πŸŽ‰ Dapatkan Transkrip Cepat dan Murah Hanya Rp10rb/rekaman πŸŽ‰

Debat Ketiga Calon Presiden Pemilu Tahun 2024 - Sesi 4.mp3

Transkrip.id19 Menit

Transkrip berikut dihasilkan secara otomatis dari aplikasi Transkrip.id. Ubah audio/video menjadi teks secara otomatis hanya Rp10rb dengan durasi tak terbatas. Coba Sekarang!

00:00:0000:00:23

Baik terima kasih anda masih menyaksikan debat ketiga calon presiden pemilu tahun 2024. Dan sebelum kita mulai segmen kali ini kami ingatkan sekali lagi para hadirin bapak ibu yang berada di lokasi, yang berada di dalam ruangan, mudah kita saksikan sama-sama tadi tata tertibnya semua sepakat ya.

00:00:2300:01:01

Dan segmen ini adalah segmen yang paling mudah memancing keriuhan karena di segmen ini calon presiden bisa saling bertanya. Jadi kami mohon kerjasama dan komitmen dari para hadirin, dari bapak dan ibu sekalian untuk tetap menjaga ketertiban dan memberikan hak yang sama kepada calon presiden yang sedang berbicara untuk bisa menampilkan performa terbaiknya. Dan kami undang Pak Prabowo, Pak Ganjar, dan Pak Anies untuk maju ke podium, kami persilahkan pak.

00:01:0100:01:32

Baik jawaban pertanyaan akan ditanggapi oleh capres penanya dan selanjutnya akan direspon kembali oleh calon presiden yang menjawab sebelumnya. Nah, kepada para calon presiden 2024 mohon diingat untuk melakukan tanya-jawab sesuai tema debat pada malam hari ini yakni pertahanan, keamanan, hubungan internasional, globalisasi, geopolitik, dan politik luar negeri.

00:01:3200:03:06

Dan jika menggunakan singkatan atau terminologi maka wajib untuk memberikan penjelasan dari pertanyaan yang dimaksud. Sepakat ya? Dan kesempatan pertama di segmen ini kami berikan kepada calon presiden nomor urut tiga Bapak Ganjar Pranowo dan bertanya kepada calon presiden nomor urut satu Bapak Anies Baswedan. Waktu Pak Ganjar satu menit dimulai saat Bapak berbicara. Angkaran pertahanan belum ideal. Tadi saya sampaikan kita perlu 1-2% dari PDB, sekarang masih 0,78%. Ini data. Untuk beli alutsista masih harus ngutang dan utang kita di 2023 naik dari 20,7 miliar dolar menjadi 25 miliar dolar. Padahal target Renstra kita, perlu saya panjangkan, rencana strategis ya. Minimum essential force di 2024 tidak tercapai kira-kira. Karena sekarang hanya 65,49% dari target. Kira-kira menjadi pertanyaan saya nih Mas Anies. Apa solusi ekonomi pertahanannya untuk kita bisa mengejar ketertinggalan dan kemudian menyelesaikan persoalan-persoalan itu agar pertahanan kita menjadi strong. Baik, masih ada Bapak sedikit lagi? Baik, terima kasih Pak Gajar. Mohon, mohon untuk tenang.

00:03:0600:03:10

Kami persilahkan Bapak Anies Baswedan untuk menjawab waktu Bapak dua menit.

