:53:2000:53:30

Silahkan, boleh tolong perkenalkan diri dari mana, namanya siapa?

00:53:3200:53:33

Silahkan.

00:53:3700:53:38

Terdengar, silahkan Mas.

00:53:3800:53:40

Selamat siang, Pak Anies.

00:53:4000:53:41

Selamat sore.

00:53:4100:53:42

Selamat sore.

00:53:4200:53:48

Perkenalkan, nama saya Mumtaz dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis.

00:53:5000:53:52

Judusan manajemen.

00:53:5200:53:55

Saya aktif di Syariah Economics Forum, Pak Anies.

00:53:5700:53:59

Oke, jadi pertanyaan saya singkat saja Pak Anies.

00:53:5900:54:05

Saya meyakini bahwa ekonomi syariah adalah solusi dari permasalahan ekonomi di Indonesia saat ini.

00:54:0600:54:10

Pertanyaan singkatnya adalah bagaimana Pak Anies memanah ekonomi syariah.

00:54:1000:54:14

Dan apa langkah-langkah Pak Anies ke depannya untuk ekonomi syariah di Indonesia.

00:54:1400:54:18

Karena mengingat Indonesia adalah negara dengan kaum muslim terbesar,

00:54:1800:54:22

dan ekonomi syariah memang hal yang masih bisa dikembangkan secara lebih mendalam lagi,

00:54:2200:54:24

lebih lanjut lagi, lebih jauh lagi.

00:54:2400:54:25

Terima kasih Mas Mumtaz.

00:54:2500:54:28

Kita kasih tepuk tangan untuk Mas Mumtaz dari Fakultas Ekonomi UGM.

00:54:2800:54:30

Silahkan dijawab Mas Anies.

00:54:3000:54:32

Mumtaznya adik kelas kalau gitu.

00:54:3200:54:34

Sama-sama ekonomi ya Mas?

00:54:3400:54:36

Sama-sama ekonomi, sama-sama manajemen.

00:54:3600:54:43

Gini, prinsipnya yang kami bawa dari tadi adalah soal keadilan.

00:54:4300:54:48

Dan ketika berbicara tentang prinsip ekonomi syariah,

00:54:4800:54:51

prinsipnya adalah bagaimana itu bisa berkeadilan.

00:54:5100:54:57

Dan pembiayaan berbasis syariah, perekonomian berbasis syariah,

00:54:5700:55:00

setau saya bukan hanya untuk customer beragama Islam.

00:55:0000:55:03

Sistemnya memang berbasiskan syariah,

00:55:0300:55:08

tapi penggunanya bisa siapa saja dari latar belakang agama apa saja.

00:55:0800:55:10

Jadi manfaatnya bisa diraih semua.

00:55:1000:55:15

Saya melihat Indonesia tempat yang potensial untuk itu berkembang.

00:55:1500:55:18

Dari pemerintah perlunya adalah membuat regulasi,

00:55:1800:55:22

regulasi yang memungkinkan agar aktivitas perekonomian syariah

00:55:2200:55:29

dari mulai BMT sampai perbankan syariah dapat kesempatan untuk maju.

00:55:2900:55:33

BMT itu kooperasi berbasis syariah dan sampai dengan perbankan.

00:55:3300:55:38

Malaysia sudah jauh lebih maju, Indonesia punya peluang untuk lebih maju berkembang

00:55:3800:55:41

dan bagian dari pemerintah adalah memfasilitasi,

00:55:4100:55:44

regulasi apa yang diperlukan untuk ini bisa tumbuh.

00:55:4400:55:49

Karena ini bukan dikerjakan oleh negara, tapi dikerjakan oleh non-negara.

00:55:4900:55:54

Tapi itu adalah ide yang baik terkait dengan menghadirkan keadilan.

00:55:5400:55:58

Sebelum saya lempar ke teman-teman yang ada di atas,

00:55:5800:56:01

saya ingin kembali lagi ke slido, ke polling tadi.

00:56:0100:56:03

Karena saya ingin mengajukan pertanyaan ini,

00:56:0300:56:08

karena ini pertanyaan yang juga paling tinggi diminta untuk dibahas.

00:56:0800:56:12

Yang tadi adalah kebebasan berpendapat.

00:56:1200:56:13

Saya masih pakai patokan yang tadi.

00:56:1300:56:15

Boleh saya minta kebebasan berpendapat?

00:56:1500:56:18

Mas Anies, saya akan bertanya itu dan pertanyaannya sederhana saja.

00:56:1800:56:20

Soal kebebasan berpendapat mas.

00:56:2000:56:21

Apa tuh?

00:56:2100:56:25

Kalau diminta kasih skor, nilai, 1-10.

00:56:2500:56:29

Seberapa atmosfer kebebasan berpendapat di negeri ini menurut Anda?

00:56:3000:56:34

Ini di sini udah pada hu aja semua.

00:56:3600:56:41

Selama kita menulis tentang Indonesia masih harus menggunakan Wakanda,

00:56:4100:56:43

maka skor kita masih rendah.

00:56:4600:56:54

Selama kita masih harus menggunakan nama-nama selain kita sendiri

00:56:5400:56:57

untuk mengungkapkan apa yang menjadi pikiran kita,

00:56:5700:56:59

maka skor kita masih rendah.

00:56:5900:57:04

Jadi sudah tidak boleh lagi ada rasa takut dalam berekspresi.

00:57:0400:57:07

Ini ya, demokrasi.

00:57:0700:57:11

Di kampus ini kita memperjuangkan kebebasan berbicara.

00:57:1100:57:13

Saya waktu itu mahasiswa di sini.

00:57:1300:57:17

Dan kita menolak segala macam pelarangan atas kebebasan pers.

00:57:1700:57:21

Ketika waktu itu di Bredel, Bula Sumur depan sana,

00:57:2100:57:25

menjadi saksi bahwa mahasiswa di Jogja bergerak paling awal

00:57:2500:57:29

untuk melawan pemberedelan semua media-media pada masa itu.

00:57:2900:57:33

Hari ini kampus ini harus terus juga begitu.

00:57:3300:57:37

Jadi menurut saya kebebasan berpendapat hari ini di Indonesia sedang bermasalah.

00:57:3700:57:39

Jadi nilainya berapa mas?

00:57:3900:57:43

Skor angkanya mungkin sekitar 5 dan 6.

00:57:4300:57:45

5 atau 6 mas?

00:57:4500:57:48

Karena kalau 6 udah lulus, 5 tuh gak lulus mas.

00:57:4800:57:50

Ada juga gak lulusnya 7.

00:57:5000:57:52

Jadi ini 5?

00:57:5200:57:58

Kalau begini, angka itu bisa meredusir kompleksitas.

00:57:5800:58:01

Jadi kita bisa terjebak di dalam kuantifikasi.

00:58:0100:58:03

Nanti bisa menyebut 7, 8.

00:58:0300:58:05

Itu sen saja.

00:58:0500:58:09

Dan kita tidak bisa seserhana sekedar angka saja.

00:58:0900:58:12

Tapi menurut saya kita masih jauh dari harapan sekarang.

00:58:1200:58:14

Dan itu tadi saya katakan.

00:58:1400:58:16

Bila ungkapan-ungkapan ini.

00:58:1600:58:19

Dan kampus-kampus kita menyaksikan.

00:58:1900:58:24

Dosen yang diperiksa, dosen bahkan dibawa ke proses kriminal.

00:58:2400:58:27

Hanya karena mengungkapkan pandangan dari mulai di Aceh.

00:58:2700:58:32

Bahkan dosen UGM lalu, 2020 ada dosen yang mengalami hal yang sama di tempat ini.

00:58:3200:58:34

Dan ini yang harus diubah.

00:58:3400:58:40

Kita harus memberikan, apalagi di kampus, ruang kebebasan berekspresi.

00:58:4000:58:43

Mengkritik pemerintah itu sah.