00:03:1000:06:26

Terima kasih Pak Ganjar. Jadi terkait dengan anggaran pertahanan, seperti tadi disampaikan kita masih di bawah. Seperti tadi disebutkan 0,78% kami memandang memang perlu sampai dengan 1-1,5% yang perlu yang kita butuhkan. Dan untuk itu maka kita harus memperbesar GDP kita, memperbesar APBN kita. Karena itulah pertumbuhan ekonomi menjadi penting. Dengan pertumbuhan ekonomi yang merata dan berkualitas, harapannya maka kita memiliki masukan negara yang cukup. Kemudian yang kedua tadi terkait dengan hutang. Hutang-hutang yang digunakan untuk aktivitas produktif yang meningkatkan kesejahteraan, menumbuhkan perekonomian. Itu juga salah satu cara untuk memperbesar APBN kita dengan adanya pendapatan ini. Yang ketiga adalah bagaimana pajak kita diperluas basisnya, ditingkatkan efektivitasnya. Lagi-lagi untuk meningkatkan pendapatan. Dan yang tidak kalah penting adalah memastikan bahwa praktek-praktek koruptif yang membuat anggaran terserap tidak secara optimal itu ditiadakan. Dengan begitu maka porsi yang kita miliki untuk sektor pertahanan akan bisa kita alokasikan. Tanpa kita memiliki anggaran yang cukup maka alokasi disini menjadi berat. Dan bila kita melakukan pembelanjaan maka kami membayangkan justru menggunakan kekuatan sendiri. Kalaupun ada dalam bentuk hutang maka itu satu paket dengan belanja senjatanya, belanja alutsistanya sehingga itu menjadi satu kesatuan. Dan meniadakan praktek-praktek middleman di dalam penyelenggaraan alutsista. Seperti peraturan perundangan yang mengharuskan itu G2G atau langsung dengan korporasi yang membuatnya. Jadi kami melihat dengan cara seperti itu meningkatkan alokasi itu satu hal, mengefisienkan itu hal berikutnya yang harus kita kerjakan. Terima kasih. Waktu sudah habis Pak Ganjar kami persilakan untuk menanggapi pernyataan dari calon presiden nomor satu. Waktunya satu menit Pak Ganjar kami persilakan. Ya ternyata jawaban saya dapat bonus. Sebenarnya saya ingin membahas yang soal pertahanan dan alutsistanya. Tapi oke, saya kira terima kasih atas jawabannya. Saya ingin menyatakan dengan jelas maka pertumbuhan ekonomi 7% wajib. Alokasi 1-2% PDB menurut saya menjadi keharusan agar kuat. Dan belanja alutsista kita ini harus jadi investasi pertahanan kita. Tanknya dibuat di Pindad, helinya di PT DI, fregatnya ada di PT PAL, sibernya ada di PT LEN. Maka kalau kemudian itu bisa kita optimalkan betul-betul rasa-rasanya, apa yang kita capai dari minimum essential forcesnya akan tercapai. Kalau kita lihat di 2024 yang rasa-rasanya agak berat bisa dicapai, maka saya khawatir makin mundur tidak ajak dalam perencanaan ini menyulitkan. Dan kita perlu garda samudera untuk mengawal Indonesia dan pertahanan sakti 5.0. Waktunya habis, terima kasih Pak Ganjar.

00:06:2600:06:35

Kami persilakan, oke tenang. Kami persilakan Bapak Anies untuk menanggapi tanggapan dari Pak Ganjar waktu anda satu menit.

00:06:3500:08:49

Pemanfaatan atas sumber daya lokal itu penting, perlu kita teruskan. Dan kita perlu memanfaatkan juga memastikan bahwa tenaga-tenaga dalam negeri untuk bidang pertahanan itu diinvestasikan secara serius. Pembahasan mengenai investasi sumber daya manusia ini kunci. Kita perlu mengirimkan lebih banyak lagi generasi baru untuk ilmu-ilmu alutsista. Sehingga kedepannya penyelenggaraan alutsista domestik bisa berkembang. Itu satu hal dalam jangka panjang. Karena itu saya sepahaman tentang pentingnya dalam negeri. Tapi tidak kalah penting ketika kita berbicara tentang memastikan bahwa pebelanja alutsista itu bersih. Tidak melibatkan korporasi-korporasi yang punya masalah dengan korupsi. Dengan begitu maka bukan saja anggarannya efisien tapi tidak bocor di dalam belanja alutsista. Baik, terima kasih Pak Anies. Waktunya sudah habis. Mohon tenang Bapak dan Ibu sekalian. Baru saja kita lihat nomor urut 3 dan 1 saling berhadapan dengan tanya-tanya jawab dan memberi tanggapan. Dan selanjutnya kami berikan kesempatan kepada calon presiden nomor urut 1 Bapak Anies Baswedan akan bertanya kepada calon presiden nomor urut 2 Bapak Prabowo Subianto. Untuk itu kami persilakan Pak Anies untuk bertanya. Waktunya satu menit dimulai dari Bapak berbicara. Terima kasih. Semakin tinggi jenjang kepemimpinan, semakin luas cakupannya, semakin kompleks organisasinya, maka pemimpin makin mengandalkan pada nilai. Bukan lagi teknis-teknis, tapi makin mengandalkan pada nilai. Itu yang membedakan antara kepemimpinan yang kompleks dengan yang serhana. Nah pertanyaan yang ingin saya sampaikan kepada Bapak adalah, apa hubungan antara standar etika seorang pemimpin negara dengan kemampuannya dalam menjaga pertahanan, keamanan, dan kedaulatan negara. Terima kasih. Baik, waktu masih ada Pak Anies. Sudah cukup. Cukup?