00:58:4300:58:47

Dan itu boleh apalagi dilakukan oleh kampus-kampus.

00:58:4800:58:50

Kenapa ini terjadi?

00:58:5000:58:56

Bayangkan, ketika ada praktek-praktek ketidakadilan.

00:58:5600:59:00

Ketika ada tindakan-tindakan negara yang salah.

00:59:0000:59:02

Kampus diam.

00:59:0200:59:04

Kampus enggak berbicara.

00:59:0400:59:07

Lalu siapa yang berbicara? Tokoh agama berbicara.

00:59:0700:59:09

Tokoh-tokoh ulama berbicara.

00:59:0900:59:11

Tokoh-tokoh Kristen bicara.

00:59:1100:59:12

Tokoh katolik bicara.

00:59:1200:59:15

Tapi tokoh-tokoh akademia tidak.

00:59:1500:59:18

Dan ini terjadi karena kita ada perasaan khawatir.

00:59:1800:59:20

Ini harus diubah.

00:59:2000:59:22

Jadi kebebasan berbicara nasional,

00:59:2200:59:25

tapi juga menurut saya yang paling penting dikembalikan adalah

00:59:2500:59:29

kebebasan berbicara di dalam kampus-kampus harus dikembalikan.

00:59:2900:59:31

Baik. Terima kasih. Kita kasih tepuk tangan untuk Mas Anies.

00:59:3100:59:34

Saya akan ke atas. Apakah sudah ada mic yang bisa ke atas?

00:59:3400:59:36

Supaya saya bisa lempar kesempatan.

00:59:3600:59:38

Sebentar saya lihat dulu.

00:59:4100:59:43

Saya mau minta perempuan.

00:59:4500:59:48

Boleh adek yang loncat-loncat pake baju putih dan jilbab?

00:59:4800:59:51

Aku seneng banget liat kamu loncat-loncat.

00:59:5100:59:53

Boleh yang sebelah sana?

00:59:5300:59:54

Baik.

00:59:5400:59:56

Dan saya juga akan minta pertanyaan.

00:59:5601:00:00

Saya tahu ada banyak sekali pertanyaan di medsos,

01:00:0001:00:04

di kolom komentar dan juga live streaming.

01:00:0401:00:05

Tolong nanti disiapkan ya teman-teman.

01:00:0501:00:07

Bisa kita keluarkan di sana.

01:00:0701:00:09

Tapi sebelumnya silahkan adek.

01:00:0901:00:10

Namanya siapa?

01:00:1001:00:12

Terima kasih atas kesempatannya Mbak Nana.

01:00:1201:00:14

Perkenalkan, nama saya Rania Feta Sosebila.

01:00:1401:00:16

Dari Fakultas Hidup Sosial dan Hidup Politik.

01:00:1601:00:18

Jurusan Hidup Hubungan Internasional.

01:00:1801:00:19

Oke.

01:00:1901:00:20

Sorry.

01:00:2001:00:23

Namanya, panggilannya adek cepet banget tadi kamu ngomongnya.

01:00:2301:00:24

Panggilannya siapa?

01:00:2401:00:25

Rania.

01:00:2501:00:26

Rania.

01:00:2601:00:27

Iya betul.

01:00:2701:00:28

Silahkan Rania mau tanya apa?

01:00:2801:00:32

Saya ingin bertanya soal tentang imigrasi di Indonesia.

01:00:3201:00:38

Jadi yang, ada satu berita yang saya baca akhir-akhir ini.

01:00:3801:00:44

Jadi tentang turis yang hidup di Indonesia tanpa ada kontribusi tersendiri di Indonesia.

01:00:4401:00:55

Saya ingin, seperti berita yang saya baca itu ada satu kelompok turis yang membuat perumahan tersendiri di Bali.

01:00:5501:00:59

Tapi mereka tidak membuat kontribusi tersendiri di Bali tersendiri.

01:00:5901:01:02

Mereka tidak bisa dibilang turis tapi tidak bisa dibilang warga Indonesia.

01:01:0201:01:07

Jadi apa yang akan Bapak Anies lakukan untuk regulasi imigrasi tersendiri?

01:01:0701:01:08

Terima kasih.

01:01:0801:01:09

Terima kasih Rania.

01:01:0901:01:10

Silahkan Mas Anies.

01:01:1201:01:13

Rania makasih.

01:01:1501:01:22

Sebenarnya penegakan aturan dengan adanya sistem informasi yang lebih baik,

01:01:2201:01:29

maka kedatangan, kepulangan itu harus terkendali.

01:01:2901:01:32

Apalagi statusnya sebagai turis.

01:01:3201:01:37

Turis itu by definition sementara, namanya juga turis.

01:01:3701:01:39

Dia kesini untuk tur.

01:01:3901:01:43

Dan ketika periode turnya selesai, dia harus pulang.

01:01:4301:01:49

Nah seringkali kita tidak melakukan pengawasan, tidak melakukan penindakan,

01:01:4901:01:52

dan seringkali belum tentu punya sistemnya.

01:01:5201:01:57

Jadi menurut saya laksanakan aturan, perbaiki sistemnya, tindak mereka yang melanggar,

01:01:5701:01:59

dan gampang sekali kalau turis itu.

01:01:5901:02:02

Tinggal diantar ke airport, masukkan pesawat, dan bye-bye.

01:02:0201:02:04

Silahkan pulang ke kampung halaman Anda.

01:02:0401:02:05

Selesai.

01:02:0501:02:08

Baik. Mas Anies, ada pertanyaan yang muncul dari live streaming.

01:02:0901:02:14

Bahrudin, jika terpilih menjadi presiden RI pada 2024,

01:02:1401:02:17

bagaimana Bapak memilih menteri di kabinet yang Bapak pimpin?

01:02:2101:02:23

Satu, kompeten.

01:02:2401:02:28

Memiliki kompetensi yang relevan dengan bidangnya.

01:02:2901:02:32

Dua, berintegritas.

01:02:3201:02:37

Punya rekam jejak yang baik, tak bermasalah.

01:02:3801:02:42

Di Republik ini banyak sekali orang yang dituding bermasalah,

01:02:4201:02:44

walaupun senyatanya tak bermasalah.

01:02:4401:02:47

Tapi ada juga orang yang sesungguhnya bermasalah,

01:02:4701:02:50

tapi selalu lolos dari pemeriksaan.

01:02:5001:02:52

Jadi berintegritas.

01:02:5201:02:58

Yang ketiga, dia memiliki rekam karya yang baik.

01:02:5801:03:02

Rekam kerja, rekam kinerja yang baik.

01:03:0201:03:06

Sehingga kita bisa memproyeksikan bahwa ke depan dia akan baik.

01:03:0601:03:13

Yang keempat, dia memiliki visi yang sama dengan visi yang dimiliki oleh pimpinannya.

01:03:1301:03:16

Sehingga ketika bekerja, memiliki visi yang sama.

01:03:1601:03:18

Visi itu artinya termasuk nilai.

01:03:1801:03:26

Dia mempercayai pada prinsip dasar bahwa keadilan harus ada di dalam setiap kebijakan.

01:03:2601:03:30

Kira-kira empat itu minimal kriteria yang digunakan.

01:03:3001:03:33

Baik, saya ingin langsung ke pertanyaan yang sudah muncul di media sosial.

01:03:3301:03:35

Boleh tolong dikeluarkan pertanyaannya.

01:03:3801:03:44

Untuk semua capres, mau tanya bagaimana cara dan solusi jika kita menjadi sandwich generation.

01:03:4701:03:50

Jadi harus membiayai orang tua juga.

01:03:5101:03:55

Jadi kejepit mas sandwich, di atas dan di bawah.

01:03:5701:04:05

Ada beban untuk membiayai, bukan hanya biaya diri sendiri, biayai orang tua, tapi juga biaya adik.