00:08:4900:08:58

Baik, kami persilahkan kepada calon presiden nomor dua, Bapak Prabowo Subiyato, untuk menjawab pertanyaan dari Bapak Anies. Waktu Bapak dua menit dimulai ketika berbicara. Silahkan.

00:08:5800:11:06

Saya sependapat bahwa semakin tinggi, semakin kompleks, memang kepemimpinan itu butuh nilai. Nilai-nilai yang sangat fundamental. Pertama, nilai adalah cinta tanah air. Kedua, kejujuran. Ketiga, kebersihan yang Bapak bolak-balik ngomong. Harus memberi contoh, tidak boleh korupsi dengan bentuk apapun. Jadi saya sependapat, harus ada kepimpinan berdasarkan nilai. Jadi hubungan dengan etik benar. Kita harus beretik, beretik dengan benar. Jujur, apa yang kita katakan itu yang ada di hati kita. Jangan lain di mulut, lain di hati. Dan harus cinta tanah air. Pertahanan ini sakral bagi kita. Ini menyangkut keselamatan kita. Jangan karena ambisi pribadi, kita menghasut dan menyesatkan rakyat. Itu etik yang tertinggi, Saudara Prof. Anies Baswedan. Itu etik yang tertinggi. Kebersihan jiwa, kejujuran, kesetiaan kepada rakyat. Sekali lagi, jangan karena ambisi pribadi, kita menyesatkan rakyat, kita menghasut rakyat, kita membahayakan pertahanan keamanan rakyat. Kasian prajurit-prajurit yang sedang berjuang untuk menjaga kita. Polisi-polisi yang menjaga kita, kasihan. Kalau ada calon-calon pemimpin yang kerjanya hanya menghasut saja. Waktu habis, terima kasih Pak Prabowo. Mohon tenang.

00:11:0600:11:11

Bisa tenang dulu Bapak Ibu, bisa tenang dulu. Oke, bisa tenang dulu.

00:11:1100:12:24

Baik, kita lanjutkan kepada Bapak Anies Baswedan, menanggapi jawaban dan pernyataan dari Capres Kemerudua Bapak Prabowo Subianto. Waktunya satu menit, silahkan Pak Anies. Ketika dikatakan bahwa standar etika yang dipegang adalah tinggi, memang menjadi Presiden, Panglima Tertinggi harus memiliki standar etika yang amat tinggi. Itu harus. Karena dia akan mengambil keputusan, mengerahkan pasukan, dan ketika harus bertempur ada korban nyawa, itu keputusan-keputusan etika. Tapi dalam kenyataannya Pak, ketika Bapak memimpin di Kementerian Pertahanan, banyak orang dalam dalam pengadaan alutsista, PT Teknologi Militer Indonesia, Indonesia Defense Security, lalu orang dalam dalam pengelolaan food estate, lalu ada kejadian-kejadian di mana kita semua menyaksikan, ketika ada pelanggaran etika dan Bapak tetap jalan terus dengan cawapres yang melanggar etika, artinya ada kompromi atas standar etika. Standar etika ini fakta, ini fakta. Dan kemudian dalam pidato Bapak mengolok-olok tentang penting etika, saya tidak tega untuk mengulanginya. Pertanyaannya apa penjelasan Pak Prabowo soal itu semua? Baik, waktu habis.