01:04:0501:04:09

Banyak sekarang mas, dede-dede kita yang sandwich generation.

01:04:0901:04:15

Nomor satu, ketika Anda mendapatkan tanggung jawab ikut membiayai orang tua,

01:04:1501:04:22

maka jangan pernah pandang ini sebagai beban, tapi pandang ini sebagai sumur pahala untuk Anda membiayai orang tua.

01:04:2201:04:28

Nomor satu, jangan pernah pandang membiayai orang tua itu sebagai beban,

01:04:2801:04:31

karena dia sudah membiayai Anda selama ini.

01:04:3101:04:33

Itu penting sekali.

01:04:3301:04:36

Kenapa teman-teman sekalian? Kita ambil tanggung jawab soal ini.

01:04:3601:04:41

Apakah berat? Berat ringan itu soal perasaan.

01:04:4101:04:47

Bila dijalani dengan sepenuh hati, maka itu akan bisa terasa ringan.

01:04:4701:04:49

Jadi nomor satu menurut saya mindsetnya.

01:04:4901:04:52

Yang kedua, tentu cari kesempatan.

01:04:5201:05:00

Dan cari kesempatan ini, teman-teman sekalian, ketika Anda dapat beban sandwich begini,

01:05:0001:05:06

ingat teman-teman, ini sesungguhnya adalah masa pembelajaran yang di kemudian hari,

01:05:0601:05:10

hampir pasti Anda punya pengalaman mengelola beban yang besar.

01:05:1001:05:18

Anda ketika nanti memimpin, Anda ketika punya tanggung jawab, Anda punya pengalaman pengelolaan beban yang lebih tinggi.

01:05:1901:05:26

Jadi saya ingin usul pada teman-teman, jangan berharap segalanya serba ringan, serganya serba enak.

01:05:2601:05:34

Ketika Anda ketemu tanggung jawab ekstra, pandang ini sebagai persiapan untuk dapat tanggung jawab lebih besar di kemudian hari.

01:05:3401:05:37

Jadi cari peluang, cari kesempatan yang ulet.

01:05:3701:05:44

Kalau orang lain hanya belajar, kemudian di kosan Anda harus belajar dan bekerja.

01:05:4401:05:49

Dan seberat-beratnya apa yang Anda alami, Anda boleh bilang pada diri sendiri,

01:05:4901:05:55

saya bukan orang pertama yang melewati ini, pasti ada orang lain sebelum saya melewati ini,

01:05:5501:05:58

dan if they survive, I will survive.

01:05:5901:06:05

Mas Anies, saya mau bertanya isu kekinian, dan saya akan tanyakan ini ke seluruh bakal calon presiden yang ada.

01:06:0501:06:08

Lingkungan hidup spesifiknya isu rempang mas.

01:06:0901:06:18

Yang kaitannya dengan proyek strategis nasional, yang saat ini dijalankan pemerintah untuk pembangunan, investasi, dan menciptakan lapangan kerja.

01:06:1801:06:26

Karena kalau kita lihat dampak dari PSN ini, konflik agraria terus muncul, dan kadang menimbulkan korban kekerasan.

01:06:2601:06:34

Ada datanya mas, catatan konsorsium pembaruan agraria, setidaknya ada 32 letusan konflik agraria,

01:06:3401:06:38

dan 11 diantaranya terkait dengan proyek strategis nasional.

01:06:3901:06:44

Apakah konsep dan pendekatan saat ini yang dilakukan oleh pemerintah saat ini,

01:06:4401:06:49

dalam rangka mempercepat pertumbuhan ekonomi akan diganti dengan kebijakan lain?

01:06:4901:06:52

Apakah Anda punya strategi pendekatan yang berbeda?

01:06:5201:07:01

Jadi begitu sebuah kegiatan itu menjadi PSN, maka akan ada deretan kemudahan yang diberikan, kan gitu kira-kiranya.

01:07:0101:07:08

Supaya eksekusinya menjadi cepat, itulah sebabnya program-program yang dimasukkan menjadi PSN,

01:07:0801:07:12

maka dia akan bisa berjalan lebih cepat dibandingkan tidak masuk pada PSN.

01:07:1201:07:19

Idenya untuk mempercepat itu fine, karena itulah kita harapkan untuk bisa meraih kesejahteraan lebih cepat.

01:07:1901:07:21

Apa ruang yang harus diperbaiki?

01:07:2101:07:30

Satu, penentuan program sebagai program strategis atau tidak harus ada di tangan teknokrasi,

01:07:3001:07:34

bukan di tangan dunia usaha.

01:07:3401:07:40

Kalau itu dibalik proposalnya dari dunia usaha, pemerintah hanya memberikan stempel,

01:07:4001:07:42

maka muncul masalah banyak sekali.

01:07:4201:07:49

Dimulai dari teknokrasi, dari mana itu kita punya RPJP, kita punya RPJMN.

01:07:4901:07:52

Kemudian dari sini diterjemahkan dalam bentuk program,

01:07:5201:07:57

mana yang diputuskan menjadi strategis, mana yang tidak.

01:07:5701:08:03

Jadi penentuan PSNnya itu kunci, lalu disitu perlu ada partisipasi publik.

01:08:0301:08:08

Kita seringkali tidak tahu kenapa sesuatu masuk menjadi PSN.

01:08:0801:08:15

Harus ada transparansi agar program-program yang masuk PSN bisa dipertanggungjawabkan.

01:08:1501:08:19

Sehingga ini bukan menjadi tempat untuk titipan.

01:08:1901:08:21

Kalau tempat untuk titipan apa yang terjadi?

01:08:2101:08:26

Siapa saja bisa titip dan kita tidak tahu apa prosesnya, apa dampaknya,

01:08:2601:08:28

semuanya masuk di dalam kategori PSN.

01:08:2801:08:32

Jadi gagasan PSNnya sendiri itu bukan gagasan yang bermasalah.

01:08:3201:08:38

Tetapi kriteria masuk PSNnya harus dibuat transparan, jelas.

01:08:3801:08:41

Yang kedua prosesnya teknokrasi.

01:08:4101:08:43

Apa yang saya maksud proses teknokrasi?

01:08:4301:08:49

Begini, ketika negara punya RPJP, negara punya RPJMN,

01:08:4901:08:55

negara menjelaskan jangka panjang kita akan membangun ABCDFG, itu teknokrasi.

01:08:5501:09:01

Tapi kalau non-teknokrasi, saya punya keinginan untuk investasi di sini sebagai pengusaha,

01:09:0101:09:08

lalu kemudian saya mencoba untuk menawarkan gagasan ini kepada kementerian ABCDE,

01:09:0801:09:17

lalu jadilah dia PSN, ini namanya profit center penentuannya,

01:09:1701:09:19

bukan kepada kepentingan publik.

01:09:1901:09:26

Apakah itu artinya, jika kalau nanti Anda terpilih, Anda akan melihat ulang daftar PSN yang ada saat ini,

01:09:2601:09:29

termasuk diantaranya, saya tahu Anda sudah sering ditanya soal ini,

01:09:2901:09:32

tapi saya mau tanya lagi mas, termasuk proyek ISN yaitu IKN.

01:09:3201:09:39

Dan itu bukan hanya, kemudian selera presiden, selera menteri, dibuka kepada publik,

01:09:3901:09:43

diberikan kesempatan untuk pembahasan bersama publik,

01:09:4301:09:48

maka program-program yang memang sejalan dengan kepentingan publik, pasti akan jalan.

01:09:4801:09:53

Tapi program-program yang belum tentu sejalan dengan kepentingan publik, pasti publik tidak akan menerimanya.

01:09:5301:09:59

Jadi bukan kemudian saya secara selera pribadi, 1, 2, 3, 4, bukan.

01:09:5901:10:05

Tapi libatkan publik, dan saya percaya kalau libatkan publik, maka publik akan bisa memilih yang baik.