00:12:2400:12:33

Oke, harap tenang dulu, kita lanjutkan acaranya. Tapi persilahkan Bapak Prabowo untuk menanggapi pernyataan Bapak Anies Baswedan. Satu menit, silahkan Bapak.

00:12:3300:13:34

Jadi, Saudara-saudara, semua data yang Saudara ungkapkan itu keliru semua. Jadi saya bersedia, kita duduk, kita buka-bukaan. Mau bicara food estate, mau bicara apa, PT Teknologi Militer Indonesia, kita buka. Jadi, di mana masalahnya? Nah, Saudara, bicara etik-etik, saya tuh keberatan, karena saya menilai, maaf ya, karena Anda desak saya, saya terus saja menilai Anda tidak pantas bicara soal etik. Itu saja. Saya merasa bahwa Anda itu posturing, Anda menyesatkan. Itu saja, ya. Saya boleh berpendapat, kan? Saya menilai Anda tidak berhak bicara soal etik, karena Anda memberi contoh yang tidak baik soal etik. Terima kasih. Mohon tenang, mohon tenang.

00:13:3400:13:38

Harap tenang, kita sudah sepakat Bapak Ibu yang ada di ruangan.

00:13:3800:14:47

Baik, sekarang saatnya kita akan melihat. Calon Presiden nomor 2 dan 3 saling bertanya dan menanggapi, diawali dengan Calon Presiden nomor 2, Bapak Prabowo Subianto, bertanya kepada Calon Presiden nomor 3, Bapak Ganjar Pranowo. Kami persilakan, Pak Prabowo, waktunya satu menit. Baik, Pak Ganjar. Pak Ganjar mengatakan bahwa anggaran pertahanan kita sebaiknya naik 1-2%. Dan bahwa kita harus membangun industri pertahanan dalam negeri yang kita utamakan. Pertanyaan saya, kalau kita menaikkan sampai dengan 1-2%, bagaimana sikap Bapak dalam mengambil keputusan tentang teknologi yang mana yang kita prioritaskan dalam peningkatan pertahanan itu? Postur mana? Darat lah, laut lah, udara atau ketiga-tiganya, atau kita mengarah ke teknologi yang lebih canggih lagi? Terima kasih.

00:14:4700:14:49

Masih ada waktunya, Bapak?

00:14:4900:14:51

Cukup. Baik.

00:14:5100:14:57

Kami persilakan, Bapak Ganjar, untuk menjawab pertanyaan dari Pak Prabowo waktu Anda 2 menit. Silakan, Bapak.

00:14:5700:16:47

Terima kasih. Mudah-mudahan saya didudukan di tengah, memang agak mendinginkan dua kawan saya kiri kanan. Makasih, Pak Prabowo. Mana pilihannya dari matra itu? Proporsional, Pak? Tapi tidak ada serangan yang akan masuk melalui darah karena kita negara air sepelajik. Maka yang mesti diperkuat hari ini adalah laut. Prioritas. Laut, mereka butuh sonar, Pak. Mereka butuh sensor-sensor, Pak. Dan hari ini mereka menyampaikan kepada saya kebutuhan itu nomor satu hari ini. Yang berikutnya tentu udara. Kenapa udara? Kami tidak bisa, Pak. Dan saya senang kalau nanti Bapak dalam forum ini menjelaskan ide Bapak untuk membeli pesawat bekas. Kenapa ini menjadi penting? Kami tidak rela dengan statement Bapak tadi yang saya dukung, Pak. Kasian prajurit. Pak, kalau pilotnya itu mesti dilatih 3 tahun, pesawatnya bekas, Pak. Dan dia harus datang lagi pelatihan lagi, Pak. Dengan resiko yang sangat tinggi. Tentu itu sangat berbahaya. Maka peningkatan itu, Pak, di awal saya sampaikan. Kenapa pertumbuhan harus tinggi? Kenapa industri dalam negeri menjadi prioritas? Bahkan saya sebut tadi, tank dibuat di mana, heli, fregat, siber dibuat di mana. Agar kita bisa konsisten dalam perencanaan pembangunan. Termasuk ketika kita membuat kapal selam yang sudah dimulai dari PT PAL. Yang kerjasamanya, kalau tidak salah, Bapak batalkan dengan Korea Selatan. Tolong, Pak, kalau saya keliru. Ini kesempatan Bapak untuk bisa menjelaskan. Dengan PT PAL yang kerjasama dengan Korea Selatan. Pak Prabowo. Jadi nanti, itu. Ini enggak apa-apa, kalau saya terima. Sebenarnya debat sebenarnya seperti ini. Kalau boleh tanya jawab langsung.