01:10:0501:10:11

Kita kasih tepuk tangan untuk bakal calon presiden dari Koalisi Perubahan dan Persatuan, Anies Baswedan,

01:10:1101:10:13

yang sudah satu setengah jam bersama kita.

01:10:1301:10:16

Mas Anies, saya ingin memberikan pertanyaan penutup mas.

01:10:1901:10:20

Sudah selesai ya?

01:10:2001:10:21

Sudah selesai mas.

01:10:2101:10:23

Tidak terasa, atau terasa, atau bagaimana?

01:10:2301:10:24

Tidak terasa.

01:10:2401:10:25

Tidak terasa ya.

01:10:2501:10:29

Mau lanjut sampai malam, tapi enggak mas, harus adil, karena setelah ini saya akan berbincang dengan Mas Ganjar Pranowo,

01:10:2901:10:32

dan juga berbincang dengan Pak Prabowo Subianto.

01:10:3401:10:37

Mas Anies, saya mau tanya pertanyaan terakhir, dan lagi-lagi supaya adil,

01:10:3701:10:40

ini pertanyaan yang akan saya ajukan ke semua bakal calon presiden.

01:10:4001:10:42

Saya mau minta Anda refleksi mas.

01:10:4201:10:44

Refleksi.

01:10:4401:10:48

Karena sebagai pemimpin itu harus punya kemampuan refleksi diri.

01:10:4801:10:52

Bukan hanya bisa memahami orang lain, bukan hanya bisa memahami rakyatnya,

01:10:5201:10:54

tetapi juga bisa memahami diri sendiri.

01:10:5401:10:59

Nah kalau bicara refleksi, itu erat kaitannya dengan kegiatan bercermin.

01:10:5901:11:02

Jadi supaya seru, saya mau minta teman-teman Mata Najwa,

01:11:0201:11:06

boleh enggak ada cermin besar di sini supaya Mas Anies bisa ngacah?

01:11:1101:11:18

Mas Anies, saya akan meminta Anda untuk berbicara dengan pantulan bayangan Anda sendiri mas,

01:11:1801:11:21

seolah-olah Anda berbicara dengan diri sendiri.

01:11:2401:11:27

Kapan lagi ngerjain capres suruh ngacah kan?

01:11:2801:11:32

Mas, kira-kira apa yang ingin Anda sampaikan ke diri sendiri,

01:11:3201:11:36

terkait keputusan besar mencalonkan diri menjadi presiden,

01:11:3601:11:40

refleksi atas apa yang sudah Anda jalani selama ini, rekam jejak Anda,

01:11:4101:11:47

karakter Anda, dan sekarang Anda berkeinginan jadi orang nomor satu di negeri ini.

01:11:4701:11:49

Apa refleksi diri Anda mas?

01:11:5001:11:52

Boleh saya minta ke depan Mas Anies?

01:11:5701:12:01

Ini yang pada kepunyaan Kak Markos belum tentu ada kacanya juga di kamarkos.

01:12:0201:12:04

Ini khusus mas, baik.

01:12:0401:12:06

Jadi saya bicara di sini.

01:12:0601:12:08

Mas Anies, boleh berdiri di situ.

01:12:1101:12:12

Ada tandanya mas.

01:12:1301:12:16

Jadi menyapa diri sendiri, Mas Anies biasanya memanggil diri sendiri apa?

01:12:1601:12:17

Anies.

01:12:1701:12:19

Anies, oke jadi memanggil dengan nama ya.

01:12:2001:12:26

Biasanya aku, saya, atau Nies-Nies, ya terserah mas, aku gak mau ngatur-ngatur, mohon maaf.

01:12:2601:12:28

Silahkan lah kalau sama diri sendiri.

01:12:2801:12:30

Jadi gitu ya Mas Anies, silahkan.

01:12:3001:12:34

Bentar, saya harus mikir dulu nih, jadi reflektif gitu ya.

01:12:3401:12:38

Reflektif, dari perjalanan, rekam jejak, dan apa yang ingin Anda tuju.

01:12:3801:12:45

Gak main-main loh mas, Anda mau jadi orang yang memimpin 275 juta penduduk di negeri ini.

01:12:4701:12:48

Silahkan Mas Anies.

01:13:0101:13:05

Ini mau mulainya juga repot nih kita.

01:13:0701:13:11

Gini, saya ini gak pernah ngomong di depan kaca, ini pertama kali nih.

01:13:1101:13:13

Gak apa-apa Mas, selalu ada yang pertama di mata Najwa.

01:13:1801:13:21

Ngomong depan kamera lebih mudah daripada ngomong depan kaca pada diri sendiri.

01:13:2201:13:23

Oke.

01:13:2401:13:38

Di tempat ini, di lapangan ini, saya kelas 1 SD, dan bermain sepak bola pertama kali di lapangan terbuka, namanya lapangan STO.

01:13:3901:13:42

Pada waktu itu, saya kelas 1 SD, sekolahnya diskip.

01:13:4301:13:49

Pada tahun 1989, saya berada di lapangan ini, namanya lapangan Pancasila.

01:13:4901:13:56

Menjadi mahasiswa Universitas Gajah Mada, universitas yang saya impikan sejak saya SD ketika main di lapangan ini.

01:13:5701:14:05

Tahun 1991, saya menjadi Ketua Panitia Ospek untuk mahasiswa baru, saat itu tahun ke-2.

01:14:0501:14:08

Dan saya menyambut adik-adik mahasiswa baru yang kuliah disini.

01:14:0901:14:18

Di tahun 1992, saya berbicara kepada adik-adik mahasiswa baru, menyampaikan kepada mereka bagaimana menjadi mahasiswa di Gajah Mada.

01:14:1801:14:20

Saat itu saya ketua senat mahasiswa UGM.

01:14:2101:14:32

2015-2016 saya kembali kesini, bertemu dengan, di tempat ini lagi, di tempat ini lagi, dengan mahasiswa baru menceritakan bagaimana masa depan.

01:14:3301:14:42

Dan hari ini, 19 September 2023, anak yang waktu itu umur 7 tahun main sepak bola di lapangan Pancasila,

01:14:4201:14:50

sekarang berada disini, diminta mentukar gagasan tentang Indonesia ke depan untuk 275 juta penduduk Indonesia.

01:14:5301:15:03

Anies, ingatlah apa yang dikatakan oleh ibumu ketika dia mengantarkanmu masuk sekolah SD umur 7 tahun.

01:15:0401:15:17

Pada saat itu dipesankan, kerja keras, rajin, dan ketika masuk kuliah, ibumu pesan, Anies yang kita miliki cuma nama baik, jaga nama itu baik-baik.

01:15:1801:15:30

Dan hari ini sebelum saya berangkat ke Jogja, ibu saya mendoakan, dan ibu saya kembali mengatakan, Anies berada di tempat ini semata-mata karena Anies menjaga nama baik, jaga nama baik itu baik-baik.

01:15:3001:15:34

Dan itulah refleksi saya pada sore hari ini. Terima kasih.

01:16:0001:16:11

Untuk azan maghrib, untuk sholat maghrib, dan nanti pukul, kita akan mulai lagi selama 1 jam, tapi jam 6 nanti setelah azan maghrib akan hadir Komika Kenamaan,

01:16:1201:16:21

Panji Prawigaksanang, yang akan menghibur kita dan menunggu sampai Mas Ganjar Pranowo hadir di tempat ini pukul 18.30.

01:16:2201:16:26

Sekali lagi, Anies Baswedan, terima kasih banyak Mas Anies atas waktunya untuk Mata Najwa.

01:16:3001:17:18

Teman-teman kita ketemu sebentar lagi, terima kasih. Assalamualaikum, ketemu sebentar lagi.

Transkrip Suara ke Teks Murah dan Cepat dengan Teknologi AI

  • Rp10.000/file, durasi tak terbatas
  • 95% akurasi