00:16:4700:16:49

Baik, silakan, Pak Prabowo.

00:16:4900:18:03

Silakan, Pak, dilanjutkan. Masih ada waktu. Masih ada waktu, Pak Ganjar. Ya, karena sudah selesai. The stage is yours, Pak. Silakan. Baik, silakan, Pak Prabowo. Waktunya 1 menit. Baik, terima kasih, Pak Ganjar. Kesempatan saya bisa menjawab. Jadi, alat perang itu usianya kurang lebih 25-30 tahun. Pesawat terbang, kapal perang, dan sebagainya. Jadi, bukan soal bekas dan tidak bekas, tapi usia pakai. Kemudahan. Jadi pesawat, pesawat Mirage 2005 yang ada di Qatar, yang rencananya kita ingin akuisisi, itu usia pakainya masih 15 tahun, Pak. Dan teknologi ini mengarah kepada yang lebih canggih. Kita menunjukkan yang canggih, yang terbaru. Tapi kalau kita beli baru, datangnya, Pak, baru 3 tahun, dan operasionalnya itu baru 7 tahun, Pak. Nah, sementara 3 sampai 7 tahun ini, kita perlu deteren. Kita perlu kemampuan. Itu maksudnya alat terbelakang. Jadi, saya kira itu yang bisa saya jelaskan tadi. Waktu yang singkat, tidak cukup.

00:18:0300:18:13

Baik, waktu sudah habis. Saya kembali ke Capres, nomor 33. Tenang dulu. Bapak Ganjar untuk menanggapi tanggapan dari Pak Prabowo. Silakan, Bapak, satu menit.

00:18:1300:19:24

Ya, awalnya saya percaya sekali bahwa Bapak akan memahami ini. Tapi hari ini saya menjadi meragukan. Karena saya bertanya kepada pilot. Saya bertanya kepada Angkatan Laut pada persoalan ini. Perencanaan pembangunan yang top-down membuat seluruh matra hanya menerima saja. Kenapa ini saya sampaikan, Pak? Maka kalau kita bicara katakan bukan soal cerita bekasnya, buat kami tidak. Karena Yuwono Sudarsono pernah menolak itu dan apa yang Bapak rencanakan hari ini ditunda. Apa artinya? Saya kira perencanaannya terlalu gegabah pada soal itu. Dan keseriusan itu tidak dimunculkan sama sekali pada pengelolaan industri pertahanan dalam negeri. Dimana PT. PAL kemudian hari ini sudah mendapatkan hutang dan kemudian dia tidak bisa melaksanakan apapun pada soal itu. Maka ini menjadi catatan, tapi saya berterima kasih karena Pak Prabowo menjelaskan itu. Dan mudah-mudahan masyarakat menjadi jelas posisinya. Baik, terima kasih Pak Ganjar, Pak Prabowo, dan Pak Anies. Kita berikan aplas yang meriah untuk ketiga calon presiden kita. Bapak dan Ibu sekalian.

00:19:2400:19:41

Baik para hadir dan juga pemirsa, selanjutnya akan sama seperti segmen ini akan ada tanya-jawab antar capres dan kami persilakan untuk para calon presiden kembali duduk. Jangan kemana-mana tetap di debat ketiga calon presiden Pemilu Tahun 2024.

Transkrip Suara ke Teks Murah dan Cepat dengan Teknologi AI

  • Rp10.000/file, durasi tak terbatas
  • 95% akurasi